Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for thailand
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query thailand. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query thailand. Sort by date Show all posts

Wednesday, 5 August 2026

Prabowo dan Perdana Menteri Thailand Menyepakati Kemitraan Strategis Ini


Musi Rawas, Perssilam News - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyepakati sejumlah kerja sama strategis bilateral. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral dan Second Leaders' Consultation Indonesia-Thailand di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tingkat tinggi itu berlangsung pada Senin, 3 Agustus 2026. Agenda ini mempertemukan dua pemimpin negara untuk membahas arah hubungan Indonesia dan Thailand dalam beberapa tahun ke depan. Pembahasan mencakup kerja sama pemerintah, hubungan ekonomi, pendidikan, pangan, energi, konektivitas, serta penguatan industri halal. Pertemuan tersebut menghasilkan dua dokumen utama. Kedua negara menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pendidikan. Indonesia dan Thailand juga mengadopsi Peta Jalan Kemitraan Strategis untuk periode 2026-2030. Peta jalan ini berisi arah kerja sama yang akan menjadi acuan bersama selama lima tahun. Presiden Prabowo menjelaskan bahwa dokumen tersebut memberi dasar yang lebih jelas bagi hubungan bilateral kedua negara. Kerja sama tidak hanya diarahkan pada hubungan antarpemerintah. Kedua negara juga ingin mendorong peran lembaga pendidikan, pelaku usaha, dan sektor swasta. "Pertemuan hari ini menghasilkan sejumlah capaian konkret, yaitu adopsi roadmap kemitraan strategis Indonesia dan Thailand 2026-2030 sebagai panduan bersama untuk memperkuat kerja sama bilateral ke depan. Kedua, MoU di bidang pendidikan untuk mempererat kerja sama pengembangan sumber daya manusia kedua negara," ujar Presiden Prabowo dalam sesi pernyataan pers bersama, sebagaimana dikutip pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Advertising


BACA JUGA:
Saham Amazon berhasil mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$3 triliun
Penyerahan dokumen kerja sama antar-pemerintah
Presiden Prabowo dan PM Anutin menyaksikan penyerahan beberapa dokumen kerja sama setelah pertemuan berlangsung. Dokumen pertama adalah Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026-2030. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyerahkan dokumen tersebut bersama Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow. Peta jalan itu menjadi pedoman bagi kedua negara dalam menyusun program kerja sama selama lima tahun mendatang. Isinya mencakup bidang yang memiliki kepentingan langsung bagi masyarakat dan perekonomian kedua negara. Dokumen tersebut juga membantu pemerintah menentukan prioritas kerja, bentuk koordinasi, serta sasaran yang ingin dicapai dalam hubungan Indonesia-Thailand. Dokumen kedua adalah MoU di bidang pendidikan. Dokumen ini diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti bersama Menteri Pendidikan Thailand Prasert Jantararuangtong. Kesepakatan tersebut berfokus pada pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kerja sama pendidikan dapat mencakup pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas tenaga pendidik, serta hubungan yang lebih erat antara lembaga pendidikan di kedua negara. Hubungan ini penting karena kualitas sumber daya manusia ikut menentukan kemampuan suatu negara dalam mengembangkan industri, teknologi, layanan publik, dan perdagangan. Melalui MoU tersebut, Indonesia dan Thailand memiliki dasar untuk memperluas hubungan di bidang pendidikan secara lebih terarah. Program yang dijalankan nantinya dapat memperkuat pemahaman terhadap sistem pendidikan masing-masing negara. Kerja sama ini juga dapat membuka ruang bagi pertukaran pengalaman dalam pengelolaan sekolah, pengembangan keterampilan, dan penyiapan tenaga kerja.
Advertising


Peran sektor swasta
Presiden Prabowo menyambut keterlibatan sektor swasta dalam hubungan Indonesia dan Thailand. Kerja sama antarpemerintah atau government-to-government (G2G) tetap menjadi dasar hubungan kedua negara. Namun, hubungan itu dapat memberi hasil yang lebih luas ketika diikuti kerja sama langsung antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B). Beberapa bentuk kerja sama swasta telah disiapkan. Di sektor pariwisata, Tourism Authority of Thailand bekerja sama dengan maskapai Indonesia TransNusa. Hubungan ini berkaitan dengan promosi wisata dan penguatan konektivitas antara kedua negara. Peningkatan hubungan penerbangan dapat membantu wisatawan Indonesia mengunjungi Thailand. Pada saat yang sama, wisatawan Thailand memiliki lebih banyak pilihan untuk berkunjung ke Indonesia. Arus wisatawan yang meningkat dapat mendukung hotel, restoran, pusat belanja, layanan transportasi, serta usaha kecil di berbagai daerah. Kerja sama lain melibatkan Bio-Accel dan ProConsilium dalam proyek pengelolaan sampah organik. Pengelolaan sampah organik menjadi isu penting bagi kota dan kawasan wisata. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat. Kerja sama kedua perusahaan tersebut menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan Thailand tidak hanya berkaitan dengan perdagangan barang. Kedua negara juga dapat bekerja sama dalam mencari solusi untuk kebutuhan perkotaan dan lingkungan.
Advertising
BACA JUGA: BGN telah mengembangkan Sistem Digital yang memungkinkan orang tua untuk memantau secara langsung menu MBG
Perluasan kerja sama di berbagai sektor
Indonesia dan Thailand juga sepakat memperluas kerja sama di sejumlah bidang penting. Setiap sektor memiliki kaitan langsung dengan ketahanan ekonomi dan kebutuhan masyarakat. Di bidang ketahanan pangan, kedua negara akan memperkuat teknologi pertanian, sistem logistik, pengolahan pangan, dan rantai pasok. Indonesia dan Thailand sama-sama memiliki sektor pertanian yang besar. Keduanya juga memiliki pengalaman dalam produksi serta perdagangan berbagai komoditas pangan. Kerja sama tersebut dapat membantu petani dan pelaku usaha meningkatkan hasil produksi. Teknologi pertanian dapat digunakan untuk memperbaiki cara tanam, mengelola air, serta mengurangi kerugian setelah panen. Sistem logistik yang lebih baik juga dibutuhkan agar bahan pangan dapat bergerak dengan cepat dan biaya yang lebih terukur. Pengolahan pangan menjadi bagian penting dalam kerja sama ini. Produk pertanian yang diolah memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan bahan mentah. Penguatan sektor tersebut dapat membantu menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang pasar baru bagi perusahaan dari kedua negara. Pada sektor energi, Indonesia dan Thailand mendorong penyelenggaraan Indonesia-Thailand Energy Forum. Forum ini diharapkan menjadi ruang bagi pemerintah, perusahaan, dan lembaga terkait untuk membahas kebutuhan energi serta perkembangan energi berkelanjutan. 
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Artikel Terkait
Share:

Friday, 12 December 2025

Konflik antara Kamboja dan Thailand semakin meningkat setelah Bangkok menolak untuk melakukan mediasi. Apakah 'Seruan Perdamaian' yang disampaikan oleh Trump akan berhasil?


Indonesia, Sengketa perbatasan Thailand dan Kamboja memanas lagi tahun ini. Seorang tentara Thailand tewas karena ranjau darat. Insiden itu picu serangan udara dari pihak Thailand. Bentrokan ini ancam kesepakatan perdamaian ASEAN. Kesepakatan itu lahir berkat campur tangan Donald Trump. Trump klaim dia bisa hentikan perang cepat.

Pertempuran sengit terjadi di perbatasan Kamboja-Thailand. Itu pada Kamis, 11 Desember 2025. Saat itu, Presiden AS Donald Trump bilang dia akan telepon pemimpin kedua negara. Suara tembakan bergema dekat kuil-kuil tua berusia ratusan tahun. Kuil-kul ini jadi saksi bisu konflik lama. AFP laporkan suara ledakan terdengar jelas.

Sudah 15 orang tewas hingga kini. Korban termasuk tentara Thailand dan warga sipil Kamboja. Bentrokan ini sudah masuk hari keempat. Lebih dari setengah juta orang lari dari zona perbatasan. Mereka tinggalkan rumah demi selamat. Daerah itu kini kosong, penuh ketakutan.

Trump bicara tegas ke wartawan. Dia rencanakan telepon langsung ke pemimpin Thailand dan Kamboja. "Saya pikir saya bisa buat mereka berhenti bertikai. Siapa lagi yang bisa lakukan itu? Kadang salah satu pihak nyalakan api lagi. Saya harus padamkan api kecil itu," kata Trump. Dia jadwalkan bicara hari ini juga.

Advertising

Sengketa ini soal garis batas panjang 800 kilometer. Itu 500 mil lebih. Garis itu lahir di zaman kolonial Prancis. Thailand dan Kamboja rebutan tanah di sekitar Kuil Preah Vihear. Kuil ini bangunan abad ke-11. Terletak di puncak bukit curam. Mahkamah Internasional pernah putuskan kuil milik Kamboja pada 1962. Tapi akses ke sana masih jadi perdebatan panas.

Bentrokan baru ini mulai dari ranjau darat. Itu di bulan November. Tentara Thailand luka parah. Ranjau diduga pasang Kamboja dekat zona sengketa. Kamboja bantah keras. Tapi tentara itu mati. Thailand balas dengan serangan udara. Pesawat tempur lempar bom ke posisi musuh. Api perang langsung menyala lagi.

Ingat kejadian Mei-Juni lalu? Akhir Mei, kedua pihak saling tembak dekat perbatasan. Seorang tentara Kamboja tewas duluan. Bentrokan besar meledak. Itu berlangsung seminggu penuh. Total 43 orang mati. Sekitar 300.000 warga mengungsi. Mereka bawa barang seadanya. Mencari tempat aman di dalam negeri masing-masing.

Perang reda berkat mediasi. AS, Tiongkok, dan Malaysia turun tangan. Malaysia pegang peran ketua ASEAN saat itu. Mereka pacu gencatan senjata di Juli. Itu jadi formal di Oktober 2025. Trump ambil alih utama. Dia tekan lewat perdagangan. Tarif impor dinaikkan sebagai ancaman. "Negosiasi stop jika kalian tak hentikan tembak-menembak," katanya tegas. Kesepakatan ditandatangani di KTT ASEAN Kuala Lumpur. Para pemimpin jabat tangan di depan kamera dunia.

Advertising

Tapi bentrokan Desember ini rusak semuanya. Kesepakatan Trump di ujung tanduk. Apakah telepon Trump bisa selamatkan damai? Thailand tampak ragu. Kementerian Luar Negeri Thailand keluarkan pernyataan keras. Mereka tolak mediasi pihak ketiga. Tak sebut nama Trump, tapi jelas maksudnya. "Kami belum siap bicara mediasi dengan Kamboja. Bentrokan ini sudah lewat batas," tulis mereka.

Thailand minta jaminan dulu. "Warga kami tewas. Kami harus pastikan ini tak ulang. Butuh kepercayaan kuat sebelum nego. Saat ini bukan waktunya," tambah pernyataan itu. Konflik ini bukan cuma soal tanah. Ia libatkan harga diri bangsa. Kuil Preah Vihear simbol warisan budaya. Bagi Thailand, itu wilayah suci. Bagi Kamboja, bukti kedaulatan.

Dampaknya luas. ASEAN yang bangun perdamaian regional kini goyah. Setengah juta pengungsi butuh bantuan makanan dan tempat tinggal. Ekonomi perbatasan lumpuh. Pedagang tak bisa jual beli. Petani tinggalkan sawah. Dunia pantau ketat. Trump janji padamkan api. Tapi Thailand tegas tolak bantuan luar. Apakah damai ASEAN bertahan? Pertanyaan itu menggantung. Para pemimpin harus pilih jalan damai atau perang berkepanjangan.

Advertising

Share:

Saturday, 13 December 2025

Trump mengklaim bahwa Thailand dan Kamboja telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata


Indonesia, Donald Trump dari Amerika Serikat menyatakan bahwa Thailand dan Kamboja telah sepakat untuk memperbarui gencatan senjata. Kesepakatan ini mengharuskan kedua pihak menghentikan semua tembakan. Aturan itu mulai berlaku efektif pada malam Jumat, 12 Desember 2025. Berita ini dilaporkan oleh Al Jazeera.

Trump menyampaikan pernyataan itu lewat unggahan di Truth Social. Platform itu miliknya sendiri. Ia cerita telah berbicara langsung dengan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul. Ia juga bicara dengan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet.

Dalam tulisannya, Trump menulis begini. "Mereka sepakat menghentikan semua tembakan mulai malam ini. Lalu, kembali ke perjanjian perdamaian awal yang kami buat bersama. Saya bantu mereka, plus Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim."

Kesepakatan baru ini merujuk pada perjanjian damai lama. Malaysia memediasi perjanjian itu. Gencatan senjata pertama terjadi pada Juli 2025. Saat itu, Trump tekan kedua negara. Ia ancam cabut hak istimewa perdagangan mereka. Langkah tegas itu paksa mereka berhenti bertempur.

Advertising

Perjanjian itu diformalkan lagi di pertemuan regional Malaysia pada Oktober 2025. Semua pihak setuju detail lebih rinci. Tapi ketegangan muncul kembali pada November. Thailand tunda perjanjian itu. Penyebabnya insiden ranjau darat di perbatasan. Ranjau itu luka tentara Thailand.

Sejak insiden itu, kedua negara saling serang lewat propaganda. Thailand tuduh Kamboja picu konflik lama. Kamboja balas tuduh Thailand. Perselisihan ini panjang tahun. Wilayah perbatasan sering jadi sumber masalah.

Bentrokan terbaru sudah lima hari. Sebanyak 20 orang tewas. Sekitar setengah juta warga mengungsi. Mereka lari dari kedua sisi perbatasan Thailand-Kamboja. Eskalasi mulai dari dugaan penembakan. Pasukan Kamboja diduga tembak tim teknik Thailand. Thailand balas dengan serangan udara. Pesawat mereka bom area musuh dalam beberapa hari.

Advertising

Trump klaim kesepakatan sudah jadi. Tapi Thailand dan Kamboja belum konfirmasi sendiri. Hingga kini, tidak ada pengakuan resmi dari keduanya. Gencatan senjata ini masih ragu statusnya.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul bilang ia sudah sampaikan ke Trump. Ia janji tanggung jawab akhiri kekerasan. Tapi ia tekankan, Kamboja yang harus bertanggung jawab utama. Konflik ini tunjukkan betapa rapuh perdamaian di perbatasan. Warga sipil paling menderita dari pertempuran singkat ini. Harapannya, kesepakatan Trump kali ini tahan lama.

Advertising

Share:

Friday, 19 December 2025

Kekalahan yang Dramatis, Tim Voli Putra Indonesia Mendapatkan Medali Perak di SEA Games 2025 Thailand


Indonesia, Tim voli putra Indonesia gagal raih medali emas SEA Games 2025 di Thailand. Rivan Nurmulki dan rekan-rekannya kalah 2-3 dari tuan rumah Thailand. Skor akhir: 20-25, 25-16, 23-25, 25-23, 12-15. Pertandingan berlangsung di Indoor Stadium Huamark pada Jumat malam, 19 Desember 2025 WIB.

SEA Games adalah ajang olahraga terbesar di Asia Tenggara. Medali emas voli putra jadi target utama Indonesia. Timnas Indonesia pernah juara tiga kali berturut-turut: 2019, 2021, dan 2023. Kemenangan Thailand kali ini putus rekor itu.

Set pertama langsung ketat. Suporter Thailand ramai beri dukungan. Pemain tuan rumah tampil ganas. Mereka rebut set pertama 25-20. Indonesia kesulitan awal. Banyak poin hilang karena servis lemah dan blok gagal.

Tim Indonesia bangkit di set kedua. Rivan dan teman-temannya main lebih solid. Serangan tajam dan pertahanan kuat dominasi lapangan. Hasilnya, Indonesia menang telak 25-16. Skor jadi imbang 1-1. Semangat timnas naik tinggi.

Advertising

Thailand balas dendam di set ketiga. Mereka temukan ritme permainan bagus lagi. Smasher kuat dan penerima bola akurat. Indonesia kalah tipis 23-25. Skor besar kini 1-2 untuk Thailand.

Set keempat penuh drama. Indonesia pimpin di awal. Poin-poin cepat mereka kumpul. Thailand kejar habis-habisan. Skor imbang 22-22 di akhir. Rivan Nurmulki lay spike penentu. Indonesia rebut set 25-23. Skor seri 2-2. Penonton tegang.

Set kelima jadi penentu. Tekanan besar rasakan kedua tim. Thailand langsung unggul 6-3. Indonesia blok Hendra Kurniawan selamatkan. Skor jadi 4-6. Thailand tambah cepat ke 9-6.

Rivan beri service ace brilian. Indonesia pangkas jadi 9-12. Timnas kejar lagi hingga 11-13. Smasher Thailand Anurak balas keras. Skor 14-11 untuk tuan rumah. Thailand tahan tekanan. Menang 15-12. Emas mereka kantongi. Indonesia puas dengan perak.

Thailand rayakan kemenangan besar. Dukungan tuan rumah bantu mereka. Indonesia tampil gigih meski kalah. Final ini tunjukkan level voli Asia Tenggara makin merata.

Advertising

Asisten pelatih Erwin Rusni bicara usai laga. Dia sebut set pertama banyak poin hilang. Tapi Thailand main apik sebagai tuan rumah.

"Kami kehilangan banyak angka di set pertama. Anak-anak bangkit di set kedua. Laga ini ketat sekali. Pemain kami berjuang luar biasa," kata Erwin Rusni.

Perak tetap prestasi. Timnas pulang dengan bangga. Pengalaman ini bantu persiapan turnamen depan. Voli Indonesia terus maju.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News

Advertising


Tag :

Reaksi :

kali
Share:

Saturday, 8 August 2026

Jadwal lengkap untuk SEA V Cup 2026 Putri Leg 2 di Thailand telah resmi diumumkan


Musi Rawas, Perssilam News - Seiring meningkatnya perhatian terhadap voli putri Asia Tenggara, SEA V Cup 2026 voli putri Leg 2 akan berlangsung di Thailand. Seri kedua ini dijadwalkan selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 7-9 Agustus 2026. Seluruh pertandingan bertempat di 700th Anniversary Chiang Mai Sports Complex, Chiang Mai, Thailand. Arena tersebut akan menjadi tempat bertemunya empat tim kuat, yaitu Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand sebagai tuan rumah. Format Leg 2 memberi setiap tim kesempatan untuk kembali menguji kekuatan setelah hasil pada putaran pertama. Setiap pertandingan penting karena para pemain harus menjaga konsistensi permainan, memperbaiki kesalahan, dan mengejar hasil terbaik hingga laga terakhir. Dukungan penonton Thailand juga diperkirakan akan menambah tekanan bagi tim tamu. Indonesia, Filipina, dan Vietnam harus tampil tenang saat menghadapi tim tuan rumah di hadapan pendukungnya sendiri. Thailand datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai putaran pertama. Mereka menyapu bersih tiga kemenangan dan menunjukkan permainan yang sulit dihentikan. Hasil tersebut memperlihatkan kekuatan Thailand dalam menjaga serangan, mengatur tempo pertandingan, serta memanfaatkan kesalahan lawan. Pada duel penentuan, Thailand menundukkan Vietnam yang akhirnya menempati posisi runner-up.
Advertising


BACA JUGA:
Everton, Aston Villa, dan Leeds United bersaing untuk mendapatkan Pavel Sulc
Vietnam tetap memperlihatkan persaingan kuat sepanjang putaran pertama. Mereka mampu mencapai pertandingan penentuan sebelum harus mengakui keunggulan Thailand. Hasil itu membuat Vietnam menjadi salah satu tim yang perlu diwaspadai pada Leg 2. Pertemuan dengan Indonesia dan Filipina juga dapat memengaruhi posisi akhir di klasemen seri kedua. Indonesia menutup putaran pertama di peringkat ketiga. Timnas Voli Putri Indonesia meraih hasil tersebut setelah mengatasi perlawanan Filipina. Kemenangan itu menjadi modal penting bagi skuad Merah Putih untuk menghadapi pertandingan di Chiang Mai. Di bawah arahan pelatih, para pemain Indonesia perlu menjaga fokus sejak awal set, memperkuat pertahanan, dan memaksimalkan setiap peluang dalam serangan. Filipina juga memiliki peluang untuk memperbaiki hasil pada Leg 2. Kekalahan dari Indonesia pada putaran pertama akan menjadi bahan evaluasi bagi mereka. Persaingan antara Filipina dan Indonesia diperkirakan kembali berlangsung ketat karena kedua tim sudah saling mengetahui gaya permainan masing-masing. Setiap poin dapat menentukan hasil akhir, terutama saat pertandingan berjalan seimbang pada penghujung set.
Penggemar yang tidak dapat datang langsung ke 700th Anniversary Chiang Mai Sports Complex tetap bisa menyaksikan seluruh rangkaian pertandingan. Moji TV akan menyiarkan laga SEA V Cup 2026 voli putri secara langsung dan gratis. Tayangan tersebut mencakup pertandingan yang menampilkan Timnas Voli Putri Indonesia, sehingga pendukung di Tanah Air dapat mengikuti perjuangan skuad Merah Putih dari rumah. Penonton juga dapat memilih Vidio sebagai sarana menonton pertandingan. Platform tersebut menyediakan tayangan SEA V Cup 2026 melalui paket berlangganan. Dengan dua pilihan siaran ini, penggemar dapat mengikuti jalannya Leg 2 tanpa harus berada di Thailand. Jadwal pertandingan berlangsung pada 7, 8, dan 9 Agustus 2026, sehingga penonton perlu mencatat tanggalnya agar tidak melewatkan laga penting.
Advertising

BACA JUGA: Model kecerdasan buatan melakukan serangan terhadap sistem komputer ketika pengujian keamanan dilaksanakan
Berikut adalah jadwal lengkap SEA V-Cup 2026 Leg 2:
Jumat, 7 Agustus 2026
Pukul 13.00 WIB: Indonesia vs Vietnam
Pukul 16.30 WIB: Filipina vs Thailand
Sabtu, 8 Agustus 2026
Pukul 13.00 WIB: Vietnam vs Filipina
Pukul 16.30 WIB: Indonesia vs Thailand
Minggu, 9 Agustus 2026
Pukul 13.00 WIB: Indonesia vs Filipina
Pukul 16.30 WIB: Thailand vs Vietnam
Jangan lewatkan momen-momen seru dari tim-tim bola voli terbaik di kawasan Asia Tenggara ini. Bersiaplah menyaksikan pertandingan yang akan menguji strategi dan kekompakan setiap tim dalam berebut gelar juara yang prestisius.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Artikel Terkait
Share:

Thursday, 26 February 2026

Futsal : Pertandingan penuh gol antara Indonesia dan Malaysia


Indonesia, Perssilam - Timnas Futsal Putri Indonesia habis tenaga di ASEAN Women's Futsal Championship 2026. Mereka ditahan imbang Malaysia di laga pamungkas Grup A. Sebelumnya, skuad Garuda Putri kalah buruk dari Thailand. Itu laga pertama mereka di fase grup. Pada Selasa, 24 Februari 2026, di Terminal 21 Korat, Thailand menang 3-0. Gol-gol cepat Thailand hancurkan semangat Indonesia. Luis Estrela, pelatihnya, tak bisa cegah kekalahan itu.
Advertising

BACA JUGA:
Nasional : Ketika Seskab Teddy tetap mengikuti pendidikan Seskoad sambil mendampingi presiden
Harapan bangkit pupus di laga kedua. Rabu, 25 Februari 2026, Indonesia hadapi Malaysia di venue sama. Awalnya, tim Indonesia tampil ganas. Nisma Rusdiana jadi pahlawan dini hari. Dia cetak gol pertama di menit ke-3. Tiga menit kemudian, gol keduanya bikin skor 2-0. Penonton bersorak. Indonesia kuasai bola. Malaysia tak tinggal diam. Di menit ke-8, mereka potong jarak jadi 2-1. Dua menit kemudian, skor jadi 2-2. Serangan balik cepat Malaysia sakiti pertahanan Indonesia.
Babak pertama makin sengit. Sepuluh menit terakhir, Indonesia kehilangan ritme. Malaysia ambil alih. Petaka datang di menit ke-14. Lyana Soberi cetak gol. Malaysia unggul 3-2. Istirahat usai dengan skor babak pertama 2-3 untuk Malaysia. Babak kedua dimulai. Indonesia kejar ketertinggalan. Di menit ke-33, keberuntungan datang. Syafiqah Zainal dari Malaysia salah umpan ke gawang sendiri. Skor balik 3-3. Indonesia sempat unggul lagi nanti, bikin 4-3. Kemenangan hampir di tangan. Tapi Malaysia balas di menit ke-38. Syafiqah Zainal cetak gol keduanya. Skor 4-4. Sisa waktu tak beri gol lagi. Peluit akhir berbunyi. Pertandingan kedua Grup A selesai seri.
Hasil ini tekan Indonesia lebih dalam. Dua laga, nol kemenangan. Satu poin dari imbang ini. Thailand kuasai Grup A. Indonesia kini di dasar klasemen. Peluang lolos ke babak berikutnya menyusut tajam. Malaysia dapat satu poin juga. Mereka di posisi kedua. Tapi bahaya mengintai Malaysia. Jumat, 26 Februari 2026, Malaysia lawan Thailand. Jika Thailand pesta gol lebih dari tiga, seperti saat kalahkan Indonesia 3-0, Malaysia tersingkir. Itu satu-satunya jalan selamatkan Indonesia.BACA JUGA:Kriminal : Polda Jateng Mengungkap Sindikat Motor Ilegal Antar provinsi, 87 Unit Berhasil Diamankan
Bayangkan Thailand ulangi dominasi. Lebih dari tiga gol ke gawang Malaysia. Maka Indonesia punya harapan. Bukan soal gol, tapi selisih gol dan poin. Jika Malaysia kalah dengan margin sama, 3-0 misalnya, nasib ditentukan poin fair play. Aturan itu hitung pelanggaran dan kartu. Siapa paling bersih, lolos. Turnamen ini penting bagi futsal putri ASEAN. Juara dapat tiket lebih besar ke level Asia. Indonesia, sebagai tuan rumah potensial, kecewa berat. Fans tunggu kejutan akhir. Apakah Thailand bantai Malaysia. Atau kejutan lahir di Korat.EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:

Monday, 17 August 2026

Tim Nasional Voli Putri Indonesia Menghadapi Tantangan Besar Tanpa Kehadiran Megawati Hangestri di Kejuaraan Voli Wanita AVC 2026


Musi Rawas, Perssilam News - Timnas voli putri Indonesia menghadapi tantangan dalam AVC Women's Volleyball Continental 2026 di Tianjin, China. Turnamen ini diikuti 12 negara dari Asia. Indonesia ingin melangkah jauh di babak gugur dan tergabung di Pool B bersama Kazakhstan, Thailand, dan Australia. Persaingan di grup diperkirakan ketat, dan Indonesia harus konsisten untuk peluang ke perempat final. Kesalahan kecil bisa mempengaruhi posisi di klasemen grup. Tim Indonesia tidak diperkuat Megawati Hangestri Pertiwi, yang sedang bermain di Liga Voli Korea Selatan. Absennya Megawati mengurangi kekuatan serangan tim, tetapi memberi kesempatan bagi pemain lain untuk berkontribusi lebih. Setiap anggota tim dituntut untuk berani, disiplin, dan menjaga permainan dalam tekanan. 
Arsela Nuari dan timnya bertanggung jawab menjaga daya saing Indonesia dalam voli. Kerja sama kuat antara setter, spiker, libero, dan pemain tengah sangat penting saat menghadapi lawan dengan pola serangan berbeda. Kompetisi AVC Women's Volleyball Continental 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 30 Agustus 2026 di Tianjin. Sebelum itu, para pemain nasional harus menghadapi tiga ajang internasional: AVC Nations Cup, SEA V League, dan AVC Continental Cup. Setiap pertandingan membantu pelatih melihat kekuatan dan kelemahan tim, termasuk dalam pertahanan dan serangan. Thailand menjadi lawan utama di Pool B, dikenal sebagai juara bertahan setelah mengalahkan China. Pertemuan Indonesia versus Thailand dijadwalkan pada 24 Agustus 2026, hanya dua hari setelah pertandingan pertama melawan Kazakhstan. Jarak waktu yang pendek membuat pemulihan fisik jadi kunci, sehingga pelatih harus mengatur beban latihan agar pemain tetap bugar. 
Pertandingan melawan Thailand akan menguji kemampuan Indonesia dalam menghadapi tekanan, mengingat Thailand adalah juara bertahan dengan pengalaman yang kuat. Indonesia perlu menjaga pola permainan, mengurangi kesalahan, dan memanfaatkan setiap peluang saat lawan kehilangan ritme. Kazakhstan akan menjadi lawan pertama Indonesia di fase pool, dan tim ini memiliki rekam jejak yang baik di tingkat Asia, termasuk menjadi runner-up pada 2005. Hasil pertandingan ini penting untuk membangun kepercayaan diri Indonesia sebelum menghadapi Thailand. Laga pertama juga akan memberikan kesempatan bagi pemain Indonesia untuk menemukan pola terbaik tanpa Megawati, serta membangun hubungan di lapangan dalam pemilihan serangan dan pertahanan. Pertandingan yang baik dapat membantu mereka bermain tenang di set berikutnya.
Advertising

BACA JUGA: 
Iran masih belum mengambil keputusan untuk melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat
Setelah melawan Thailand, Indonesia akan melawan Australia. Pemain perlu siap menghadapi kekuatan tim yang berbeda. Semua pertandingan fase awal dijadwalkan pukul 14.00 WIB, sehingga persiapan fisik dan teknik harus dilakukan secara rutin. Turnamen AVC Women's Volleyball Continental 2026 penting bagi perkembangan tim nasional dan sebagai jalur menuju kompetisi internasional. Dengan 12 negara bersaing, Indonesia harus tampil disiplin dan meraih kemenangan untuk posisi lebih baik di babak berikutnya. Setelah fase awal, tim terbaik akan melanjutkan ke perempat final dan semifinal, dilanjutkan dengan perebutan tempat ketiga serta final. Indonesia memiliki peluang, tetapi harus menjaga konsistensi, mengurangi kesalahan, dan memaksimalkan kemampuan semua pemain. Tanpa Megawati, tim harus bergantung pada kerja sama, dengan Arsela Nuari dan pemain lain berbagi tanggung jawab mencetak angka. Pertahanan harus solid untuk mengurangi tekanan. Tim Garuda Pertiwi harus membuktikan diri melawan Kazakhstan, Thailand, dan Australia untuk membuka jalan ke perempat final di AVC Women's Volleyball Continental 2026.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Artikel Terkait
Share:

Sunday, 28 December 2025

Thailand dan Polandia menjadi Juara Dunia FIFAe World Cup 2025


Indonesia, Thailand dan Polandia resmi juara dunia di FIFAe World Cup 2025. Thailand raih gelar eFootball Mobile. Polandia ambil trofi eFootball Console. Turnamen besar ini gelar di Riyadh, Arab Saudi. Waktu dari 10 hingga 13 Desember 2025. Acara ini buka rangkaian FIFAe Finals 25.

eFootball adalah game sepak bola dari Konami. Versi Mobile main di ponsel pintar. Console pakai perangkat seperti PlayStation atau Xbox. Di Mobile, Thailand jadi kampiun. Pemain Jomkata “JXMKT” Yupraphat kalahkan José Antonio “JUNINHO” Maciel Junior di final. Skor akhir tentukan Thailand sebagai yang terbaik. Prestasi ini angkat Thailand ke puncak dunia Mobile. Asia Tenggara kuasai cabang ini lagi.

Advertising

Polandia rebut juara Console. Tim pakai Mikolaj “Ostrybuch” Zietek dan Milosz “Zilo” Zietek. Mereka main stabil sejak awal. Singkirkan tim kuat dari Eropa, Asia, dan Amerika. Konsistensi bawa trofi pulang. Ini bukti kekuatan Polandia di Console.

Indonesia catat prestasi gemilang juga. Timnas eFootball masuk semifinal Console. Kita jadi satu dari empat tim top dunia. Rizky Faidan dan Elga Cahya Putra jadi tulang punggung. Di perempat final, mereka kalahkan Brasil. Langkah berhenti di semifinal lawan Italia. Kalah agregat berarti total skor dua pertandingan. Meski gagal final, ini langkah maju. Indonesia juara dunia Console tahun 2024 sebelumnya. Capaian ini tunjukkan kita tetap kuat. Di Asia, kita saingi Thailand yang rajai Mobile.

Advertising

FIFAe World Cup 2025 hanya awal. FIFAe Finals 25 lanjut hingga 19 Desember 2025. Lebih dari 16,5 juta pemain dunia ikut kompetisi eFootball musim ini. Angka itu tunjukkan popularitas besar. Kompetisi selanjutnya mulai Februari 2026. Namanya FIFAe Challenger Series. Itu jalan masuk ke FIFAe World Cup 2026. Semua kualifikasi langsung dari dalam game eFootball. FIFA umumkan ini untuk bikin proses adil.

Setelah eFootball, giliran FIFAe World Cup Rocket League. Acara dari 15 hingga 19 Desember 2025. Lokasi SEF Arena di Riyadh. Tim nasional top dunia bertemu kembali. Esports sepak bola ini tarik perhatian jutaan fans. Prestasi Thailand, Polandia, dan Indonesia tambah semangat kompetisi Asia.(Red)

Dengarkan

Berita dan Artikel lainnya di :

Advertising


Tag :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:

Monday, 24 August 2026

Tim Indonesia Voli Putri siap untuk bertanding melawan Thailand di laga kedua AVC 2026, dengan harapan untuk mendapatkan kemenangan


Musi Rawas, Perssilam News - Timnas Voli Putri Indonesia mengawali AVC Women’s Volleyball Continental Championship 2026 dengan hasil yang sangat baik. Pada pertandingan pembuka, Indonesia menundukkan Kazakhstan dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini memberi modal penting bagi skuad Merah Putih sebelum menghadapi dua lawan berikutnya yang memiliki kekuatan berbeda. Para pemain kini perlu menjaga fokus, sebab persaingan di turnamen kontinental menuntut konsistensi pada setiap pertandingan. Skuad Indonesia tampil dengan semangat tinggi sejak awal laga melawan Kazakhstan. Chelsa Berliana Nurtomo memimpin rekan-rekannya dalam mengatur permainan dan menjaga tekanan terhadap lawan. Serangan Indonesia berjalan lebih terarah, sementara pertahanan mampu menahan sejumlah usaha Kazakhstan untuk mengejar angka. Arsela Nuari Purnama, Ersandrina Devega, dan Gendis Azzahra juga memberi kontribusi besar melalui serangan yang bertenaga dan permainan yang berani. Indonesia mengunci kemenangan dengan skor 25-22, 25-22, dan 25-23. Selisih angka pada tiap set menunjukkan bahwa pertandingan berjalan cukup ketat. Kazakhstan beberapa kali mampu mendekat, terutama ketika Indonesia kehilangan momentum dalam reli panjang. Namun, para pemain Indonesia tetap tenang dan segera membalas lewat serangan yang lebih tajam. Ketahanan mental itu membantu mereka menjaga keunggulan hingga akhir setiap set.
Advertising

BACA JUGA:
Mengenal ScaleOcean Atlas: Satu Platform untuk Setiap Kompleksitas Bisnis
Kemenangan atas Kazakhstan juga memperlihatkan beberapa kekuatan penting Indonesia. Tim mampu menggabungkan serangan cepat dengan pertahanan yang disiplin. Ketika bola pertama berjalan baik, pengaturan serangan menjadi lebih mudah. Pemain di sisi depan dapat menyerang dengan lebih leluasa, sedangkan pemain belakang tetap bertugas menjaga area pertahanan. Pola ini membuat Kazakhstan kesulitan menemukan celah dan membangun tekanan secara berkelanjutan. Ujian berikutnya datang pada Senin, 24 Agustus 2026. Indonesia akan berhadapan dengan Thailand di Tianjin Olympic Center Gymnasium, China. Pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB. Thailand merupakan rival lama Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Pertemuan kedua tim biasanya berlangsung ketat karena para pemain sudah saling mengenal gaya permainan masing-masing. Thailand dapat memberi tekanan melalui permainan yang cepat dan bola-bola terarah. Karena itu, Indonesia harus menjaga penerimaan servis, mengurangi kesalahan sendiri, serta memperkuat koordinasi saat bertahan. Setiap poin akan menjadi penting, terutama pada akhir set ketika jarak angka mulai tipis. Pengalaman menghadapi Kazakhstan dapat membantu Indonesia, tetapi tim tetap harus tampil dengan rencana yang sesuai untuk menghadapi karakter permainan Thailand.
Advertising

BACA JUGA: 
KPU memperkuat perlindungan bagi penyelenggara perempuan dalam pemilihan umum
Laga tersebut tidak hanya menguji kemampuan teknis. Para pemain juga perlu menjaga kondisi fisik dan konsentrasi sejak awal hingga poin terakhir. Pertandingan melawan tim kuat sering ditentukan oleh hal-hal kecil, seperti ketepatan servis, keputusan saat melakukan serangan, dan kemampuan mengembalikan bola sulit. Indonesia harus mempertahankan agresivitas tanpa terburu-buru mengambil risiko. Setelah melawan Thailand, Indonesia masih akan menghadapi Australia pada Rabu, 26 Agustus 2026. Pertandingan ini menjadi tantangan lain bagi skuad Merah Putih. Australia memiliki gaya permainan yang berbeda dari Kazakhstan dan Thailand, sehingga Indonesia perlu kembali menyesuaikan strategi. Dua laga beruntun tersebut akan menguji kedalaman skuad, daya tahan pemain, serta kemampuan tim menjaga penampilan setelah meraih kemenangan besar pada laga pertama. Hasil positif atas Kazakhstan juga membawa dampak pada posisi Indonesia dalam FIVB Women’s Volleyball World Ranking. Berdasarkan pembaruan peringkat tersebut, Indonesia memperoleh tambahan 12,55 poin. Koleksi poin mereka kini mencapai 77,96, naik dari 65,41 poin sebelumnya. Perubahan ini mengangkat posisi Indonesia dari peringkat ke-56 ke peringkat ke-49 dunia. Indonesia kini berada tepat di bawah Montenegro dalam daftar tersebut. Kenaikan tujuh posisi memberi gambaran tentang nilai penting dari setiap pertandingan internasional. Hasil di lapangan tidak hanya menentukan kemenangan dalam satu laga, tetapi juga memengaruhi jumlah poin dan posisi sebuah negara pada peringkat dunia. Karena itu, pertandingan melawan Thailand dan Australia memiliki arti besar bagi Indonesia.
Advertising

BACA JUGA: 
Bakom: Mengurangi Pengeluaran Negara Hingga Ratusan Triliun Melalui Digitalisasi Perlinsos
Tantangan berikutnya menuntut Indonesia mempertahankan kualitas permainan yang sudah terlihat saat menghadapi Kazakhstan. Serangan yang kuat, pertahanan yang rapat, serta ketenangan saat berada dalam tekanan harus kembali ditampilkan. Dengan Chelsa Berliana Nurtomo dan para pemain utama lain sebagai penggerak tim, Indonesia memiliki kesempatan untuk melanjutkan hasil positif di AVC Women’s Volleyball Continental Championship 2026.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×