
Indonesia, Perssilam - Kesibukan Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet terus menguji ketangguhannya. Dia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam lawatan ke banyak negara. Tapi dia tak pernah tinggalkan tugas belajar di Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat, atau Seskoad. Seskoad ini tempat pelatihan tingkat tinggi bagi perwira TNI AD. Di sana, mereka asah keterampilan kepemimpinan dan strategi militer. Pada Selasa, 24 Februari 2026, Teddy ikut pendidikan Seskoad lewat daring. Saat itu, dia berada di London, Inggris, bersama rombongan Presiden. Waktu kuliah dimulai pukul 09.00 WIB. Itu berarti pukul 02.00 dini hari waktu London. Jam tidurnya pun menyusut. Dia rela begadang demi tetap ikut pelajaran. Hal ini tunjukkan komitmennya pada pendidikan meski jadwal padat. Agenda hari itu sederhana tapi penting. Para siswa dengar kuliah umum dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak. Tema kuliahnya "Menajamkan Critical Thinking dan Karakter Pemimpin TNI AD Masa Depan".
Advertising
Critical thinking berarti kemampuan berpikir tajam. Bukan sekadar ikut arus. Tapi analisis fakta, cari solusi, dan ambil keputusan tepat di situasi sulit. Akun media sosial Seskoad catat partisipasi besar. Sebanyak 271 perwira siswa ikut. 262 orang hadir langsung di kelas. Sembilan orang lain gabung daring. Teddy termasuk di antara mereka. Dia dari London, ribuan kilometer jauhnya. Teknologi bantu mereka tetap terhubung. Ini bukti fleksibilitas pendidikan militer modern. Pada Rabu, 25 Februari 2026, akun Seskoad bagikan ringkasan. "KSAD menekankan pentingnya siapkan generasi perwira yang mampu berpikir kritis, visioner, dan adaptif.
Mereka harus hadapi tantangan geopolitik dunia," tulis akun itu. Geopolitik dunia penuh konflik. Misalnya, ketegangan di Laut China Selatan atau perang dagang antar negara besar. Perwira TNI AD butuh pikiran tajam untuk tangani itu semua. Jenderal Maruli punya harapan khusus untuk Seskoad. Dia ingin lembaga ini jadi seperti kawah candradimuka. Dalam cerita pewayangan, kawah candradimuka adalah tempat uji nyali tokoh seperti Bima. Di sana, karakter diuji hingga matang. Begitu pula Seskoad. Harapannya, para siswa tajamkan critical thinking lewat langkah demi langkah.
BACA JUGA:Kriminal : Polda Jateng Mengungkap Sindikat Motor Ilegal Antar provinsi, 87 Unit Berhasil Diamankan
Advertising
Pertama, tahap ide. Siswa kumpulkan gagasan awal dari pengamatan. Kedua, riset. Mereka gali data mendalam dari sumber terpercaya. Ketiga, diskusi. Berbagi pandangan dengan teman sekelas untuk lihat sudut berbeda. Keempat, presentasi. Sampaikan hasil di depan kelompok. Terakhir, eksekusi. Uji rencana di lapangan untuk lihat hasil nyata. Proses ini bantu rumuskan cara bertindak terbaik. Bayangkan seorang perwira hadapi krisis perbatasan. Dengan critical thinking, dia tak buru-buru serang. Tapi nilai risiko, koordinasi pasukan, dan cari jalan damai jika bisa. Itu contoh bagaimana tema kuliah berlaku di dunia nyata. Kehadiran Teddy di kelas daring jadi inspirasi. Banyak perwira siswa mungkin tanya diri sendiri. Bagaimana jaga belajar saat tugas negara panggil? Jawabannya ada di disiplin. Teddy tunjukkan itu mungkin. Dia bagi waktu antara tugas resmi dan pendidikan. Hasilnya, dia siap jadi pemimpin lebih baik. Kuliah KSAD ini relevan saat ini. Dunia 2026 penuh ketidakpastian. Perang Ukraina masih bergulir. Ketegangan Timur Tengah naik. TNI AD butuh pemimpin adaptif. Seskoad latih mereka jadi itu. Dengan 271 siswa aktif, generasi baru mulai terbentuk.
BACA JUGA:Timnas : Perburuan Persib Bandung Dengan Pemain Abroad Joey Pelupessy
BACA JUGA:Timnas : Perburuan Persib Bandung Dengan Pemain Abroad Joey PelupessyTeddy bukan satu-satunya yang daring. Delapan perwira lain juga begitu. Mungkin mereka punya tugas serupa. Ini tunjukkan Seskoad dukung siswa di mana saja. Pendidikan tak terbatas ruang. Hanya butuh kemauan kuat. Akhirnya, pesan Jenderal Maruli jelas. Perwira TNI AD masa depan harus visioner. Lihat jauh ke depan. Adaptif terhadap perubahan cepat. Dan kritis dalam setiap langkah. Seskoad siapkan mereka lewat kuliah seperti ini. Teddy, di tengah London yang sibuk, ikut bangun fondasi itu.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :













