![]() |
Pertempuran sengit terjadi di perbatasan Kamboja-Thailand. Itu pada Kamis, 11 Desember 2025. Saat itu, Presiden AS Donald Trump bilang dia akan telepon pemimpin kedua negara. Suara tembakan bergema dekat kuil-kuil tua berusia ratusan tahun. Kuil-kul ini jadi saksi bisu konflik lama. AFP laporkan suara ledakan terdengar jelas.
Sudah 15 orang tewas hingga kini. Korban termasuk tentara Thailand dan warga sipil Kamboja. Bentrokan ini sudah masuk hari keempat. Lebih dari setengah juta orang lari dari zona perbatasan. Mereka tinggalkan rumah demi selamat. Daerah itu kini kosong, penuh ketakutan.
Trump bicara tegas ke wartawan. Dia rencanakan telepon langsung ke pemimpin Thailand dan Kamboja. "Saya pikir saya bisa buat mereka berhenti bertikai. Siapa lagi yang bisa lakukan itu? Kadang salah satu pihak nyalakan api lagi. Saya harus padamkan api kecil itu," kata Trump. Dia jadwalkan bicara hari ini juga.
Sengketa ini soal garis batas panjang 800 kilometer. Itu 500 mil lebih. Garis itu lahir di zaman kolonial Prancis. Thailand dan Kamboja rebutan tanah di sekitar Kuil Preah Vihear. Kuil ini bangunan abad ke-11. Terletak di puncak bukit curam. Mahkamah Internasional pernah putuskan kuil milik Kamboja pada 1962. Tapi akses ke sana masih jadi perdebatan panas.
Bentrokan baru ini mulai dari ranjau darat. Itu di bulan November. Tentara Thailand luka parah. Ranjau diduga pasang Kamboja dekat zona sengketa. Kamboja bantah keras. Tapi tentara itu mati. Thailand balas dengan serangan udara. Pesawat tempur lempar bom ke posisi musuh. Api perang langsung menyala lagi.
Ingat kejadian Mei-Juni lalu? Akhir Mei, kedua pihak saling tembak dekat perbatasan. Seorang tentara Kamboja tewas duluan. Bentrokan besar meledak. Itu berlangsung seminggu penuh. Total 43 orang mati. Sekitar 300.000 warga mengungsi. Mereka bawa barang seadanya. Mencari tempat aman di dalam negeri masing-masing.
Perang reda berkat mediasi. AS, Tiongkok, dan Malaysia turun tangan. Malaysia pegang peran ketua ASEAN saat itu. Mereka pacu gencatan senjata di Juli. Itu jadi formal di Oktober 2025. Trump ambil alih utama. Dia tekan lewat perdagangan. Tarif impor dinaikkan sebagai ancaman. "Negosiasi stop jika kalian tak hentikan tembak-menembak," katanya tegas. Kesepakatan ditandatangani di KTT ASEAN Kuala Lumpur. Para pemimpin jabat tangan di depan kamera dunia.
Tapi bentrokan Desember ini rusak semuanya. Kesepakatan Trump di ujung tanduk. Apakah telepon Trump bisa selamatkan damai? Thailand tampak ragu. Kementerian Luar Negeri Thailand keluarkan pernyataan keras. Mereka tolak mediasi pihak ketiga. Tak sebut nama Trump, tapi jelas maksudnya. "Kami belum siap bicara mediasi dengan Kamboja. Bentrokan ini sudah lewat batas," tulis mereka.
Thailand minta jaminan dulu. "Warga kami tewas. Kami harus pastikan ini tak ulang. Butuh kepercayaan kuat sebelum nego. Saat ini bukan waktunya," tambah pernyataan itu. Konflik ini bukan cuma soal tanah. Ia libatkan harga diri bangsa. Kuil Preah Vihear simbol warisan budaya. Bagi Thailand, itu wilayah suci. Bagi Kamboja, bukti kedaulatan.
Dampaknya luas. ASEAN yang bangun perdamaian regional kini goyah. Setengah juta pengungsi butuh bantuan makanan dan tempat tinggal. Ekonomi perbatasan lumpuh. Pedagang tak bisa jual beli. Petani tinggalkan sawah. Dunia pantau ketat. Trump janji padamkan api. Tapi Thailand tegas tolak bantuan luar. Apakah damai ASEAN bertahan? Pertanyaan itu menggantung. Para pemimpin harus pilih jalan damai atau perang berkepanjangan.














