Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App BRIN Tekankan Pentingnya Riset untuk Pengembangan Pangan Lokal ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Sabtu, Desember 27, 2025

BRIN Tekankan Pentingnya Riset untuk Pengembangan Pangan Lokal


Indonesia, Indonesia punya kekayaan alam melimpah. Negara ini salah satu yang terbesar di dunia. Setiap daerah simpan bahan pangan alami. Pangan itu kaya nutrisi. Juga sarat nilai budaya. Bayangin saja, dari Sabang sampai Merauke, ada ubi kayu di Papua. Ada singkong di Jawa. Semua itu jadi warisan leluhur.

Talkshow Perspektif Melacak Jejak Pangan Nusantara digelar Kamis, 18 Desember 2025. Lokasinya di Studio 2 KOMPAS TV, Menara Kompas. Acara ini buka ruang diskusi edukatif. Tujuannya ajak masyarakat kenal lagi pangan lokal. Banyak orang lupa nilai pangan dekat rumah.

Konsumsi pangan lokal turun tajam. Dampaknya serius. Variasi makanan berkurang. Pola makan seimbang melemah. Tubuh butuh beragam zat gizi. Kalau hanya andalkan impor, risiko kurang gizi naik. Pengetahuan tradisional ikut pudar. Nenek moyang tahu cara olah daun singkong jadi gado-gado. Cara itu hampir hilang. Generasi muda jarang pakai.

Advertising

Talkshow ini harap bangkitkan kesadaran. Pangan lokal punya nilai tinggi. Itu dekat dengan kehidupan kita. Repa Kustipia, Research Director Center for Study Indonesian Food Anthropology atau CS-IFA, tekankan hal itu. CS-IFA fokus pelajari makanan Indonesia dari sudut antropologi. "Pangan lokal hasil perjalanan sejarah panjang masyarakat Nusantara. Sejarah mulai dari masa pemburu-peramu hingga sistem pangan modern," kata Repa dalam acara Perspektif Melacak Jejak Pangan Nusantara di Menara Kompas, Kamis (18/12/2025).

Masa pemburu-peramu, orang kumpul buah liar dan akar. Lalu ke petani sawah. Setiap fase ubah cara masyarakat kenal makanan. Mereka maknai makanan sebagai bagian hidup. Pangan lokal tak bisa dipisah dari rutinitas harian. Makan pagi dengan nasi jagung. Malam dengan ikan asin. Itu cerita budaya.

BRIN dorong pengembangan pangan lokal pakai ilmu pengetahuan. BRIN adalah Badan Riset dan Inovasi Nasional. Mereka riset tanaman dan pertanian. Dwinita Wikan Utami, Kepala Riset Hortikultura dan Perkebunan BRIN, bilang kolaborasi kunci utama. "Kerja sama antara peneliti, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat diperlukan. Hasil riset harus diterapkan. Itu biar beri manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Dwinita dalam acara yang sama di Menara Kompas, Kamis (18/12/2025).

Advertising

Kolaborasi artinya semua pihak gabung tangan. Peneliti bawa data. Pemerintah daerah sediakan lahan. Masyarakat uji coba di ladang. Hasilnya, pangan lokal tahan hama. Panen lebih banyak. Petani untung.

Dadan Hindayana, akademisi dan pakar entomologi, lihat serangga sebagai protein baru. Entomologi pelajari serangga. Serangga lebih efisien daripada ternak biasa. Butuh lahan sedikit. Proteinnya tinggi. Contoh, jangkrik atau ulat sagu. Mereka tumbuh cepat. Cocok untuk masa depan pangan.

Talkshow ini sajikan diskusi dan presentasi. Bahas pangan lokal dari banyak sudut. Mulai sejarah. Sampai riset modern. Acara tingkatkan literasi publik. Juga kesadaran soal pangan berkelanjutan. Pangan yang ramah lingkungan. Tak habiskan sumber daya alam. Masyarakat diajak kembali ke akar. Nikmati pangan lokal setiap hari. Itu langkah selamatkan budaya dan kesehatan. (Red)

Dengarkan

Berita dan Artikel lainnya di :

Advertising

kali
Share:
Advertising
You Might Like
BRI Super League
Religi
Random Post
Nasional



X

Premier League

BRI Super League : Persija memberikan waktu libur kepada skuadnya pada saat perayaan Idulfitri

Indonesia, Perssilam - Setelah menyelesaikan laga pekan ke-25 Liga 1 2025/2026 melawan Dewa United Banten FC di Jakarta International Stadiu...

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Popular

Archive

Pengunjung

32,626,110
 

close