![]() |
Trump menyampaikan pernyataan itu lewat unggahan di Truth Social. Platform itu miliknya sendiri. Ia cerita telah berbicara langsung dengan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul. Ia juga bicara dengan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet.
Dalam tulisannya, Trump menulis begini. "Mereka sepakat menghentikan semua tembakan mulai malam ini. Lalu, kembali ke perjanjian perdamaian awal yang kami buat bersama. Saya bantu mereka, plus Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim."
Kesepakatan baru ini merujuk pada perjanjian damai lama. Malaysia memediasi perjanjian itu. Gencatan senjata pertama terjadi pada Juli 2025. Saat itu, Trump tekan kedua negara. Ia ancam cabut hak istimewa perdagangan mereka. Langkah tegas itu paksa mereka berhenti bertempur.
Perjanjian itu diformalkan lagi di pertemuan regional Malaysia pada Oktober 2025. Semua pihak setuju detail lebih rinci. Tapi ketegangan muncul kembali pada November. Thailand tunda perjanjian itu. Penyebabnya insiden ranjau darat di perbatasan. Ranjau itu luka tentara Thailand.
Sejak insiden itu, kedua negara saling serang lewat propaganda. Thailand tuduh Kamboja picu konflik lama. Kamboja balas tuduh Thailand. Perselisihan ini panjang tahun. Wilayah perbatasan sering jadi sumber masalah.
Bentrokan terbaru sudah lima hari. Sebanyak 20 orang tewas. Sekitar setengah juta warga mengungsi. Mereka lari dari kedua sisi perbatasan Thailand-Kamboja. Eskalasi mulai dari dugaan penembakan. Pasukan Kamboja diduga tembak tim teknik Thailand. Thailand balas dengan serangan udara. Pesawat mereka bom area musuh dalam beberapa hari.
Trump klaim kesepakatan sudah jadi. Tapi Thailand dan Kamboja belum konfirmasi sendiri. Hingga kini, tidak ada pengakuan resmi dari keduanya. Gencatan senjata ini masih ragu statusnya.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul bilang ia sudah sampaikan ke Trump. Ia janji tanggung jawab akhiri kekerasan. Tapi ia tekankan, Kamboja yang harus bertanggung jawab utama. Konflik ini tunjukkan betapa rapuh perdamaian di perbatasan. Warga sipil paling menderita dari pertempuran singkat ini. Harapannya, kesepakatan Trump kali ini tahan lama.














