Musi Rawas, Perssilam News - Iran belum memutuskan apakah akan kembali berunding dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama enam bulan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Teheran masih menilai beberapa masalah sebelum mengambil keputusan. Dua isu utama yang menghambat pembicaraan adalah dugaan pelanggaran gencatan senjata dan masa depan Selat Hormuz, yang berkaitan dengan keamanan Iran dan hubungan dengan Amerika Serikat.
Pernyataan Araghchi muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika setelah mengalahkan Iran. Pemerintah Iran segera menolak klaim tersebut, menyatakan bahwa Selat Hormuz adalah milik mereka. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima perubahan kendali atas selat itu.
BACA JUGA: SBY mengkritik target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen yang diajukan Prabowo dalam APBN 2027
BACA JUGA: Ferran Torres Memberikan Dukungan Finansial untuk Barcelona
Advertising
Ketegangan antara kedua negara semakin meningkat karena perselisihan ini. Iran menganggap ancaman terhadap kendali selat sebagai isu kedaulatan, sementara AS mengaitkan jalur pelayaran dengan hasil perang dan tekanan terhadap Iran. Setelah enam bulan perang, Washington beralih ke strategi tekanan ekonomi untuk memperlemah pemerintah Iran. Sebelumnya, tujuan AS dan Israel adalah menggulingkan pemimpin Iran dan membuka kembali Selat Hormuz, tetapi kedua tujuan ini belum tercapai. Pemerintah Iran masih bertahan, dan penyelesaian politik yang diperlukan untuk membuka jalur pelayaran belum terwujud.
Advertising
Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengumumkan langkah ekonomi baru terhadap Iran yang termasuk isolasi ekonomi dan blokade pelabuhan. Ini akan meningkatkan tekanan pada perdagangan Iran. Ancaman ekonomi dan pernyataan tentang Selat Hormuz menunjukkan bahwa tekanan ini meluas ke bidang diplomatik dan perdagangan. Keputusan Iran untuk kembali berunding akan tertunda hingga ada kesepakatan aturan baru.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Reaksi :
Artikel Terkait






