![]() |
Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, beri keterangan lengkap. Debt collector itu tugasnya sering hentikan orang yang punya utang. Kali ini, keduanya hentikan seorang pengendara sepeda motor. Tak lama, mobil di belakang berhenti mendadak. Penumpangnya turun. Mereka langsung serang kedua debt collector itu.
"Keluar dari mobil, mereka langsung ngeroyok dengan cepat sekali," kata Kompol Mansur. "Kelompok ini tiba-tiba datang. Mereka hentikan kendaraan motor tadi." Serangan berlangsung sporadis. Tak ada kesempatan buat korban lawan.
Kedua korban jatuh tak berdaya. Tubuh mereka terperosok ke aspal. Pelaku seret mereka ke pinggir jalan. Darah mengucur deras dari luka-luka. Kondisi mengerikan. Debt collector disebut "matel" atau "mata elang" di kalangan penagih hutang. Itu istilah biasa untuk mereka.
"Pengendara mobil sempat jalan dulu," tambah Mansur. "Tapi tiba-tiba turun bantu aniaya. Gerakannya cepat dan sporadis." Akhirnya, korban dibuang di tepi jalan. Mereka lemas total.
Usai pukul, pelaku kabur seketika. Ada empat hingga lima orang. Mereka lari dengan mobil. Satu debt collector sudah meninggal di tempat. Yang lain masih bernapas, tapi kritis banget. Butuh bantuan medis cepat.
Polisi kini selidiki motifnya. Apa pemicu pengeroyokan ini? Apakah terkait utang atau hal lain? Tim gabung bukti di lokasi. Mereka cari saksi mata. Kejadian di TMP Kalibata tambah tragis. Tempat itu suci untuk pahlawan bangsa. Kekerasan begini ganggu ketenangan area itu. Warga sekitar pasti kaget. Polisi janji kejar pelaku secepatnya.














