Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for Menteri Kesehatan
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query Menteri Kesehatan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Menteri Kesehatan. Sort by date Show all posts

Sunday, 7 December 2025

Digitalisasi Kunci dalam Penanganan Kesehatan Mental di Indonesia dan Timor Leste


Indonesia, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, tekankan bahwa kesehatan mental jadi bagian utama dari sistem kesehatan nasional. Ia sampaikan hal itu di seminar internasional bertajuk “Next-Gen Health: Tech, Safety, Mental Health and Community for a Resilient Future”. Acara ini gelar pada Sabtu, 6 Desember 2025. Seminar ini kumpulkan pakar dari berbagai negara untuk bahas tantangan kesehatan di masa depan.

Dante bilang angka gangguan kesehatan mental di Indonesia masih tinggi. Sekitar 2 persen remaja di atas usia 15 tahun alami depresi. Depresi ini bikin mereka sedih berkepanjangan, kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari, dan sulit jalani rutinitas. Sebagian lagi alami psikosis. Psikosis muncul saat penderita sulit bedakan kenyataan dengan halusinasi atau delusi. “Angka gangguan kesehatan mental di Indonesia masih cukup tinggi. Sekitar 2 persen remaja usia di atas 15 tahun mengalami depresi dan sebagian mengalami psikosis,” ujar Dante saat temui wartawan di sela seminar.

Advertising

Data lain tunjukkan 4 dari setiap 1.000 keluarga di Indonesia punya anggota dengan masalah kesehatan mental. Kondisi ini picu angka bunuh diri yang tinggi. Banyak kasus bunuh diri terkait depresi tak tertangani atau tekanan sosial. Masalah ini ganggu keluarga dan masyarakat luas.

Dante jelaskan penanganan kesehatan mental butuh waktu. Tak bisa selesai sekejap. Strategi harus bertahap. Manfaatkan teknologi digital untuk bantu akses layanan. Kementerian Kesehatan RI sudah luncurkan layanan Healing 119. Ini konsultasi kesehatan mental gratis. Akses lewat WhatsApp atau telepon. Mudah dijangkau siapa saja, kapan saja.

Dalam tiga bulan pertama, Healing 119 catat lebih dari 10.000 kunjungan. Angka ini bukti banyak orang butuh bantuan cepat. Dante tegas bahwa kesehatan holistik meliputi tiga aspek. Pertama, kesehatan fisik seperti tubuh bebas penyakit. Kedua, kesehatan mental agar pikiran stabil. Ketiga, kesehatan sosial untuk hubungan baik dengan orang lain. Ketiganya saling dukung agar masyarakat kuat hadapi tantangan.

Seminar ini juga hadir Wakil Menteri Operasionalisasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan Timor-Leste, Flávio Brandão M. de Araújo. Ia bahas kesehatan mental di negaranya. Masalah utama datang dari pasca-konflik. Konflik dahulu tinggalkan trauma dalam. Peristiwa kekerasan puluhan tahun lalu masih rasakan efeknya sekarang.

“Walaupun terjadi sudah puluhan tahun lalu, dampaknya masih dirasakan hingga saat ini oleh masyarakat. Gangguan yang banyak muncul berupa kecemasan, depresi, dan gangguan kepribadian,” kata Flávio saat temui wartawan di seminar yang sama. Kecemasan bikin orang gelisah terus-menerus. Depresi picu rasa putus asa. Gangguan kepribadian ubah pola pikir dan perilaku sehari-hari.

Advertising

BACA JUGA:Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Musim 5 Mempertemukan 50 Finalis

Banyak anak di Timor-Leste lahir dari orang tua yang alami trauma konflik. Luka psikologis ini turun ke generasi anak. Anak-anak tumbuh dengan beban emosi dari cerita orang tua. Dampak trauma sering baru kelihatan setelah 20 hingga 30 tahun. Baru saat dewasa, gejala muncul nyata.

Flávio nilai penanganan di daerah pasca-konflik butuh cara khusus. Salah satunya obati trauma masa kecil, atau inner child trauma. Ini bantu orang sadar dan pulihkan luka dari pengalaman buruk waktu kecil. Peran psikoterapis harus kuat. Mereka bantu di tingkat individu, satu per satu. Juga di tingkat komunitas, lewat kelompok dukungan.

“Salah satunya melalui penyembuhan trauma masa kecil atau inner child trauma. Peran psikoterapis di tingkat individu dan komunitas juga perlu diperkuat,” tambah Flávio. Pemerintah Timor-Leste kembangkan program supportive care. Program ini dampingi masyarakat sehari-hari. Bantu mereka hadapi masalah mental dengan pendampingan rutin.

Flávio tekankan kesehatan mental dipengaruhi banyak faktor. Faktor sosial seperti hubungan antarwarga. Faktor ekonomi seperti kemiskinan. Faktor politik seperti stabilitas pemerintahan. Ketiganya bekerja sama. Pengaruhnya saling timbal balik. Upaya penanganan harus tangani semua aspek ini agar efektif.

Seminar seperti ini buka mata akan urgensi kesehatan mental. Baik di Indonesia maupun Timor-Leste. Teknologi dan komunitas jadi kunci bangun masa depan yang lebih sehat.

Advertising

Reaksi :
Share:

Monday, 24 August 2026

Menteri Kesehatan Budi mendorong para dokter di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi internasional Dokter Internasional


Musi Rawas, Perssilam News - Penyakit otak dan gangguan saraf semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia. Ketika seseorang hidup lebih lama, risiko mengalami penyakit yang berkaitan dengan proses penuaan juga ikut meningkat. Stroke, Parkinson's disease, demensia, Alzheimer, serta berbagai movement disorder menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan deteksi dan penanganan sejak awal. Gangguan tersebut dapat memengaruhi banyak sisi kehidupan pasien. Stroke, misalnya, dapat menyebabkan kelemahan pada satu sisi tubuh, gangguan bicara, kesulitan menelan, hingga masalah pada daya ingat. Parkinson's disease dapat memicu tremor, gerakan tubuh yang melambat, kekakuan otot, dan gangguan keseimbangan. Sementara itu, demensia memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, serta kemampuan seseorang dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Kondisi-kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pasien. Keluarga juga sering harus memberikan pendampingan dalam waktu panjang. Beban perawatan dapat meningkat ketika penyakit baru diketahui setelah gejalanya berat. Karena itu, pemahaman masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai tanda awal penyakit menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien. Perhatian terhadap isu tersebut menjadi salah satu bahasan utama dalam The 1st International King's-EMC Neuroscience Masterclass & Symposium 2026. Kegiatan ini mempertemukan dokter dan ahli neurologi dari Indonesia dengan sejumlah pakar dari berbagai negara, termasuk para ahli dari King's College London. Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas perkembangan ilmu saraf, tantangan diagnosis, pilihan perawatan, serta kebutuhan riset di Indonesia. Pertemuan semacam ini juga memberi kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk bertukar pengalaman mengenai kasus yang mereka temui dalam praktik. Pengetahuan dari pusat layanan kesehatan di berbagai negara dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pengembangan layanan neurologi di Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama akademik antara EMC Healthcare dan King's College London yang telah berlangsung selama tiga tahun. Pada tahap awal, kerja sama tersebut berfokus pada peningkatan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan EMC Healthcare. Program pelatihan mencakup dokter spesialis neurologi, dokter rehabilitasi medik, serta tenaga kesehatan yang bekerja di bidang rehabilitasi. Kini, kerja sama itu diperluas dengan mengikutsertakan tenaga medis dari luar jaringan EMC Healthcare. Perluasan ini membuka akses yang lebih luas bagi dokter dan tenaga kesehatan Indonesia untuk memperoleh pengetahuan dari para ahli internasional. Dengan lebih banyak peserta, hasil pembelajaran diharapkan dapat menyebar ke rumah sakit dan layanan kesehatan lain.
Advertising

BACA JUGA:
Fabian Hurzeler memuji penampilan Brighton setelah mereka mengalahkan Aston Villa dengan telak
CEO EMC Healthcare Jusup Halimi mengatakan, kerja sama tersebut berawal dari perhatian terhadap masih banyaknya kasus Parkinson's disease dan movement disorder yang terlambat didiagnosis. Movement disorder merupakan kelompok gangguan yang memengaruhi kecepatan, kelancaran, atau pola gerak tubuh. Gejalanya dapat berupa tremor, gerakan yang tidak terkendali, kekakuan, atau kesulitan memulai gerakan. Menurut Jusup, keterlambatan diagnosis dapat membuat proses perawatan menjadi lebih sulit. Dokter perlu melakukan pemeriksaan lebih menyeluruh untuk membedakan satu gangguan dengan gangguan lain. Pada sebagian pasien, gejala juga dapat terlihat seperti masalah biasa yang berkaitan dengan usia, kelelahan, atau gangguan pada sendi. "Parkinson dan movement disorder lainnya sering kali terlambat didiagnosis. Ketika diagnosis dilakukan terlambat, treatment-nya menjadi lebih kompleks, lebih sulit, dan tentunya meningkatkan biaya," ujar Jusup. Diagnosis yang lebih awal memberi kesempatan bagi pasien untuk memperoleh perawatan sesuai kebutuhannya. Dokter dapat memantau perubahan gejala, menyusun rencana terapi, serta memberi arahan kepada keluarga mengenai perawatan di rumah. Pasien juga dapat mengikuti rehabilitasi untuk membantu menjaga kemampuan bergerak dan menjalankan kegiatan sehari-hari. Jusup menilai kondisi tersebut mendorong EMC Healthcare meningkatkan perhatian terhadap Parkinson's disease dan demensia di Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun kerja sama akademik dengan King's College London. Melalui kerja sama itu, dokter dan tenaga kesehatan mendapat kesempatan untuk memperbarui pemahaman mengenai diagnosis, perawatan, serta rehabilitasi pasien dengan gangguan saraf. Selama tiga tahun terakhir, EMC Healthcare mengirimkan dokter spesialis neurologi, dokter rehabilitasi medik, dan tenaga kesehatan di bidang rehabilitasi untuk mengikuti pelatihan bersama King's College London. Pelatihan tersebut juga berlangsung melalui program di Dubai. Kegiatan ini memberi peserta paparan terhadap pendekatan klinis dan pengalaman dari para pengajar yang menangani penyakit saraf di tingkat internasional. Peningkatan pengetahuan menjadi penting karena masih ada anggapan bahwa perubahan fungsi tubuh pada usia lanjut merupakan hal yang normal dan harus diterima. Tangan yang sering bergetar, langkah yang makin pendek, tubuh yang kaku, atau kemampuan mengingat yang menurun kadang dianggap sebagai bagian biasa dari proses penuaan. Padahal, gejala tersebut dapat menjadi tanda penyakit yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. "Padahal banyak hal seperti ini sebenarnya bisa diatasi sehingga kualitas hidup para penderitanya dapat ditingkatkan," kata Jusup.
Penanganan tidak selalu berarti menghilangkan seluruh gejala. Perawatan dapat membantu mengurangi gangguan, mempertahankan kemampuan pasien, dan mencegah penurunan fungsi berlangsung lebih cepat. Pendekatan yang diberikan juga dapat melibatkan obat, latihan fisik, terapi okupasi, terapi wicara, serta dukungan bagi keluarga. Pilihannya bergantung pada kondisi dan kebutuhan setiap pasien. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang hadir dalam pembukaan The 1st International King's-EMC Neuroscience Masterclass & Symposium 2026 berharap kerja sama semacam ini mendorong lebih banyak dokter dan peneliti Indonesia terhubung dengan para ahli di luar negeri. Hubungan tersebut dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman klinis, serta gagasan penelitian. Menurut Budi, hubungan antara tenaga medis Indonesia dan ahli dari negara lain dapat membantu mempercepat pemahaman mengenai penyakit saraf. Dokter Indonesia dapat mempelajari perkembangan pemeriksaan dan perawatan di luar negeri. Pada saat yang sama, peneliti internasional juga dapat memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi sistem kesehatan Indonesia. "Saya berharap bisa menstimulasi keinginan dokter-dokter di Indonesia dan peneliti Indonesia terkait penyakit neuro seperti ini untuk bisa berhubungan dengan teman-teman di luar negeri," ujar Budi. Budi juga berharap simposium yang digelar EMC Healthcare bersama King's College London dapat membantu meningkatkan pengetahuan dokter Indonesia agar setara dengan pengetahuan dokter di luar negeri. Kesetaraan tersebut dibutuhkan supaya pasien di Indonesia memperoleh kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan sesuai standar ilmu kedokteran yang terus berkembang. "Terpenting nantinya bisa mengakselerasi pemahaman teman-teman Indonesia terhadap penyakit ini setara dengan yang di luar negeri," kata dia. Pemerintah, menurut Budi, telah memperluas akses terhadap fasilitas diagnostik. Salah satunya melalui pengembangan layanan CT scan di 514 kabupaten dan kota. CT scan dapat membantu dokter memeriksa kondisi otak, terutama pada pasien dengan dugaan stroke atau gangguan lain yang membutuhkan pemeriksaan cepat. Perluasan fasilitas tersebut membantu memperpendek waktu menuju diagnosis. Dalam kasus stroke, waktu menjadi faktor penting karena kerusakan pada jaringan otak dapat terus bertambah ketika aliran darah terganggu. Dokter membutuhkan informasi yang cepat untuk menentukan langkah perawatan yang sesuai dengan kondisi pasien. Pemerintah juga menyiapkan cath lab dan meningkatkan kompetensi dokter untuk menangani kasus stroke serta gangguan neurovaskular yang lebih kompleks. Cath lab merupakan fasilitas yang digunakan untuk memeriksa dan menangani pembuluh darah, termasuk pembuluh darah yang berkaitan dengan jantung dan sistem peredaran darah. Penguatan fasilitas dan kemampuan tenaga medis diperlukan agar pasien dengan kondisi berat dapat memperoleh penanganan yang tepat. Namun, Budi menilai tantangan berikutnya berada pada penyakit seperti Alzheimer dan demensia. Kedua penyakit ini masih menyimpan banyak pertanyaan ilmiah. Dokter dan peneliti masih terus mempelajari penyebab, proses perkembangan, faktor risiko, serta cara menemukan penyakit tersebut sebelum gejalanya menjadi berat. Demensia juga memiliki banyak bentuk dan penyebab. Penurunan daya ingat tidak selalu menunjukkan satu jenis penyakit yang sama. Pemeriksaan yang tepat diperlukan untuk melihat kondisi pasien secara menyeluruh, termasuk perubahan kemampuan berpikir, perilaku, bahasa, dan kemampuan menjalankan aktivitas harian. Karena itu, penelitian dan pengembangan teknologi untuk mendeteksi penyakit otak secara lebih dini menjadi penting. 
Advertising

BACA JUGA: 
Mengenal ScaleOcean Atlas: Satu Platform untuk Setiap Kompleksitas Bisnis
Budi mendorong pengembangan teknologi diagnostik, biomarker, genomik, kecerdasan buatan, dan bioteknologi. Biomarker merupakan tanda biologis yang dapat membantu menunjukkan adanya proses penyakit dalam tubuh. Pemeriksaan semacam ini berpotensi membantu dokter mengenali gangguan sebelum kerusakan fungsi menjadi lebih luas. Genomik juga dapat membantu peneliti memahami hubungan antara faktor genetik dan risiko penyakit tertentu. Kecerdasan buatan dapat dipelajari untuk membantu membaca hasil pemeriksaan atau mengenali pola yang sulit terlihat melalui pemeriksaan biasa. Sementara itu, bioteknologi dapat mendukung pencarian metode pemeriksaan dan terapi baru. Pengembangan teknologi tetap perlu berjalan bersama peningkatan kemampuan dokter dan tenaga kesehatan. Alat pemeriksaan yang lebih baik membutuhkan tenaga yang mampu menggunakannya dengan tepat serta menafsirkan hasil sesuai kondisi pasien. Pasien juga memerlukan layanan lanjutan, termasuk rehabilitasi dan pendampingan keluarga. The 1st International King's-EMC Neuroscience Masterclass & Symposium 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pendidikan, layanan kesehatan, dan penelitian penyakit saraf. Melalui kerja sama yang berkelanjutan, EMC Healthcare dan King's College London mendorong peningkatan kemampuan tenaga medis serta membuka akses pembelajaran bagi peserta yang lebih luas.  Penguatan tersebut diharapkan membantu Indonesia menghadapi meningkatnya kebutuhan layanan neurologi. Diagnosis yang lebih cepat, penanganan yang sesuai, dan riset yang terus berkembang dapat membantu pasien mempertahankan fungsi tubuh serta menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Artikel Terkait
Share:

Monday, 19 January 2026

Kesehatan : BPJS Kesehatan Menerapkan Sistem Rujukan yang Berdasarkan Kompetensi


Indonesia, BPJS Kesehatan saat ini telah menerapkan sistem rujukan untuk pelayanan kesehatan yang berfokus pada kompetensi fasilitas kesehatan. Mekanisme baru ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mendapatkan penanganan medis yang tepat.  

Aturan ini merujuk pada regulasi terbaru dari pemerintah untuk menjaga kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Penjelasan ini disampaikan oleh BPJS Kesehatan di Jakarta, pada hari Sabtu, 17 Januari 2026.  

"Mekanisme rujukan ini membantu memastikan bahwa peserta JKN dengan kondisi yang masih dapat ditangani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tidak menumpuk di rumah sakit rujukan lanjutan. Bayangkan jika rumah sakit dipenuhi oleh pasien dengan keluhan seperti batuk atau flu yang seharusnya bisa ditangani di FKTP, tentu hal ini akan menghambat akses bagi peserta yang benar-benar membutuhkan layanan lebih lanjut," ujar Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah.  
Advertising


Rizzky menjelaskan bahwa sistem rujukan berjenjang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 16 Tahun 2024. Kebijakan ini juga merupakan turunan langsung dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. "Sistem rujukan yang sebelumnya berjenjang berdasarkan kelas rumah sakit kini telah bergeser menjadi rujukan yang berbasis kompetensi. Artinya, rujukan langsung diarahkan ke fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan medis pasien," kata Rizzky.  

Peserta JKN dengan kondisi medis tertentu kini dapat langsung dirujuk ke layanan di rumah sakit. Kondisi tersebut mencakup perawatan rutin seperti kemoterapi, radioterapi, layanan kesehatan jiwa, serta penanganan hemofilia.
"Bagi peserta JKN yang berusia di atas 65 tahun dan rutin mengakses layanan tertentu di rumah sakit kelas, mereka juga dapat memperoleh rujukan langsung. Termasuk juga pasien yang memerlukan rencana pengobatan jangka menengah hingga panjang, yaitu lebih dari tiga bulan hingga satu tahun di rumah sakit," ucap Rizzky.
Advertising


Peserta yang menjalani cuci darah tidak perlu kembali ke fasilitas tingkat pertama untuk memperpanjang rujukan. Sementara itu, pasien dalam kondisi gawat darurat tidak diwajibkan membawa surat rujukan dari fasilitas kesehatan.

“Adanya rujukan berjenjang ini memudahkan dokter saat melakukan pemeriksaan lanjutan. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan kepada pasien bisa lebih cepat dan maksimal,” ujar Direktur Utama Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi Gunawan Susanto.
Gunawan memastikan pihaknya tidak membedakan layanan medis antara pasien umum maupun peserta program JKN. Seluruh pasien akan mendapatkan perlakuan yang sama sesuai dengan indikasi medis penyakit yang diderita.

“Saat anak saya demam tinggi beberapa hari, saya merasa ada kondisi yang tidak biasa. Setelah diperiksa dan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, kami langsung dirujuk ke rumah sakit yang tepat,” kata peserta JKN Mutiara Vania.
Advertising


Anaknya kini rutin menjalani transfusi darah di rumah sakit sejak bulan September tahun lalu. Seluruh proses pengobatan pasien thalasemia tersebut berjalan lancar karena dukungan penuh dari program JKN.

“Mulai dari konsultasi dokter, terapi, transfusi darah, hingga obat semuanya ditanggung BPJS Kesehatan. Tidak ada perbedaan perlakuan antara pasien umum dan peserta JKN. Harapannya rumah sakit lain juga dapat mengikuti jejak serupa, dan memberikan pelayanan yang maksimal bagi peserta JKN,” ujar Mutiara.

Dengarkan

Berita dan Artikel lainnya di :

Artikel Terkait
Share:

Friday, 23 January 2026

Internasional : Amerika Serikat secara resmi mengumumkan keluar dari WHO, Trump menuduh organisasi tersebut gagal dalam menangani pandemi


Indonesia, Amerika Serikat resmi cabut diri dari Organisasi Kesehatan Dunia, atau WHO. Alasan utamanya, WHO gagal jalankan tugas pokoknya. Terutama saat hadapi pandemi COVID-19. Keputusan ini diumumkan Kamis, 22 Januari 2026. Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. keluarkan pernyataan bersama. Langkah itu penuhi janji Presiden Donald Trump. Ia tandatangani Executive Order 14155 di hari pertama jabatannya. Pemerintah AS nilai WHO alami banyak kegagalan saat pandemi. Hal itu rugikan warga Amerika secara langsung. Pernyataan resmi sebut penarikan diri ini bebaskan AS dari batasan kesehatan nasional. Batasan itu selama ini hambat kebijakan mereka.
Advertising

"Amerika Serikat hari ini tarik diri dari WHO. Respons atas kegagalan organisasi itu saat pandemi COVID-19. Untuk perbaiki dampak buruk pada rakyat Amerika. Janji ditepati," tulis pernyataan bersama itu. AS tuduh WHO tinggalkan misi utama. Organisasi itu malah kejar agenda birokrasi dan politik. Itu bertentangan dengan kepentingan nasional AS. Padahal, AS salah satu pendiri WHO sejak 1948. AS juga kontributor dana terbesar selama puluhan tahun. Setiap tahun, AS bayar sekitar 16 persen anggaran WHO.

WHO gagal bagi info penting di awal pandemi. Info itu harusnya cepat dan akurat. Langkah itu bisa selamatkan banyak nyawa. AS sebut WHO tutupi kesalahan dengan alasan kesehatan publik. Pemerintah AS tuduh pengaruh politik dari negara musuh. Negara itu buat WHO tak netral lagi. Keputusan organisasi jadi tak independen. Ketegangan AS dan WHO berlangsung sampai akhir. AS tuduh WHO tolak serahkan bendera Amerika. Bendera itu berkibar di depan kantor WHO di Jenewa. WHO juga klaim AS masih wajib bayar kompensasi. "Bahkan di hari terakhir kami, penghinaan terhadap Amerika terus berlanjut," kata pernyataan itu.

Advertising

Mulai sekarang, AS hentikan semua dana ke WHO. Penugasan personel AS juga stop total. Keterlibatan AS ke depan terbatas. Hanya untuk selesaikan proses keluar. Dan lindungi kesehatan warga AS. Meski keluar, AS tetap pimpin kesehatan global. Caranya lewat kerja sama dua negara saja. Atau kemitraan langsung. Itu lebih jelas, efektif, dan hasilnya nyata. "Amerika Serikat akan terus pimpin dunia di kesehatan publik. Lindungi rakyat dari penyakit menular. Perkuat keamanan kesehatan global lewat kemitraan langsung berbasis hasil. Bukan birokrasi WHO yang gemuk dan tak efisien," tegas pernyataan itu. Penarikan diri ini koreksi ketidakadilan. Ada konflik kepentingan di WHO. Birokrasi organisasi itu stagnan. AS bilang WHO tak bisa diperbaiki lagi. "Pengunduran diri ini untuk mereka yang mati sendirian di panti jompo. Untuk usaha kecil hancur gara-gara batasan pengaruh WHO. Untuk kehidupan warga Amerika rusak akibat lambatnya organisasi ini," bunyi pernyataan.Proses keluar AS dari WHO sudah jalan setahun. Pemerintahan Trump sebelumnya stop dana. Tarik semua pejabat AS dari WHO. Alihkan kerja sama kesehatan ke jalur bilateral. Dengan negara atau lembaga lain. WHO bilang ada masalah administratif. AS punya tunggakan iuran 2024 dan 2025. Nilainya sekitar 260 juta dolar AS. WHO rencana bahas keabsahan keluarnya AS. Di rapat Februari nanti.

Advertising

BACA JUGA:Selebrita : Ammar Zoni, Kasus Ini Dipenuhi dengan Rekayasa 

Selain WHO, Trump umumkan AS keluar lagi dari Kesepakatan Paris. Soal perubahan iklim. Ini ulang kebijakan saat jabatan pertamanya. Trump cabut AS dari kesepakatan itu pada 2017. Lalu Biden masuk lagi pada 2021. Latar belakang ini penting pahami. WHO dibentuk pasca Perang Dunia II. Tujuannya koordinasi kesehatan dunia. AS dukung kuat sejak awal. Tapi pandemi COVID-19 ubah pandangan. WHO lambat akui virus dari China. Terlalu ikut narasi Beijing. AS klaim itu biaya nyawa jutaan orang. Trump janji cabut dari WHO sejak kampanye 2024. Ia sebut organisasi itu korup dan tak berguna. Kini, dengan Rubio di luar negeri dan Kennedy di kesehatan, janji itu jadi kenyataan. Langkah ini picu perdebatan global. Banyak negara khawatir dana kesehatan dunia berkurang. AS biasa beri ratusan juta dolar tiap tahun. Apa dampaknya? AS bisa alihkan dana ke program sendiri. Seperti vaksin dan pengobatan langsung ke negara miskin. Tanpa tengah birokrasi Jenewa. Kritikus bilang ini rugikan negara miskin. Tapi pendukung AS sebut lebih efisien. WHO mungkin cari pengganti dana AS. Tapi sulit. China sudah naik jadi penyumbang besar kedua. Ini tambah tuduhan AS soal pengaruh politik. Pemerintah AS yakin langkah ini lindungi rakyatnya. Mereka fokus bangun sistem kesehatan mandiri. Kerja sama dengan sekutu dekat seperti Inggris atau Israel. Hasilnya lebih cepat terlihat. Tanpa campur tangan WHO lagi. Editor Redaktur Perssilam Silampari News
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:

Monday, 29 December 2025

Ratusan Puskesmas yang Terkena Dampak Bencana Segera Akan Beroperasi Kembali


Indonesia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa 300 puskesmas di Pulau Sumatra yang rusak akibat bencana bisa segera beroperasi normal. Puskesmas ini tersebar di daerah banjir bandang dan longsor. Kementerian Kesehatan sudah percepat pemulihan layanan kesehatan di sana.

Dia bilang, "Kami akan kirim CT Scan baru langsung ke lokasi." Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan pers pada Kamis, 25 Desember 2025. CT Scan penting untuk cek penyakit serius seperti tumor atau patah tulang. Untuk X-ray mamografi, tendernya sudah rampung. Prioritas pertama diberikan ke Aceh Tamiang. Alat ini membantu deteksi dini kanker payudara pada wanita.

Advertising

Selain alat medis, Kemenkes fokus pulihkan infrastruktur dasar. Ini mencakup puskesmas dan rumah sakit di tiga provinsi: Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Langkahnya sederhana tapi krusial. Pertama, bersihkan lumpur tebal yang menutupi ruangan. Kedua, perbaiki instalasi listrik agar lampu dan alat menyala. Ketiga, pasang kembali jaringan internet untuk koordinasi. Keempat, pastikan air bersih mengalir lancar.

Menkes sudah koordinasi erat dengan Pangdam dan Kapolda di ketiga provinsi. Mereka bantu percepat pembersihan lumpur. Hasilnya terlihat cepat. Beberapa puskesmas sudah bersih total. Yang lain capai 75 persen pembersihan. Ini berarti layanan bisa jalan lagi tanpa hambatan besar.

Advertising

Menkes tekankan peran sektor telekomunikasi. Dukungan ini percepat layanan medis dan rujukan pasien. Banyak puskesmas kini punya genset cadangan listrik. Internet satelit Starlink juga dipasang. Contohnya di Puskesmas Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Starlink beri sinyal kuat di daerah terpencil. Menkes bilang, "Tanpa komunikasi, layanan kesehatan dan rujukan akan terhambat." Dokter butuh internet untuk kirim data pasien ke rumah sakit besar. Pasien bisa dirujuk cepat tanpa tunggu lama.

Bencana ini parah. Hingga Rabu, 24 Desember 2025, korban jiwa capai 1.129 orang. Data ini dari Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Dia catat tambahan 17 korban jiwa hari itu. Total naik jadi 1.129 jiwa. Korban hilang masih 174 orang. Warga mengungsi sebanyak 496.293 jiwa. Mereka butuh layanan kesehatan darurat. Pemulihan puskesmas jadi kunci selamatkan nyawa lebih banyak lagi. Koordinasi semua pihak tunjukkan komitmen pemerintah tangani bencana dengan cepat. (Red)

Dengarkan

Berita dan Artikel lainnya di :

Advertising

kali
Share:

Friday, 9 January 2026

MBG : Wakil Menteri Kesehatan Mengawasi Secara Ketat Program MBG


Indonesia, Wakil Menteri Kesehatan tegas tekankan komitmen kuat untuk awasi mutu program Makan Bergizi Gratis. Program ini kini beri makan bergizi ke 55,1 juta penerima manfaat setiap hari. Angka itu tunjukkan kemajuan cepat dalam upaya penuhi gizi anak sekolah dan kelompok rentan di seluruh negeri.

Wamenkes Benjamin Paulus Oktavianus bilang Kementerian Kesehatan fokus utama pada pengawasan keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pangan Gratis, atau SPPG. SPPG ini adalah dapur atau unit khusus yang siapkan makanan untuk program tersebut. "Kami dari Kementerian Kesehatan punya tugas adalah pengawasan," katanya pada Kamis, 8 Januari 2026.

Pengawasan itu lakukan bareng dinas kesehatan daerah. Caranya lewat sertifikasi laik higienis untuk dapur SPPG. Sertifikasi ini pastikan makanan aman, bersih, dan layak dimakan. "Maka keluarlah sertifikat untuk layak dimakan dan higienis," tambah Benny, sapaan akrab Wamenkes. Sampai sekarang, sebanyak 4.535 SPPG sudah lulus sertifikasi setelah Kemenkes lakukan evaluasi teliti dari berbagai aspek, seperti kebersihan peralatan dan proses memasak.

Advertising

Dapur SPPG yang belum penuhi standar wajib segera perbaiki kekurangan. Mereka tak boleh layani penerima manfaat sebelum lulus uji. Langkah ini cegah risiko keracunan makanan atau masalah kesehatan lain pada anak-anak.

Wamenkes nilai capaian 55,1 juta penerima manfaat sebagai prestasi hebat untuk program Makan Bergizi Gratis. "Ini suatu hal yang luar biasa dari target 82 juta," ujarnya. Target awal itu ambisius, tapi kemajuan ini sudah capai dua pertiga jalan. Program ini bantu atasi stunting dan tingkatkan prestasi belajar anak.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional atau BGN sedang bangun 500 peternakan sapi baru. Tujuannya penuhi kebutuhan susu nasional, termasuk untuk program Makan Bergizi Gratis. Susu jadi bagian penting menu bergizi harian.

Advertising

BACA JUGA:Otosport : Peluncuran Tim MotoGP 2026 Akan Dimulai Minggu Depan, Perhatikan RinciannyaToprak Razgatlioglu

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, sampaikan hal itu saat tinjau pelaksanaan program di SMK Negeri 1 Jakarta, pada Kamis yang sama. "Susunya memang banyak, kan kebutuhannya banyak. Sekarang lagi dibangun, pemerintah kan sekarang lagi bangun 500 peternakan," jelasnya. Kebutuhan susu di program ini sangat besar karena jangkau jutaan anak setiap hari. Percepatan pembangunan peternakan ini jawab tantangan pasokan lokal agar susu segar tersedia tanpa bergantung impor. Upaya gabungan Kemenkes dan BGN ini kuatkan fondasi program agar berkelanjutan jangka panjang. (Re)

Dengarkan

Berita dan Artikel lainnya di :

Advertising

Share:

Saturday, 21 February 2026

Nasional : Cak Imin Melantik Direktur Utama BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang Baru


Indonesia, Perssilam - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, melantik anggota Dewan Pengawas dan Direksi BPJS untuk masa jabatan 2026 hingga 2031. Acara ini mengikuti Keputusan Presiden Nomor 17/P dan 18/P tahun 2026. Pelantikan berlangsung di kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, pada Jumat, 20 Februari 2026.
Dalam pidato pelantikannya, Cak Imin, sapaan akrab menteri ini, tekankan peran besar jaminan sosial. Ia bilang, jaminan sosial jadi alat utama untuk tingkatkan kesejahteraan rakyat. Jaminan ini kuatkan pemberdayaan masyarakat secara keseluruhan. BPJS, atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, lahir dari undang-undang tahun 2014 untuk lindungi warga dari risiko kesehatan dan kerja.
Cak Imin jelaskan tugas Kemenko Pemberdayaan Masyarakat. "Kami pastikan negara beri kemampuan pada rakyat," katanya. Tujuannya agar rakyat bisa hidup produktif dan punya martabat. Produktif artinya bebas dari ketergantungan bantuan sosial sehari-hari. Rakyat didorong capai kemandirian yang bertahan lama. Misalnya, pekerja bisa fokus kerja tanpa takut sakit atau kecelakaan tanpa biaya besar.
Advertising

BACA JUGA:
Religi : 4 Pelajaran Berharga dari Puasa di Bulan Ramadhan menurut Syekh Muhammad Ali As-Shabuni
Ia sebut BPJS Kesehatan sebagai penjaga utama daya tahan kesehatan bangsa. Layanan ini bantu warga dapat perawatan murah saat sakit. Sementara BPJS Ketenagakerjaan lindungi buruh dari risiko sosial dan ekonomi. Contohnya, jaminan hari tua atau santunan kecelakaan kerja. Ini bantu pekerja pulih cepat dan kembali berkarya. Cak Imin tekankan komitmen bersama. "Kami dari pemberdayaan masyarakat, BPJS Kesehatan, dan kementerian lain siap layani kesehatan rakyat seoptimal mungkin," ujarnya. Layanan harus berkelanjutan. Mereka utamakan kepentingan rakyat. Jalankan tugas dengan integritas tinggi, inovasi segar, kolaborasi erat, dan ketulusan hati. Untuk periode baru ini, Prihati Pujiwaskito jabat Direktur Utama BPJS Kesehatan. BACA JUGA:Proliga : Medan Falcons Tidak Berhasil Masuk ke Final Four Proliga 2026
Saiful Hidayat pimpin BPJS Ketenagakerjaan sebagai Direktur Utama. Prihati langsung ungkap kesiapannya. Ia terima amanah kelola jaminan kesehatan nasional untuk 283 juta jiwa peserta. Angka ini hampir seluruh penduduk Indonesia. "Saya kerja sama dengan 23 ribu fasilitas kesehatan dan 3 ribu rumah sakit," tambahnya. Kerja sama ini pastikan akses layanan cepat di seluruh daerah. Prihati janji tingkatkan kualitas agar peserta puas. Pelantikan ini jadi langkah awal reformasi BPJS di era baru. Rakyat harap layanan makin dekat dan terjangkau.Editor Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:

Friday, 13 March 2026

Kesehatan : Kementerian Kesehatan Mempercepat Penghapusan Kusta melalui Deteksi Dini


Indonesia, Perssilam -  Kementerian Kesehatan teguh berkomitmen untuk mempercepat hilangnya kusta di Indonesia. Mereka fokus pada deteksi dini kasus baru. Pengobatan harus dilakukan sampai selesai. Pencegahan diberikan ke kontak erat pasien. Langkah ini bisa tekan penularan kusta. Akses layanan kesehatan juga melebar ke daerah rawan seperti Papua dan Maluku. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bicara tegas soal kusta. Penyakit ini menular. Sudah ada sejak ribuan tahun. Banyak orang hubungkan dengan stigma sosial. Ada diskriminasi berat di masyarakat. Padahal ilmu pengetahui jelas. Kusta disebabkan bakteri Mycobacterium leprae. Obatnya tersedia dan bisa sembuhkan pasien. "Kusta ini sering diasosiasikan dengan negara miskin," kata Budi Gunadi Sadikin. "Sejak ribuan tahun lalu, penyakit ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah. Muncul berbagai stigma. Padahal sekarang kita sudah tahu penyebabnya adalah bakteri. Obatnya sudah tersedia." 
Advertising

BACA JUGA:
Nasional : Kapolri memberikan instruksi kepada jajarannya untuk mengantisipasi potensi bencana selama periode
Ia sampaikan ini di Puncak Peringatan Hari Kusta Sedunia. Acara digelar di Jakarta. Tepatnya Rabu, 11 Maret 2026.  Budi tekankan pengendalian kusta dimulai dari cari kasus sebanyak mungkin. Pasien harus cepat dapat obat. Ini putus rantai penularan. Lindungi masyarakat dari bahaya penyebaran. "Jangan takut jika kasus yang ditemukan banyak," ujarnya. "Itu justru tunjukkan sistem deteksi kita bekerja baik. Temukan sebanyak-banyaknya agar bisa segera diobati. Obatnya ada. Pengobatannya bisa selesai."
Pengobatan kusta sederhana. Cukup rutin minum obat selama enam bulan. Pasien harus taat sampai habis. Kementerian Kesehatan kuatkan skrining lewat Cek Kesehatan Gratis. Program ini cari kasus dini di masyarakat. Petugas posyandu atau puskesmas lakukan pemeriksaan kulit sederhana. Bisa deteksi gejala awal seperti bercak numbuh tak sakit. Strategi Kemenkes jelas. Pertama, temukan kasus sebanyak mungkin. Kedua, obati sampai tuntas dengan obat multi-drug therapy gratis. Ketiga, beri pencegahan ke kontak erat. Seperti keluarga atau tetangga dekat. Mereka minum obat pencegah selama tiga bulan. Hasilnya, penularan berhenti. Eliminasi kusta di Indonesia jadi lebih cepat.
Advertising

BACA JUGA:
Ekonomi : KCI Sebut Lebih dari 18 Juta Kartu Multi Trip Beredar
Di Indonesia Timur, Budi dorong pemeriksaan ekstra. Cek kemungkinan bakteri tahan obat. Pakai tes genetik. Pasien langsung dapat terapi tepat. Wilayah ini endemis tinggi. Prevalensi kusta masih di atas satu per sepuluh ribu jiwa. Langkah ini cegah kegagalan pengobatan. PLT Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Andi Saguni, sebut Hari Kusta Sedunia sebagai momen besar. Ini kuatkan komitmen nasional. Hapus stigma di masyarakat. Percepat eliminasi kusta. "Peringatan ini momentum global," kata dr. Andi. "Untuk tingkatkan kesadaran. Kuatkan komitmen pemerintah dan semua pihak. Hapus stigma dan diskriminasi pada penderita kusta."BACA JUGA:Nasional : Menteri Dalam Negeri mendorong pemerintah daerah untuk mengawasi penerapan aturan yang melarang anak-anak bermain media sosial
Tahun ini, acara penuh kegiatan. Ada skrining mandiri di keluarga. Warga periksa kulit sendiri atau saudara. Cari tanda bercak putih atau mati rasa. Lomba tulis untuk jurnalis. Dorong liputan lebih dalam soal kusta. Puncaknya kampanye edukasi massal. Beri penghargaan ke puskesmas atau rumah sakit rajin temukan kasus baru. Semua ini bangun sistem deteksi kuat. Bantu capai target nol kusta di 2030.EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:

Tuesday, 14 April 2026

Kesehatan : Kementerian Kesehatan Memulai Imunisasi Campak untuk Tenaga Kesehatan Vaksinasi


Indonesia, Perssilam - Kementerian Kesehatan meluncurkan program imunisasi campak khusus untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan di rumah sakit. Langkah ini menyasar 14 provinsi yang paling parah terdampak kasus campak. Sasaran utama mencakup tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dokter magang atau internship. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyampaikan detailnya saat konferensi pers di Jakarta pada Sabtu, 11 April 2026. "Imunisasi MR ini menargetkan 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi. Selain itu, 28.321 dokter internship di seluruh Indonesia juga ikut serta," katanya.
Advertising

BACA JUGA:
La Liga : Lamine Yamal menjadikan Neymar Jr dan LeBron James sebagai sumber inspirasi
Campak, atau measles dalam bahasa Inggris, adalah penyakit virus yang sangat menular melalui udara. Penyakit ini sering menyerang anak-anak, tapi tenaga kesehatan rentan karena sering kontak dekat dengan pasien. Vaksin MR menggabungkan perlindungan terhadap campak dan rubella. Program ini prioritaskan mereka agar tetap sehat saat bertugas.
Hingga konferensi pers itu, sudah 565 tenaga kesehatan dan tenaga medis yang divaksin. Andi menegaskan program akan berlanjut tanpa henti sampai semua sasaran tercapai. "Jika seseorang punya riwayat satu dosis, cukup satu dosis tambahan. Tapi kalau belum pernah, berikan dua dosis dengan jarak minimal 28 hari," jelasnya.
Setiap suntikan vaksin berisi 0,5 mililiter. Cara pemberiannya injeksi subkutan, yaitu tusuk jarum ke lapisan lemak tepat di bawah kulit. Metode ini aman dan efektif agar vaksin meresap baik ke tubuh. Tujuannya jelas: tingkatkan kekebalan tenaga kesehatan. Ini juga cegah penyebaran campak di rumah sakit atau puskesmas, tempat pasien ramai datang.
Andi ulangi penekanannya. "Setiap dosis vaksin MR 0,5 mililiter lewat injeksi subkutan di jaringan lemak bawah kulit. Program ini kuatkan perlindungan tenaga kesehatan dan blokir penularan campak di fasilitas kesehatan."
Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, tambahkan alasan pemilihan sasaran. Penetapan prioritas ini karena angka kasus campak melonjak tinggi di provinsi-provinsi tertentu. Tenaga kesehatan magang pun masuk daftar, meski statusnya sementara. "Kita fokus ke daerah dengan peningkatan kasus paling banyak. Vaksinasi tidak disebar rata ke semua provinsi," ujarnya. Pilihan ini logis. Provinsi dengan kasus tinggi butuh perlindungan cepat. Contohnya, rumah sakit di sana sering jadi pusat penularan. Tenaga medis yang kebal campak bisa lindungi diri sendiri dan pasien. 
Dokter internship, yang masih belajar praktek, paling rawan karena pengalaman kurang. Program imunisasi ini bagian dari upaya nasional kendalikan wabah campak. Kemenkes harap angka kasus turun drastis setelah semua sasaran divaksin. Masyarakat tanya-tanya: bagaimana cek riwayat imunisasi? Cukup periksa buku catatan vaksin atau tes darah sederhana di puskesmas. Ini pastikan dosis tepat tanpa boros vaksin.
Dengan total sasaran lebih dari 290 ribu orang, program ini skala besar. Data awal tunjukkan penerimaan baik. Hanya 565 yang sudah vaksin saat konferensi, tapi proses percepatan sedang jalan. Kemenkes pantau ketat agar tidak ada kendala logistik atau penolakan. Langkah ini tunjukkan komitmen lindungi garda terdepan pertahanan kesehatan bangsa.
EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×