
Advertising
Ia sampaikan ini di Puncak Peringatan Hari Kusta Sedunia. Acara digelar di Jakarta. Tepatnya Rabu, 11 Maret 2026. Budi tekankan pengendalian kusta dimulai dari cari kasus sebanyak mungkin. Pasien harus cepat dapat obat. Ini putus rantai penularan. Lindungi masyarakat dari bahaya penyebaran. "Jangan takut jika kasus yang ditemukan banyak," ujarnya. "Itu justru tunjukkan sistem deteksi kita bekerja baik. Temukan sebanyak-banyaknya agar bisa segera diobati. Obatnya ada. Pengobatannya bisa selesai."
Pengobatan kusta sederhana. Cukup rutin minum obat selama enam bulan. Pasien harus taat sampai habis. Kementerian Kesehatan kuatkan skrining lewat Cek Kesehatan Gratis. Program ini cari kasus dini di masyarakat. Petugas posyandu atau puskesmas lakukan pemeriksaan kulit sederhana. Bisa deteksi gejala awal seperti bercak numbuh tak sakit. Strategi Kemenkes jelas. Pertama, temukan kasus sebanyak mungkin. Kedua, obati sampai tuntas dengan obat multi-drug therapy gratis. Ketiga, beri pencegahan ke kontak erat. Seperti keluarga atau tetangga dekat. Mereka minum obat pencegah selama tiga bulan. Hasilnya, penularan berhenti. Eliminasi kusta di Indonesia jadi lebih cepat.
Di Indonesia Timur, Budi dorong pemeriksaan ekstra. Cek kemungkinan bakteri tahan obat. Pakai tes genetik. Pasien langsung dapat terapi tepat. Wilayah ini endemis tinggi. Prevalensi kusta masih di atas satu per sepuluh ribu jiwa. Langkah ini cegah kegagalan pengobatan. PLT Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Andi Saguni, sebut Hari Kusta Sedunia sebagai momen besar. Ini kuatkan komitmen nasional. Hapus stigma di masyarakat. Percepat eliminasi kusta. "Peringatan ini momentum global," kata dr. Andi. "Untuk tingkatkan kesadaran. Kuatkan komitmen pemerintah dan semua pihak. Hapus stigma dan diskriminasi pada penderita kusta."
BACA JUGA:Nasional : Menteri Dalam Negeri mendorong pemerintah daerah untuk mengawasi penerapan aturan yang melarang anak-anak bermain media sosial
BACA JUGA:Nasional : Menteri Dalam Negeri mendorong pemerintah daerah untuk mengawasi penerapan aturan yang melarang anak-anak bermain media sosialTahun ini, acara penuh kegiatan. Ada skrining mandiri di keluarga. Warga periksa kulit sendiri atau saudara. Cari tanda bercak putih atau mati rasa. Lomba tulis untuk jurnalis. Dorong liputan lebih dalam soal kusta. Puncaknya kampanye edukasi massal. Beri penghargaan ke puskesmas atau rumah sakit rajin temukan kasus baru. Semua ini bangun sistem deteksi kuat. Bantu capai target nol kusta di 2030.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :













