Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Kesehatan : Kementerian Kesehatan Mempercepat Penghapusan Kusta melalui Deteksi Dini ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Jumat, Maret 13, 2026

Kesehatan : Kementerian Kesehatan Mempercepat Penghapusan Kusta melalui Deteksi Dini


Indonesia, Perssilam -  Kementerian Kesehatan teguh berkomitmen untuk mempercepat hilangnya kusta di Indonesia. Mereka fokus pada deteksi dini kasus baru. Pengobatan harus dilakukan sampai selesai. Pencegahan diberikan ke kontak erat pasien. Langkah ini bisa tekan penularan kusta. Akses layanan kesehatan juga melebar ke daerah rawan seperti Papua dan Maluku. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bicara tegas soal kusta. Penyakit ini menular. Sudah ada sejak ribuan tahun. Banyak orang hubungkan dengan stigma sosial. Ada diskriminasi berat di masyarakat. Padahal ilmu pengetahui jelas. Kusta disebabkan bakteri Mycobacterium leprae. Obatnya tersedia dan bisa sembuhkan pasien. "Kusta ini sering diasosiasikan dengan negara miskin," kata Budi Gunadi Sadikin. "Sejak ribuan tahun lalu, penyakit ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah. Muncul berbagai stigma. Padahal sekarang kita sudah tahu penyebabnya adalah bakteri. Obatnya sudah tersedia." 
Advertising

BACA JUGA:
Nasional : Kapolri memberikan instruksi kepada jajarannya untuk mengantisipasi potensi bencana selama periode
Ia sampaikan ini di Puncak Peringatan Hari Kusta Sedunia. Acara digelar di Jakarta. Tepatnya Rabu, 11 Maret 2026.  Budi tekankan pengendalian kusta dimulai dari cari kasus sebanyak mungkin. Pasien harus cepat dapat obat. Ini putus rantai penularan. Lindungi masyarakat dari bahaya penyebaran. "Jangan takut jika kasus yang ditemukan banyak," ujarnya. "Itu justru tunjukkan sistem deteksi kita bekerja baik. Temukan sebanyak-banyaknya agar bisa segera diobati. Obatnya ada. Pengobatannya bisa selesai."
Pengobatan kusta sederhana. Cukup rutin minum obat selama enam bulan. Pasien harus taat sampai habis. Kementerian Kesehatan kuatkan skrining lewat Cek Kesehatan Gratis. Program ini cari kasus dini di masyarakat. Petugas posyandu atau puskesmas lakukan pemeriksaan kulit sederhana. Bisa deteksi gejala awal seperti bercak numbuh tak sakit. Strategi Kemenkes jelas. Pertama, temukan kasus sebanyak mungkin. Kedua, obati sampai tuntas dengan obat multi-drug therapy gratis. Ketiga, beri pencegahan ke kontak erat. Seperti keluarga atau tetangga dekat. Mereka minum obat pencegah selama tiga bulan. Hasilnya, penularan berhenti. Eliminasi kusta di Indonesia jadi lebih cepat.
Advertising

BACA JUGA:
Ekonomi : KCI Sebut Lebih dari 18 Juta Kartu Multi Trip Beredar
Di Indonesia Timur, Budi dorong pemeriksaan ekstra. Cek kemungkinan bakteri tahan obat. Pakai tes genetik. Pasien langsung dapat terapi tepat. Wilayah ini endemis tinggi. Prevalensi kusta masih di atas satu per sepuluh ribu jiwa. Langkah ini cegah kegagalan pengobatan. PLT Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Andi Saguni, sebut Hari Kusta Sedunia sebagai momen besar. Ini kuatkan komitmen nasional. Hapus stigma di masyarakat. Percepat eliminasi kusta. "Peringatan ini momentum global," kata dr. Andi. "Untuk tingkatkan kesadaran. Kuatkan komitmen pemerintah dan semua pihak. Hapus stigma dan diskriminasi pada penderita kusta."BACA JUGA:Nasional : Menteri Dalam Negeri mendorong pemerintah daerah untuk mengawasi penerapan aturan yang melarang anak-anak bermain media sosial
Tahun ini, acara penuh kegiatan. Ada skrining mandiri di keluarga. Warga periksa kulit sendiri atau saudara. Cari tanda bercak putih atau mati rasa. Lomba tulis untuk jurnalis. Dorong liputan lebih dalam soal kusta. Puncaknya kampanye edukasi massal. Beri penghargaan ke puskesmas atau rumah sakit rajin temukan kasus baru. Semua ini bangun sistem deteksi kuat. Bantu capai target nol kusta di 2030.EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
Advertising
You Might Like
BRI Super League
Religi
Random Post
Nasional



X

Premier League

BRI Super League : Persija memberikan waktu libur kepada skuadnya pada saat perayaan Idulfitri

Indonesia, Perssilam - Setelah menyelesaikan laga pekan ke-25 Liga 1 2025/2026 melawan Dewa United Banten FC di Jakarta International Stadiu...

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Popular

Archive

Pengunjung

32,626,110
 

close