Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Nasional : Menjelang bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri, Kementerian Pertanian memastikan bahwa kejahatan pangan akan ditindak dengan tegas ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Advertising
Dark Mode

Pages

Friday, January 23, 2026

Nasional : Menjelang bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri, Kementerian Pertanian memastikan bahwa kejahatan pangan akan ditindak dengan tegas


Indonesia, Pemerintah tegas nyatakan tak beri celah sama sekali buat kejahatan pangan. Praktik ini bisa rusak stabilitas negara. Ia juga ancam hak hidup warga biasa. Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, pelanggaran macam penimbunan stok, penyelundupan barang, pengoplosan makanan, repacking kemasan palsu, plus manipulasi alur distribusi bakal ditangani keras. Penimbunan berarti simpan bahan pokok banyak-banyak demi untung besar saat harga melonjak. Pengoplosan campur aduk bahan jelek ke produk bagus, bahaya buat kesehatan. Repacking ganti label asli supaya kelihatan baru. Semua ini sering terjadi saat permintaan makanan naik tajam di bulan puasa.
Advertising

Kejahatan pangan setara kejahatan manusiawi. Dampaknya luas, sentuh jutaan orang sehari-hari. Bisa sebabkan kelaparan, sakit perut massal, atau kerusuhan sosial. Bayangin, anak kecil makan beras oplosan beracun. Atau keluarga miskin tak sanggup beli sembako gara-gara harga digelembungkan.

Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, Kepala Satgas Pangan Polri, dukung penuh langkah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Tujuannya jaga pasokan dan harga pangan stabil di seluruh negeri. Ade Safri bilang, ini bukan cuma urusan duit. Dampaknya ancam nyawa rakyat dan kesehatan umum."Kejahatan pangan bukan sekadar persoalan ekonomi. Dampaknya bisa sistemik dan menyentuh hak dasar manusia. Karena itu, negara wajib hadir dan bertindak tegas," kata Ade dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Januari 2026.

Advertising

Ia sebut pelanggaran pidana di pangan. Contoh, timbun beras atau minyak goreng buat jual mahal nanti. Oplosan gula dengan pasir, atau kemas ulang barang kadaluarsa. Penyelundupan lewat perbatasan liar, seperti bawa impor ilegal tanpa cek. Jual makanan tanpa label mutu atau izin BPOM. Semua berujung penjara. Satgas Pangan Polri awasi dari hulu ke hilir. Hulu artinya lahan sawah dan pabrik. Hilir jualan di pasar dan toko. Tujuannya temukan jejak kejahatan dini. "Jika ditemukan praktik penimbunan, penyelundupan, pengoplosan, atau impor ilegal, maka penegakan hukum akan kami lakukan sebagai langkah terakhir," tegas Ade Safri. Mereka utamakan cara halus dulu. Beri peringatan dan cegah. Tapi kalau bandar bandel, polisi langsung gerak. "Penegakan hukum menjadi benteng terakhir. Ketika langkah itu diambil, kami pastikan akan dilakukan secara tegas," tambahnya. Ini jawab kekhawatiran warga soal mafia pangan yang suka lolos.Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman nilai kejahatan ini rusak hukum plus nilai kemanusiaan. Langgar Pancasila, khususnya gotong royong dan keadilan sosial. "Ini bukan sekadar pelanggaran aturan. Tindakan seperti ini melanggar nilai kemanusiaan dan Pancasila. Jangan ganggu hak hidup rakyat, apalagi menjelang bulan suci," katanya.
Advertising

BACA JUGA:BMKG : BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang akan mengguyur Jakarta hari ini Metropolitan 

Amran tak mau toleransi sama sekali. Bandar untung dari kebutuhan dasar rakyat? Langsung cabut izin usaha. Proses hukum cepat. "Kalau melanggar, jangan ragu untuk ditindak, cabut izinnya dan proses secara hukum," tegasnya. Ia yakin harga pangan tak perlu naik. Khusus beras, stok aman besar. Saat ini 3,3 juta ton tersedia. Proyeksi naik ke 5-6 juta ton Mei-Juli 2026. Pemerintah siapkan 1,5 juta ton beras SPHP. Itu buat operasi pasar dan bazar murah. Bantu warga beli harga wajar. Harga beras dunia malah turun. Jadi, kenaikan lokal tak berdasar. Tak ada alasan buat pedagang naikkan harga seenaknya.

"Dengan kerendahan hati, mari kita jaga Ramadan dan Lebaran ini bersama. Jangan sampai rakyat kecil terbebani. Kita bergandengan tangan menjaga Merah Putih," tutup Mentan Amran. Pesan ini ajak semua pihak ikut jaga ketahanan pangan. Petani, pedagang, polisi, dan warga. Biar bulan suci tenang, tanpa bayang mafia harga.Editor Redaktur Perssilam Silampari News
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:
You Might Like
×
Rekomendasi
×
Iklan
📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

b

×

Premier League

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Archive

Total Pageviews