
Indonesia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa 300 puskesmas di Pulau Sumatra yang rusak akibat bencana bisa segera beroperasi normal. Puskesmas ini tersebar di daerah banjir bandang dan longsor. Kementerian Kesehatan sudah percepat pemulihan layanan kesehatan di sana.
Dia bilang, "Kami akan kirim CT Scan baru langsung ke lokasi." Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan pers pada Kamis, 25 Desember 2025. CT Scan penting untuk cek penyakit serius seperti tumor atau patah tulang. Untuk X-ray mamografi, tendernya sudah rampung. Prioritas pertama diberikan ke Aceh Tamiang. Alat ini membantu deteksi dini kanker payudara pada wanita.
Selain alat medis, Kemenkes fokus pulihkan infrastruktur dasar. Ini mencakup puskesmas dan rumah sakit di tiga provinsi: Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Langkahnya sederhana tapi krusial. Pertama, bersihkan lumpur tebal yang menutupi ruangan. Kedua, perbaiki instalasi listrik agar lampu dan alat menyala. Ketiga, pasang kembali jaringan internet untuk koordinasi. Keempat, pastikan air bersih mengalir lancar.
Menkes sudah koordinasi erat dengan Pangdam dan Kapolda di ketiga provinsi. Mereka bantu percepat pembersihan lumpur. Hasilnya terlihat cepat. Beberapa puskesmas sudah bersih total. Yang lain capai 75 persen pembersihan. Ini berarti layanan bisa jalan lagi tanpa hambatan besar.
Menkes tekankan peran sektor telekomunikasi. Dukungan ini percepat layanan medis dan rujukan pasien. Banyak puskesmas kini punya genset cadangan listrik. Internet satelit Starlink juga dipasang. Contohnya di Puskesmas Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Starlink beri sinyal kuat di daerah terpencil. Menkes bilang, "Tanpa komunikasi, layanan kesehatan dan rujukan akan terhambat." Dokter butuh internet untuk kirim data pasien ke rumah sakit besar. Pasien bisa dirujuk cepat tanpa tunggu lama.
Bencana ini parah. Hingga Rabu, 24 Desember 2025, korban jiwa capai 1.129 orang. Data ini dari Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Dia catat tambahan 17 korban jiwa hari itu. Total naik jadi 1.129 jiwa. Korban hilang masih 174 orang. Warga mengungsi sebanyak 496.293 jiwa. Mereka butuh layanan kesehatan darurat. Pemulihan puskesmas jadi kunci selamatkan nyawa lebih banyak lagi. Koordinasi semua pihak tunjukkan komitmen pemerintah tangani bencana dengan cepat. (Red)
Dengarkan
Berita dan Artikel lainnya di :













