
Indonesia, Perssilam - Kementerian Kesehatan meluncurkan program imunisasi campak khusus untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan di rumah sakit. Langkah ini menyasar 14 provinsi yang paling parah terdampak kasus campak. Sasaran utama mencakup tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dokter magang atau internship. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyampaikan detailnya saat konferensi pers di Jakarta pada Sabtu, 11 April 2026. "Imunisasi MR ini menargetkan 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi. Selain itu, 28.321 dokter internship di seluruh Indonesia juga ikut serta," katanya.
Advertising
Campak, atau measles dalam bahasa Inggris, adalah penyakit virus yang sangat menular melalui udara. Penyakit ini sering menyerang anak-anak, tapi tenaga kesehatan rentan karena sering kontak dekat dengan pasien. Vaksin MR menggabungkan perlindungan terhadap campak dan rubella. Program ini prioritaskan mereka agar tetap sehat saat bertugas.
Hingga konferensi pers itu, sudah 565 tenaga kesehatan dan tenaga medis yang divaksin. Andi menegaskan program akan berlanjut tanpa henti sampai semua sasaran tercapai. "Jika seseorang punya riwayat satu dosis, cukup satu dosis tambahan. Tapi kalau belum pernah, berikan dua dosis dengan jarak minimal 28 hari," jelasnya.
Setiap suntikan vaksin berisi 0,5 mililiter. Cara pemberiannya injeksi subkutan, yaitu tusuk jarum ke lapisan lemak tepat di bawah kulit. Metode ini aman dan efektif agar vaksin meresap baik ke tubuh. Tujuannya jelas: tingkatkan kekebalan tenaga kesehatan. Ini juga cegah penyebaran campak di rumah sakit atau puskesmas, tempat pasien ramai datang.
Advertising
Andi ulangi penekanannya. "Setiap dosis vaksin MR 0,5 mililiter lewat injeksi subkutan di jaringan lemak bawah kulit. Program ini kuatkan perlindungan tenaga kesehatan dan blokir penularan campak di fasilitas kesehatan."
Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, tambahkan alasan pemilihan sasaran. Penetapan prioritas ini karena angka kasus campak melonjak tinggi di provinsi-provinsi tertentu. Tenaga kesehatan magang pun masuk daftar, meski statusnya sementara. "Kita fokus ke daerah dengan peningkatan kasus paling banyak. Vaksinasi tidak disebar rata ke semua provinsi," ujarnya. Pilihan ini logis. Provinsi dengan kasus tinggi butuh perlindungan cepat. Contohnya, rumah sakit di sana sering jadi pusat penularan. Tenaga medis yang kebal campak bisa lindungi diri sendiri dan pasien.
Advertising
Dokter internship, yang masih belajar praktek, paling rawan karena pengalaman kurang. Program imunisasi ini bagian dari upaya nasional kendalikan wabah campak. Kemenkes harap angka kasus turun drastis setelah semua sasaran divaksin. Masyarakat tanya-tanya: bagaimana cek riwayat imunisasi? Cukup periksa buku catatan vaksin atau tes darah sederhana di puskesmas. Ini pastikan dosis tepat tanpa boros vaksin.
Dengan total sasaran lebih dari 290 ribu orang, program ini skala besar. Data awal tunjukkan penerimaan baik. Hanya 565 yang sudah vaksin saat konferensi, tapi proses percepatan sedang jalan. Kemenkes pantau ketat agar tidak ada kendala logistik atau penolakan. Langkah ini tunjukkan komitmen lindungi garda terdepan pertahanan kesehatan bangsa.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











