Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for Gubernur Herman Deru
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query Gubernur Herman Deru. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Gubernur Herman Deru. Sort by date Show all posts

Saturday, 25 October 2025

Gubernur Herman Deru Resmi Membuka Festival Rempah 2025: Meningkatkan Kekayaan Alam Sumatera Selatan ke Tingkat Nasional

Gubernur Herman Deru Resmi Membuka Festival Rempah 2025: Meningkatkan Kekayaan Alam Sumatera Selatan ke Tingkat Nasional

Indonesia, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, secara resmi membuka Festival Rempah Tahun 2025. Acara ini diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan. Festival berlangsung selama tiga hari penuh, tepatnya dari 24 hingga 26 Oktober 2025. Tujuannya sederhana tapi penting: memperkenalkan kekayaan rempah khas dari berbagai daerah di Bumi Sriwijaya. Lokasinya di PTC Mall, Palembang, dimulai pada Jumat, 24 Oktober 2025. Rempah-rempah ini meliputi bumbu-bumbu alami seperti lada hitam dari Ogan Komering Ilir atau jahe merah dari daerah pegunungan. Mereka bukan sekadar tanaman biasa, tapi bagian dari sejarah panjang Sumatera Selatan sebagai pusat perdagangan rempah sejak era Kerajaan Sriwijaya.

Di tengah hiruk-pikuk pembukaan, Gubernur Herman Deru berpidato dengan penuh semangat. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya festival ini. Kebanggaannya terpancar jelas saat ia bicara. Menurutnya, rempah bukan hanya warisan budaya yang turun-temurun. Ia juga melihat rempah sebagai potensi ekonomi raksasa bagi warga Sumsel. Bayangkan saja, rempah bisa jadi sumber pendapatan utama jika dikelola dengan baik. Di Sumatera Selatan, lahan subur menghasilkan rempah dalam jumlah besar setiap tahun. Ini bisa mendukung ribuan petani lokal dan membuka lapangan kerja baru.

Gubernur menekankan poin itu dengan tegas. Festival Rempah 2025 ini jadi momen krusial. Para bupati dan wali kota di Sumatera Selatan harus lebih peka terhadap kekayaan rempah yang ada. Jadikan daerah masing-masing sebagai pusat produksi dan pemasaran komoditas ini. Rempah punya banyak manfaat nyata. Bisa untuk kebutuhan sehari-hari di dapur rumah tangga. Atau dijadikan produk unggulan yang menarik pembeli dari luar negeri. “Festival Rempah 2025 ini menjadi momentum bagi para bupati dan wali kota di Sumatera Selatan untuk lebih melek terhadap kekayaan rempah yang kita miliki. Jadikan daerah kita sebagai penghasil dan penggerak komoditas rempah. Banyak manfaat dari rempah, baik untuk kebutuhan sendiri maupun sebagai produk unggulan yang bisa menarik pasar luar,” ujar Gubernur dengan nada yakin.

Lebih lanjut, Herman Deru mengajak semua warga Sumsel untuk bergerak. Ia dorong masyarakat memanfaatkan dan memberdayakan alam sekitar. Sumatera Selatan punya sumber daya alam yang melimpah ruah. Jangan biarkan kekayaan ini terabaikan begitu saja. Rempah melampaui soal rasa enak di masakan. Ia juga jadi identitas daerah yang unik. Plus, rempah buka peluang ekonomi segar untuk masa depan. “Mari kita dayagunakan sumber daya kita yang melimpah. Jangan sampai kekayaan ini tidak dimanfaatkan. Rempah bukan hanya soal rasa, tapi juga identitas daerah dan peluang ekonomi,” tambahnya, sambil menatap hadirin dengan tatapan penuh harap.

Advertising

Baca Juga:

Pegawai Bank BUMN di Cimahi telah melakukan penipuan terhadap dana nasabah sebesar Rp1,5 miliar, yang mengakibatkan 39 orang menjadi korban

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel, Feby Deru, ikut berbicara di kesempatan yang sama. Ia jelaskan bahwa festival ini lebih dari sekadar pameran biasa. Ini bentuk nyata kebanggaan terhadap hasil bumi Sumatera Selatan. PKK, sebagai organisasi yang fokus pada pemberdayaan keluarga dan perempuan, ingin dorong warga menghargai rempah sebagai identitas lokal. Tahun ini, acara melibatkan ICSB atau Indonesia Creative Small Business. Juga para pelaku usaha mikro kecil menengah di bidang kuliner. Tema Asian Food dipilih agar rempah Sumsel tampil lebih modern. “Kami di PKK tidak hanya ingin membantu memasarkan rempah, tetapi juga menanamkan rasa bangga terhadap hasil rempah yang merupakan identitas daerah kita. Tahun ini kami juga melibatkan ICSB dan para pelaku UMKM kuliner dengan tema Asian Food agar potensi rempah kita bisa dikemas lebih modern dan menarik,” jelas Feby Deru dengan senyum lebar.

Festival Rempah 2025 benar-benar meriah. Stand-stand dari PKK di tingkat kabupaten dan kota se-Sumsel berjejer rapi. Setiap stand tunjukkan rempah asli dari daerahnya. Ada juga tenant UMKM dari ICSB Sumatera Selatan. Mereka hadirkan beragam olahan rempah. Mulai dari bumbu masakan tradisional seperti sambal andaliman khas OKU. Hingga produk inovatif berbasis herbal, misalnya teh jahe campur kunyit untuk kesehatan. Pengunjung bisa cicipi langsung masakan Asia yang pakai rempah lokal. Ini bantu mereka paham betapa serbagunanya rempah Sumsel. Acara seperti ini jawab pertanyaan umum: bagaimana rempah bisa jadi andalan ekonomi? Dengan pemasaran kreatif, rempah tak lagi terbatas di pasar lokal. Ia bisa go global, tarik wisatawan dan eksportir.

Advertising

Baca Juga:

Kabupaten Musi Banyuasin berdiri kokoh di posisi teratas klasemen sementara Pekan Olahraga Provinsi ke-15 Sumatera Selatan

Pembukaan festival dihadiri tokoh-tokoh penting. Di antaranya Walikota Lubuk Linggau, Rachmat Hidayat. Bupati Muara Enim, Edison. Bupati Banyuasin, Askolani. Walikota Prabumulih, H. Arlan. Bupati OKU, Teddy Meilwansyah. Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad. Bupati OKI, Muchendi. Ada juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Rachmat Wibowo. Tak ketinggalan para Ketua TP PKK dari kabupaten dan kota se-Sumsel. Serta Koordinator ICSB Sumsel, Samanta Tivani HD. Kehadiran mereka tunjukkan dukungan luas untuk inisiatif ini.

Festival ini lahir dari semangat kebersamaan yang kuat. Warga Sumsel bangga dengan kekayaan daerahnya. Acara jadi bukti kolaborasi nyata. Pemerintah, PKK, pelaku usaha, dan masyarakat bersatu. Mereka angkat rempah-rempah Sumatera Selatan ke level lebih tinggi. Rempah tak lagi hanya bahan dapur sederhana. Kini ia simbol identitas yang kuat. Juga daya saing daerah yang kompetitif. Melalui festival seperti ini, potensi rempah bisa berkembang. Petani dapat harga lebih baik. UMKM tumbuh pesat. Dan Sumatera Selatan semakin dikenal sebagai lumbung rempah berkualitas.

Advertising

Baca Juga:

Komdigi terus memantau proses belajar di Sekolah Rakyat. Tim ini bekerja tanpa henti untuk memastikan semua berjalan lancar

TAG :
Reaksi : 


Share:

Sunday, 26 October 2025

Mahaloka.com Menyajikan Pengalaman Wisata Kuliner pada Hari Minggu Pagi di Bumi Silampari Desa Mataram, Kecamatan Tugu Mulyo, Kabupaten Musi Rawas, dengan Pemandangan Bukit Barisan yang Masih Alami

Mahaloka.com Menyajikan Pengalaman Wisata Kuliner pada Hari Minggu Pagi di Bumi Silampari Desa Mataram, Kecamatan Tugu Mulyo, Kabupaten Musi Rawas, dengan Pemandangan Bukit Barisan yang Masih Alami

Indonesia,  Kunjungi Mahaloka.com segera. Rasakan wisata kuliner yang penuh kegembiraan di pagi Minggu. Tempat utama berada di Desa Mataram. Desa ini masuk wilayah Kecamatan Tugu Mulyo. Kabupaten Musi Rawas menjadi tuan rumahnya. Suasana di sana begitu tenang dan damai. Pemandangan Bukit Barisan tampak masih asli dan indah. Bukit Barisan merupakan rangkaian pegunungan panjang di Pulau Sumatera. Pegunungan ini ditutupi hutan hijau yang lebat dan rindang. Udara segar dan bersih menyambut setiap pengunjung. Penduduk desa menyajikan hidangan lokal yang segar dan nikmat. Mereka menghidangkan makanan tradisional khas Pulau Jawa. Misalnya, nasi liwet yang sederhana tapi gurih, atau tempe goreng yang renyah. Selain itu, ada kuliner spesial dari Bumi Silampari. Minuman tradisional pun ikut tersedia.


Cobalah jamu herbal yang menyegarkan badan. Atau wedang uwuh, minuman hangat dari campuran rempah-rempah. Di Yogyakarta dan Solo, wedang uwuh dikenal sebagai minuman favorit para raja. Semua hidangan ini melengkapi pengalaman wisata Anda. Pagi hari adalah waktu terbaik untuk berkunjung. Matahari terbit menyinari bukit-bukit di sekitar. Cahaya pagi menambah keindahan pemandangan alam. Banyak orang datang dari jauh. Mereka ingin melupakan kelelahan rutinitas kota yang ramai. Desa Mataram dikenal dengan keramahannya. Warga desa menyambut tamu dengan senyum hangat dan ramah. Akses ke sana cukup mudah. Lokasinya tepat di pinggir jalan utama. Cukup ikuti petunjuk sederhana yang ada. Wisata ini lebih dari sekadar makan-makan. Anda bisa menikmati alunan musik Jawa yang lembut dan menenangkan. Suara musik campursari menambah rasa autentik pada suasana. Datanglah langsung ke tempat itu.


Pengalaman tak terlupakan pasti Anda dapatkan. Desa Mataram menawarkan pelarian sempurna dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Hutan hijau Bukit Barisan memberikan ketenangan alami yang langka. Hidangan Jawa seperti nasi liwet, yang dimasak dengan daun salam dan santan, membawa rasa rumah. Tempe gorengnya dibuat dari kedelai lokal, renyah di luar dan lembut di dalam. Kuliner Bumi Silampari sering kali menggunakan bahan segar dari kebun desa. Jamu herbalnya terbuat dari jahe, kunyit, dan daun sirih, baik untuk pencernaan. Wedang uwuh, dengan kayu manis dan cengkeh, hangatkan tubuh di pagi yang sejuk. Pengunjung biasanya tiba saat fajar menyingsing. Bukit-bukit berwarna emas di bawah sinar matahari. Banyak yang datang dari kota besar seperti Lubuk linggau dan sekitarnya serta masyarakat lokal yang disebut wilayah Merasi Atau Klones. Mereka cari ketenangan yang hilang di tengah polusi. Warga desa, mayoritas petani, bagikan cerita lokal sambil sajikan makanan. Jalan utama yang lebar memudahkan kendaraan roda empat. Petunjuk arahnya jelas, dengan plang kayu sederhana. Musik campursari,. Mahaloka.com beri info lengkap soal jadwal dan reservasi. Jangan lewatkan kesempatan ini.

Share:

Monday, 3 November 2025

Gelaran besar Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan ke-15 tahun 2025 akhirnya ditutup secara resmi

Gelaran besar Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan ke-15 tahun 2025 akhirnya ditutup secara resmi

Indonesia,  Gelaran besar Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan edisi ke-15 tahun 2025 akhirnya ditutup secara resmi. Acara itu berlangsung di Stable Berkuda Sekayu pada Sabtu malam, 1 November 2025. Kabupaten Musi Banyuasin, atau disingkat Muba, tampil gemilang sebagai tuan rumah. Mereka tidak hanya sukses menggelar event ini. Muba juga meraih gelar juara umum dengan prestasi mencolok. Tim atlet Muba kumpulkan 179 medali emas, 135 medali perak, dan 146 medali perunggu. Totalnya mencapai 460 medali, angka yang menunjukkan dominasi mereka di berbagai cabang olahraga.

Porprov Sumsel XV ini jadi ajang bergengsi yang melibatkan atlet dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi. Event semacam ini biasanya digelar setiap empat tahun untuk dorong semangat olahraga lokal. Penutupan acara Porprov sekaligus buka tirai Pekan Paralympic Provinsi Sumsel edisi ke-5 tahun 2025. Peparprov ini juga digelar di Kabupaten Muba. Jadwalnya berlangsung sampai 7 November 2025. Dua event besar ini bergantian di lokasi yang sama, tunjukkan komitmen Muba untuk olahraga inklusif.

Upacara penutupan Porprov dan pembukaan Peparprov dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H Cik Ujang. Dia hadir wakili Gubernur Sumsel, Dr H Herman Deru. Ribuan orang hadir, termasuk atlet, ofisial, dan warga setempat. Suasana malam itu penuh euforia, dengan lampu sorot dan tepuk tangan meriah.

  Advertising

Baca Juga:

87 Persen dari Lahan Pertanian di Gaza Telah Rusak

Dalam pidatonya, Wakil Gubernur Cik Ujang ungkapkan kebanggaan mendalam. Dia puji Kabupaten Muba yang sukses satukan dua event olahraga raksasa. "Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan beri apresiasi penuh pada seluruh tim Pemkab Muba, KONI, dan panitia," katanya tegas. "Muba buktikan diri sebagai tuan rumah hebat. Mereka ramah, sukses dalam penyelenggaraan, dan raih prestasi tinggi. Selamat untuk Muba sebagai juara umum Porprov ke-15."

Cik Ujang lanjut bicara soal Peparprov. Dia sebut event ini simbol kesetaraan dan sportivitas tanpa hambatan. Peparprov khusus untuk atlet penyandang disabilitas, tapi buka pintu bagi semua orang. "Ini bukan hanya lomba olahraga biasa," jelasnya. "Peparprov jadi bukti bahwa siapa pun, termasuk penyandang disabilitas, punya semangat dan kemampuan hebat untuk berprestasi." Dia janjikan dukungan penuh dari pemerintah provinsi. Fokusnya pada pengembangan olahraga yang ramah semua kalangan di Sumsel.

Advertising

Baca Juga:

Setelah mengalahkan PSBS dengan skor 3-1, Mauricio menilai bahwa timnya sangat luar biasa

Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumsel, H Yulian Burhan SH MH, juga beri selamat. Dia sekaligus jadi ketua pelaksana Peparprov. Yulian puji tinggi peran Kabupaten Muba. "Porprov ke-15 ikut serta sekitar 7.000 orang," ujarnya. "Peserta itu atlet, pelatih, dan ofisial dari berbagai daerah." Semua kegiatan berjalan mulus. Lokasi utama di Kota Sekayu, plus cabang di Sungai Lilin. "Muba jadi tuan rumah terbaik, tanpa cela," tambahnya.

Keberhasilan ini tak lepas dari persiapan matang selama berbulan-bulan. Muba bangun fasilitas baru, seperti lapangan dan venue khusus. Ini bantu atlet tampil maksimal. Bagi warga Sumsel, event ini dorong kebanggaan daerah. Porprov dan Peparprov tak hanya soal medali. Mereka bangun karakter, sehat jasmani, dan semangat gotong royong. Kini, mata tertuju pada Peparprov yang segera dimulai. Atlet disabilitas siap tunjukkan kemampuan mereka, lanjutkan warisan prestasi Muba.

Reaksi :
Share:

Sunday, 26 October 2025

Pemprov Jateng Menargetkan 71 Juta Wisatawan, Dengan Wisata Religi Sebagai Kekuatan Utama

Pemprov Jateng Menargetkan 71 Juta Wisatawan, Dengan Wisata Religi Sebagai Kekuatan Utama

Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berambisi mencapai 71 juta kunjungan wisatawan. Target ini mencakup wisatawan domestik dan asing untuk tahun 2025. Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata di Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Endro Wicaksa, sampaikan hal itu saat membuka acara Borobudur Travel Mart & Expo 2025. Acara berlangsung di Sunan Hotel Solo, Jawa Tengah, pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Endro tekankan upaya timnya untuk capai target di sisa waktu tiga bulan akhir 2025. Mereka dorong promosi lebih gencar di paruh kedua tahun ini. "Upaya kita bagaimana mendorong di paruh kedua 2025 ini, terutama tiga bulan terakhir ini, juga meningkat dan tentunya dampaknya kegiatan ini, meskipun di akhir 2025, tentunya di tahun 2026 juga berdampak," kata Endro saat itu.

Tahun 2024, Jawa Tengah sambut 69 juta wisatawan domestik dan mancanegara. Data hingga Agustus 2025 tunjukkan kemajuan capai 50 persen dari target 71 juta. Endro yakin target bisa tercapai berkat event seperti ini. "(Target) kunjungan wisatawan kami di tahun ini sekitar 71 juta itu bisa tercapai. Dan harapan kami itu bisa tercapai, salah satunya melalui kegiatan ini," jelas dia.

Advertising

Baca Juga:

Indonesia-Brasil Memperkuat Kerja Sama Ekonomi Sebesar Rp 83 Triliun

Mereka percepat langkah agar tidak ada perlambatan. Setidaknya, target 71 juta harus mendekati kenyataan. "Tentunya ini kita akselerasi sehingga tidak terjadi perlambatan. Minimal target 71 juta itu mendekatilah," tambah Endro.

Selain event pariwisata, wisata religi jadi andalan Jawa Tengah. Jenis wisata ini tarik pengunjung sepanjang tahun tanpa musim sepi. Di wilayah ini, pusat wisata religi ada di Demak dan Kudus. Contohnya, masjid-masjid kuno di sana selalu ramai. Bahkan, Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo jadi magnet baru. Bangunan megah itu tarik wisatawan yang suka arsitektur Islam modern.

"Kalaupun di Jateng, wisata religi menjadi satu kekuatan kita. Karena wisata religi itu salah satu wisata yang tidak terdampak low season. Jadi dari Januari sampai Desember terus mengalir, terutama di daerah-daerah di Demak, Kudus, dan di Solo, Masjid Zayed menjadi daya tarik baru wisatawan," ungkap Endro. Wisata religi ini stabil karena banyak orang datang untuk ibadah atau ziarah, tak peduli cuaca atau musim libur.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Jawa Tengah, Ari Martanto, bahas detail acara Borobudur Travel Mart & Expo 2025. Event ini pusatkan di Solo dan lanjut dua hari, dari 22 hingga 23 Oktober 2025, di Hotel Sunan Solo. Acara ini promosikan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Tujuannya satukan penjual atau pelaku industri pariwisata dengan pembeli seperti agen perjalanan. Pembeli datang dari dalam negeri dan luar. "Kegiatan ini adalah kegiatan promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Jateng yang mempertemukan seller (pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif) dengan buyer (pelaku pariwisata dan travel agent), baik dari dalam maupun luar negeri," kata Ari.

Advertising

Baca Juga:

Gubernur Herman Deru Resmi Membuka Festival Rempah 2025: Meningkatkan Kekayaan Alam Sumatera Selatan ke Tingkat Nasional

Selama acara, ada pameran produk UMKM terkait pariwisata dan ekonomi kreatif Jawa Tengah. Melalui pertemuan bisnis ke bisnis atau B2B, event ini hubungkan 100 pembeli dari Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Bali, Banten, plus dari Malaysia. Mereka bertemu 50 penjual dari industri pariwisata Jawa Tengah dan provinsi lain di Indonesia. "BTMX 2025 melalui (B2B) mempertemukan 100 buyer dari Jateng, DIY, Jatim, Jabar, Jakarta, Bali, Banten, dan buyer dari Malaysia dengan 50 seller dari pelaku industri pariwisata Jateng dan pelaku pariwisata provinsi lain di Indonesia," tambah Ari.

Event seperti ini bantu tingkatkan koneksi bisnis. Hasilnya, wisatawan lebih mudah temukan paket menarik ke Jawa Tengah. Target 71 juta kunjungan jadi lebih realistis dengan dukungan promosi kuat.

Share:

Monday, 27 October 2025

Hilirisasi pertambangan menjadi kebijakan utama di Indonesia

Hilirisasi pertambangan menjadi kebijakan utama di Indonesia

Indonesia, Indonesia punya sumber daya alam yang sangat banyak. Negara ini diberkahi dengan minyak bumi, gas alam, tambang nikel, tembaga, dan hutan tropis yang luas. Sawah-sawah subur juga mendukung pertanian padi dan kelapa sawit. Kekayaan ini jadi dasar kuat untuk bangun ekonomi nasional. Ia bisa ciptakan lapangan kerja baru. Ia juga bantu tingkatkan kesejahteraan rakyat melalui pendapatan yang lebih baik.
Advertising

Baca Juga:

Mahaloka.com Menyajikan Pengalaman Wisata Kuliner pada Hari Minggu Pagi di Bumi Silampari Desa Mataram, Kecamatan Tugu Mulyo, Kabupaten Musi Rawas, dengan Pemandangan Bukit Barisan yang Masih Alami

Tapi, jumlah sumber daya alam yang besar tidak langsung bikin Indonesia jadi negara maju. Negara maju butuh lebih dari sekadar cadangan alam. Harus ada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ini berarti pendidikan yang lebih baik dan keterampilan kerja yang tinggi. Selain itu, perlu kuasai teknologi canggih. Teknologi ini bantu proses ekstraksi dan pengolahan yang efisien. Fakta hari ini tunjukkan Indonesia masih lemah di bidang itu. Banyak tenaga ahli kurang terlatih. Inovasi lokal juga masih minim. Akibatnya, pengelolaan sumber daya alam jadi kurang optimal. Kontribusinya untuk kemajuan negara belum maksimal. Misalnya, ekspor mentah mendominasi, bukan produk olahan bernilai tinggi.

Advertising

Baca Juga:

Pemprov Jateng Menargetkan 71 Juta Wisatawan, Dengan Wisata Religi Sebagai Kekuatan Utama

Kita perlu jujur akui kondisi ini mirip dengan apa yang disebut Richard M. Auty sebagai kutukan sumber daya alam, atau resource curse. Konsep ini jelaskan fenomena aneh. Di satu sisi, negara punya stok alam yang berlimpah. Ia bisa hasilkan pendapatan besar dari penjualan. Tapi di sisi lain, rakyatnya justru tidak rasakan manfaatnya. Mengapa begitu? Sering kali, ketergantungan pada alam bikin ekonomi lain terabaikan. Korupsi dan konflik juga muncul. Auty, ekonom asal Inggris, perkenalkan ide ini pada 1993. Ia amati banyak negara kaya minyak atau mineral justru alami pertumbuhan lambat. Indonesia hadapi tantangan serupa. Pengelolaan yang buruk bikin ketimpangan sosial bertambah. Pendapatan negara naik, tapi kemiskinan tetap tinggi di daerah penghasil. Untuk lepas dari kutukan ini, Indonesia harus fokus bangun institusi kuat dan investasi pada pendidikan. Hanya begitu, kekayaan alam bisa benar-benar jadi berkah bagi semua.

Reaksi :

Share:

Saturday, 25 October 2025

Indonesia-Brasil Memperkuat Kerja Sama Ekonomi Sebesar Rp 83 Triliun

Indonesia-Brasil Memperkuat Kerja Sama Ekonomi Sebesar Rp 83 Triliun

Indonesia, Pertemuan antara pemimpin Indonesia dan Brasil berlangsung di Jakarta, dihadiri oleh Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Acara ini diisi dengan sambutan resmi yang menunjukkan hubungan diplomatik yang baik. Pemimpin kedua negara berbicara tentang potensi ekonomi dari populasi hampir 500 juta orang, meskipun volume perdagangan saat ini masih rendah, yaitu hanya $6 miliar. Lula mengekspresikan kekecewaannya atas hal ini, menyoroti bagaimana dua negara besar seharusnya dapat berdagang lebih banyak. 

Pertemuan tersebut bertujuan untuk memulai kolaborasi yang lebih erat di bidang ekonomi, teknologi, dan diplomasi. Mereka menandatangani sejumlah perjanjian di berbagai sektor, termasuk energi, teknologi, dan pertanian, dengan total nilai lebih dari US$5 miliar. Hal ini menunjukkan keseriusan kedua negara untuk beralih dari dialog ke tindakan konkret. Brasil menawarkan bantuan untuk pengembangan infrastruktur energi di Indonesia, sedangkan Indonesia menyediakan lahan untuk pertanian berkelanjutan. 

Salah satu tujuan utama dari kerjasama ini adalah meningkatkan akses Indonesia ke pasar Amerika Latin dan memperkuat posisi Brasil di Asia Tenggara. Indonesia melihat Brasil sebagai pintu masuk ke blok Mercosur, yang dapat memperluas ekspor barang seperti tekstil dan elektronik. Prabowo menegaskan bahwa kerjasama ini dapat memperkuat ekonomi kedua negara dan mempercepat pertumbuhan di kawasan global selatan. 

Meskipun banyak kesepakatan telah dibuat, kedua pemimpin menyadari tantangan yang ada. Volume perdagangan dari Januari hingga Agustus 2023 masih jauh dari potensi sesungguhnya. Namun, terdapat peluang besar dalam bidang teknologi, inovasi pertanian, dan energi terbarukan, yang dapat dimanfaatkan kedua negara untuk meningkatkan taraf hidup warga. 

Pertemuan ini juga memiliki dampak yang lebih luas terhadap diplomasi global, menunjukkan peran strategis Indonesia dan Brasil dalam isu-isu global seperti perubahan iklim dan keamanan pangan. Kerjasama ini tidak hanya menguntungkan kedua negara tetapi juga berkontribusi pada stabilitas regional dan internasional. 

Kedua negara telah menciptakan fondasi yang kuat untuk hubungan bilateral, dan langkah selanjutnya adalah memastikan kesepakatan yang telah dibuat dapat direalisasikan dengan baik untuk memberikan manfaat langsung bagi rakyat mereka.

Reaksi :
Share:

Saturday, 13 December 2025

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Mendorong Pembentukan Taman Asuh Sayang TAMASYA


Indonesia, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, membuka acara Advokasi dan Komunikasi, Informasi, serta Edukasi untuk Inisiatif Pembentukan Taman Asuh Sayang Anak atau TAMASYA. Acara ini berlangsung di Hotel Beston, Palembang, pada Kamis, 11 Desember 2025.

Edward Candra menekankan betapa krusialnya kegiatan ini. Ia bilang, ini bagian dari program unggulan Badan Kependudukan, Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN. Program ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Visi mereka adalah bangun Indonesia Emas 2045. Di tingkat provinsi, program ini juga cocok dengan rencana Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang. Mereka fokus perkuat sumber daya manusia melalui pengasuhan anak yang baik.

Edward Candra sadar tantangan keluarga kini makin rumit. Pola kerja berubah cepat. Banyak ibu masuk dunia kerja. Pengetahuan soal asuh anak sering timpang. Fasilitas penitipan anak aman masih langka. Isu ini butuh jawaban terstruktur. Program TAMASYA muncul sebagai solusi utama. "Kita tahu tantangan keluarga hari ini kompleks," katanya. "Perubahan kerja, ibu bekerja naik, kurang tahu cara asuh, dan tempat penitip kurang aman. TAMASYA jawab itu secara rapi."

Advertising

TAMASYA bukan hanya tempat jaga anak biasa. Ini ekosistem lengkap untuk pengasuhan. Ia gabungkan kesehatan anak, pendidikan awal, perlindungan dari bahaya, dan bantu keluarga kuat. Bayangkan anak dapat nutrisi baik, belajar dasar, aman dari risiko, sementara orang tua kerja tenang.

Edward Candra beri arahan jelas. Pertama, kuatkan komitmen dan kerja sama antar lembaga. Kedua, segera masukkan TAMASYA ke Gugus Tugas Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Terpadu atau PAUD HI di provinsi dan kabupaten/kota. Ini bikin koordinasi lancar dan cepat. Ketiga, permudah izin usaha tempat penitipan anak atau TPA/TAMASYA.

Lalu, terapkan standar mutu layanan. Latih pengasuh anak. Buat petunjuk kerja atau SOP. Penuhi aturan kesehatan dan keamanan. Setiap kabupaten/kota harus susun Rencana Tindak Lanjut atau RTL yang nyata. Bangun mitra dengan perusahaan dan kelompok sosial. Tingkatkan sosialisasi ke masyarakat dan edukasi orang tua.

Advertising

Edward Candra tekankan, pertemuan ini lebih dari obrolan. Ini saat satukan langkah. Pastikan anak Sumsel dapat asuhan terbaik. Keluarga dapat bantu asuh anak. Orang tua kerja rasa aman. Anak mereka di tempat penuh cinta.

"Saya harap acara ini lahirkan kesepakatan bersama," ujarnya. "Rencana lanjut kuat. Kolaborasi antar lembaga nyata. Dengan semangat dan gotong royong, Sumsel bisa jadi contoh sukses layanan asuh terpadu via TAMASYA."

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel, Arios Saplis, jelaskan tujuan acara. Ini wujudkan kesiapan semua pihak dukung TAMASYA di kabupaten/kota. Lewat advokasi, samakan kebijakan, dan rencanakan program.

Ia harap ada komitmen kuat lintas sektor. Dokumen RTL provinsi dan daerah harus jadi. Pemahaman dinas terkait naik soal standar TAMASYA. Ini termasuk asuhan, kesehatan, pendidikan, lindungi anak, dan keselamatan. Kebutuhan juga terungkap: aturan baru, proses izin gampang, bimbingan, dan tenaga ahli untuk bangun fasilitas TAMASYA. Semua ini bantu anak Sumsel tumbuh optimal di tengah kehidupan modern.

Advertising

Share:

Wednesday, 14 January 2026

Religi : 4.000 Jemaah Menghadiri Puncak Haul Datuk Kiai Marogan di Palembang


Indonesia, Sekitar 4.000 jemaah ramai hadir di puncak Dzikir dan Haul Akbar Datuk Kiai Marogan ke-125. Acara itu berlangsung di kawasan Masjid Ki Marogan, Palembang. Tepatnya pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini terasa istimewa. Pasalnya, ada napak tilas dakwah lewat Sungai Musi. Ratusan kapal ketek ikut berpartisipasi. Napak tilas ini mengenang perjalanan dakwah Datuk Kiai Marogan dulu. Sungai Musi jadi jalur utama dakwahnya zaman itu. Acara juga diharapkan jadi agenda wisata religi tahunan di Sumatera Selatan. Banyak jemaah ingin ulang tiap tahun.

Ketua Haul sekaligus Kepala Pengurus Masjid Ki Marogan, Ismail, bicara soal antusiasme jemaah. Tahun ini jumlahnya lebih tinggi daripada tahun sebelumnya. Jemaah datang dari Palembang saja tidak cukup. Banyak juga dari berbagai kabupaten di Sumatera Selatan. Mereka rela jauh-jauh demi ikut.

Advertising

"Jumlah jemaah tadi sekitar 4.000-an," kata Ismail ke wartawan. Itu dia sampaikan pada Minggu, 11 Januari 2026.

Ismail cerita detail rangkaian acara tahun ini. Semua dimulai di Masjid Lawang Kidul. Di sana, jemaah bacakan Arba’in. Lalu Yasin, tahlil, dan doa bersama. Suasana khidmat penuh. Setelah itu, rombongan lanjut ke napak tilas. Mereka naik kapal ketek menyusuri Sungai Musi. Ini menelusuri rute dakwah Datuk Kiai Marogan.

"Rangkaian Haul puncak hari ini mulai dari Masjid Lawang Kidul," jelas Ismail. "Lalu napak tilas dakwah pakai ketek. Tadi ada 125 ketek. Ditambah kapal pendukung dari berbagai instansi."

Ketek jadi ciri khas acara kali ini. Berbeda dengan tahun-tahun lalu. Kapal ketek ini sudah jarang terlihat sekarang. Dulu, ketek jadi transportasi utama warga Palembang di Sungai Musi. Kayu sederhana, mesin kecil, lincah di air. Kegiatan ini hidupkan kembali tradisi sungai itu. Dampaknya langsung ke masyarakat. Pemilik dan pengemudi ketek dapat rezeki lebih. Ekonomi mereka bangkit.

Advertising

"Pembedanya tahun ini pakai ketek," ujar Ismail. "Ketek mulai langka. Kita kembalikan supaya ekonomi pemilik ketek naik."

Untuk sukseskan acara, panitia libatkan 200 orang. Mereka dari pengurus masjid dan relawan. Semua kerja sama rapat. Pemerintah daerah ikut bantu. TNI dan Polri amankan jalannya. Pengamanan ketat agar aman lancar. Tidak ada hambatan besar.

Dukungan kuat datang dari Pemprov Sumatera Selatan. Juga Pemkot Palembang. Gubernur Sumsel Herman Deru dukung penuh. Wali Kota Palembang Ratu Dewa sama. Mereka minta acara ini rutin tiap tahun. Kembangkan jadi destinasi wisata religi. Kawasan Masjid Ki Marogan punya potensi besar.

"Mereka sangat support," kata Ismail. "Minta agenda ini tiap tahun. Tingkatkan lagi. Ini pusat wisata religi Sumatera Selatan."

Advertising

Antusiasme terasa dari jemaah luar daerah. Sobri, warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), datang khusus. Dia bawa keluarga. Mereka ikut penuh.

"Kami dari OKI datang untuk Haul ini," kata Sobri. "Acara khidmat. Beda dari sebelumnya. Apalagi napak tilas naik ketek."

Panitia punya harapan besar. Acara ini kuatkan syiar Islam. Jemaah saling silaturahmi erat. Kawasan Masjid Ki Marogan jadi ikon wisata religi. Berkelanjutan di Palembang dan Sumatera Selatan. Momentum bagus untuk semua.

Dengarkan

Berita dan Artikel lainnya di :

Tag :
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:

Tuesday, 3 February 2026

Daerah : Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp170 M untuk melakukan perbaikan pada jalan Muba-Mura


Indonesia, Perssilam - Pemerintah pusat lewat Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumatera Selatan sudah siapkan dana Rp170 miliar. Dana itu untuk perbaiki jalan nasional dari Kabupaten Musi Banyuasin ke Kabupaten Musi Rawas. Langkah ini tanggapi keluhan warga yang ramai di media sosial. Banyak foto dan video tunjukkan jalan bolong parah. Itu ganggu lalu lintas harian dan logistik barang.
Temukan lebih banyak
Bisnis
Jalan nasional ini vital hubungkan dua kabupaten. Rusaknya bikin warga susah jalan. Truk angkut sawit dan barang pokok sering macet. Pemerintah cepat respons. Total kontrak Rp170 miliar. Tapi dana keluar bertahap. Tahun Anggaran 2026 dapat Rp35 miliar dulu. Itu untuk perbaikan permanen awal.
Pejabat Pembuat Komitmen PPK 1.4, A Fathur Rahman, beri penjelasan. Dana awal fokus ke titik rusak paling parah. Tim teknis target rekonstruksi 6 kilometer jalan. Cara pakai overlay atau lapis ulang aspal baru. Juga penambalan struktural lebih kuat. Overlay artinya tambah lapisan aspal tebal di atas yang lama. Itu bikin jalan tahan lama. 
Advertising

Untuk penanganan permanen, tender sudah punya pemenang. Nilai kontrak total Rp170 miliar. Dana Rp35 miliar tahun 2026 prioritas ruas paling rusak. Fathur bilang itu saat tinjau lokasi, Jumat 2 Januari 2026.
Sementara tunggu permanen, Satker PJN I gerak cepat. Cuaca ekstrem bikin hujan deras. Mobilitas warga tinggi jelang Natal dan Tahun Baru. Perbaikan darurat dikebut di 119,45 kilometer wilayah PPK 1.4. Sekitar 40 persen atau 50 kilometer kondisi tidak mantap. Artinya jalan goyang dan berlubang besar.
Lubang dalam banyak di Kecamatan Sanga Desa, Musi Banyuasin. Itu bikin kendaraan oleng. Genangan air parah di Muara Lakitan, Musi Rawas. Hujan deras tambah banjir jalan. Sampai sekarang, tim lakukan penambalan darurat dan ratakan permukaan. Tujuannya jalan tetap bisa dilalui warga saat libur akhir tahun. Fathur tambah penjelasan itu. Selain aspal, dana juga tangani longsor. Ada tiga titik rawan. Pertama, Desa Tanjung Raya amblas ke Sungai Musi. Kedua, Desa Mambang longsor tekan jalan. Ketiga, Jembatan Air Semaran pakai satu lajur saja. Lalu lintas dibatasi agar aman.
Temukan lebih banyak
BUSINES SERVICES AND PROCUREMENT

Satker PJN I bangun posko siaga di Desa Mandi Aur. Alat berat siap di titik kunci. Begitu ada longsor baru, tim langsung tangani. Itu cegah macet total dan bahaya bagi pengendara. Semua ini lanjutkan rapat Gubernur Sumsel Herman Deru. Dia inspeksi mendadak bareng bupati setempat. Mereka cek lapangan langsung. Pemerintah harap dana besar ini pulihkan jalan. Jalur logistik lancar lagi. Mobilitas warga aman dari Muba ke Musi Rawas. Warga tak lagi khawatir bolong atau longsor. Perbaikan ini janji solusi jangka panjang.
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×