
Ketua Haul sekaligus Kepala Pengurus Masjid Ki Marogan, Ismail, bicara soal antusiasme jemaah. Tahun ini jumlahnya lebih tinggi daripada tahun sebelumnya. Jemaah datang dari Palembang saja tidak cukup. Banyak juga dari berbagai kabupaten di Sumatera Selatan. Mereka rela jauh-jauh demi ikut.
"Jumlah jemaah tadi sekitar 4.000-an," kata Ismail ke wartawan. Itu dia sampaikan pada Minggu, 11 Januari 2026.
Ismail cerita detail rangkaian acara tahun ini. Semua dimulai di Masjid Lawang Kidul. Di sana, jemaah bacakan Arba’in. Lalu Yasin, tahlil, dan doa bersama. Suasana khidmat penuh. Setelah itu, rombongan lanjut ke napak tilas. Mereka naik kapal ketek menyusuri Sungai Musi. Ini menelusuri rute dakwah Datuk Kiai Marogan.
"Rangkaian Haul puncak hari ini mulai dari Masjid Lawang Kidul," jelas Ismail. "Lalu napak tilas dakwah pakai ketek. Tadi ada 125 ketek. Ditambah kapal pendukung dari berbagai instansi."
Ketek jadi ciri khas acara kali ini. Berbeda dengan tahun-tahun lalu. Kapal ketek ini sudah jarang terlihat sekarang. Dulu, ketek jadi transportasi utama warga Palembang di Sungai Musi. Kayu sederhana, mesin kecil, lincah di air. Kegiatan ini hidupkan kembali tradisi sungai itu. Dampaknya langsung ke masyarakat. Pemilik dan pengemudi ketek dapat rezeki lebih. Ekonomi mereka bangkit.
"Pembedanya tahun ini pakai ketek," ujar Ismail. "Ketek mulai langka. Kita kembalikan supaya ekonomi pemilik ketek naik."
Untuk sukseskan acara, panitia libatkan 200 orang. Mereka dari pengurus masjid dan relawan. Semua kerja sama rapat. Pemerintah daerah ikut bantu. TNI dan Polri amankan jalannya. Pengamanan ketat agar aman lancar. Tidak ada hambatan besar.
Dukungan kuat datang dari Pemprov Sumatera Selatan. Juga Pemkot Palembang. Gubernur Sumsel Herman Deru dukung penuh. Wali Kota Palembang Ratu Dewa sama. Mereka minta acara ini rutin tiap tahun. Kembangkan jadi destinasi wisata religi. Kawasan Masjid Ki Marogan punya potensi besar.
"Mereka sangat support," kata Ismail. "Minta agenda ini tiap tahun. Tingkatkan lagi. Ini pusat wisata religi Sumatera Selatan."
Antusiasme terasa dari jemaah luar daerah. Sobri, warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), datang khusus. Dia bawa keluarga. Mereka ikut penuh.
"Kami dari OKI datang untuk Haul ini," kata Sobri. "Acara khidmat. Beda dari sebelumnya. Apalagi napak tilas naik ketek."
Panitia punya harapan besar. Acara ini kuatkan syiar Islam. Jemaah saling silaturahmi erat. Kawasan Masjid Ki Marogan jadi ikon wisata religi. Berkelanjutan di Palembang dan Sumatera Selatan. Momentum bagus untuk semua.
Dengarkan
Berita dan Artikel lainnya di :













