![]() |
| Gubernur Herman Deru Resmi Membuka Festival Rempah 2025: Meningkatkan Kekayaan Alam Sumatera Selatan ke Tingkat Nasional |
Di tengah hiruk-pikuk pembukaan, Gubernur Herman Deru berpidato dengan penuh semangat. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya festival ini. Kebanggaannya terpancar jelas saat ia bicara. Menurutnya, rempah bukan hanya warisan budaya yang turun-temurun. Ia juga melihat rempah sebagai potensi ekonomi raksasa bagi warga Sumsel. Bayangkan saja, rempah bisa jadi sumber pendapatan utama jika dikelola dengan baik. Di Sumatera Selatan, lahan subur menghasilkan rempah dalam jumlah besar setiap tahun. Ini bisa mendukung ribuan petani lokal dan membuka lapangan kerja baru.
Gubernur menekankan poin itu dengan tegas. Festival Rempah 2025 ini jadi momen krusial. Para bupati dan wali kota di Sumatera Selatan harus lebih peka terhadap kekayaan rempah yang ada. Jadikan daerah masing-masing sebagai pusat produksi dan pemasaran komoditas ini. Rempah punya banyak manfaat nyata. Bisa untuk kebutuhan sehari-hari di dapur rumah tangga. Atau dijadikan produk unggulan yang menarik pembeli dari luar negeri. “Festival Rempah 2025 ini menjadi momentum bagi para bupati dan wali kota di Sumatera Selatan untuk lebih melek terhadap kekayaan rempah yang kita miliki. Jadikan daerah kita sebagai penghasil dan penggerak komoditas rempah. Banyak manfaat dari rempah, baik untuk kebutuhan sendiri maupun sebagai produk unggulan yang bisa menarik pasar luar,” ujar Gubernur dengan nada yakin.
Lebih lanjut, Herman Deru mengajak semua warga Sumsel untuk bergerak. Ia dorong masyarakat memanfaatkan dan memberdayakan alam sekitar. Sumatera Selatan punya sumber daya alam yang melimpah ruah. Jangan biarkan kekayaan ini terabaikan begitu saja. Rempah melampaui soal rasa enak di masakan. Ia juga jadi identitas daerah yang unik. Plus, rempah buka peluang ekonomi segar untuk masa depan. “Mari kita dayagunakan sumber daya kita yang melimpah. Jangan sampai kekayaan ini tidak dimanfaatkan. Rempah bukan hanya soal rasa, tapi juga identitas daerah dan peluang ekonomi,” tambahnya, sambil menatap hadirin dengan tatapan penuh harap.
Baca Juga:
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel, Feby Deru, ikut berbicara di kesempatan yang sama. Ia jelaskan bahwa festival ini lebih dari sekadar pameran biasa. Ini bentuk nyata kebanggaan terhadap hasil bumi Sumatera Selatan. PKK, sebagai organisasi yang fokus pada pemberdayaan keluarga dan perempuan, ingin dorong warga menghargai rempah sebagai identitas lokal. Tahun ini, acara melibatkan ICSB atau Indonesia Creative Small Business. Juga para pelaku usaha mikro kecil menengah di bidang kuliner. Tema Asian Food dipilih agar rempah Sumsel tampil lebih modern. “Kami di PKK tidak hanya ingin membantu memasarkan rempah, tetapi juga menanamkan rasa bangga terhadap hasil rempah yang merupakan identitas daerah kita. Tahun ini kami juga melibatkan ICSB dan para pelaku UMKM kuliner dengan tema Asian Food agar potensi rempah kita bisa dikemas lebih modern dan menarik,” jelas Feby Deru dengan senyum lebar.
Festival Rempah 2025 benar-benar meriah. Stand-stand dari PKK di tingkat kabupaten dan kota se-Sumsel berjejer rapi. Setiap stand tunjukkan rempah asli dari daerahnya. Ada juga tenant UMKM dari ICSB Sumatera Selatan. Mereka hadirkan beragam olahan rempah. Mulai dari bumbu masakan tradisional seperti sambal andaliman khas OKU. Hingga produk inovatif berbasis herbal, misalnya teh jahe campur kunyit untuk kesehatan. Pengunjung bisa cicipi langsung masakan Asia yang pakai rempah lokal. Ini bantu mereka paham betapa serbagunanya rempah Sumsel. Acara seperti ini jawab pertanyaan umum: bagaimana rempah bisa jadi andalan ekonomi? Dengan pemasaran kreatif, rempah tak lagi terbatas di pasar lokal. Ia bisa go global, tarik wisatawan dan eksportir.
Baca Juga:
Pembukaan festival dihadiri tokoh-tokoh penting. Di antaranya Walikota Lubuk Linggau, Rachmat Hidayat. Bupati Muara Enim, Edison. Bupati Banyuasin, Askolani. Walikota Prabumulih, H. Arlan. Bupati OKU, Teddy Meilwansyah. Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad. Bupati OKI, Muchendi. Ada juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Rachmat Wibowo. Tak ketinggalan para Ketua TP PKK dari kabupaten dan kota se-Sumsel. Serta Koordinator ICSB Sumsel, Samanta Tivani HD. Kehadiran mereka tunjukkan dukungan luas untuk inisiatif ini.
Festival ini lahir dari semangat kebersamaan yang kuat. Warga Sumsel bangga dengan kekayaan daerahnya. Acara jadi bukti kolaborasi nyata. Pemerintah, PKK, pelaku usaha, dan masyarakat bersatu. Mereka angkat rempah-rempah Sumatera Selatan ke level lebih tinggi. Rempah tak lagi hanya bahan dapur sederhana. Kini ia simbol identitas yang kuat. Juga daya saing daerah yang kompetitif. Melalui festival seperti ini, potensi rempah bisa berkembang. Petani dapat harga lebih baik. UMKM tumbuh pesat. Dan Sumatera Selatan semakin dikenal sebagai lumbung rempah berkualitas.
Baca Juga:














