
Indonesia, Perssilam - Kerusakan jalan nasional di ruas Batas Musi Banyuasin hingga Musi Rawas pernah ramai dibahas. Video dan foto di media sosial tunjukkan kondisi buruk itu. Warga dan pengendara protes keras. Mereka khawatir soal keselamatan. Jalan rusak bisa sebabkan kecelakaan. Macet panjang juga sering terjadi. Kini perbaikan sudah dimulai. Kementerian PUPR bilang proses jalan bertahap. Ini beri harapan bagi masyarakat setempat. Kasatker PJN I Sumatera Selatan, Alfredo Lukman, beri kabar baik. Ia sampaikan lewat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4, A Fathur Rahman. PPK ini tugasnya awasi pelaksanaan kontrak proyek. Fathur ungkap penyedia jasa sudah gerak cepat. Kerja mulai 13 Januari 2026. Titik awal di Desa Petunang, Kecamatan Tuah Negeri, Musi Rawas. Lokasi ini pilih karena paling butuh penanganan.
Temukan lebih banyak
Bisnis
Advertising
Kondisi di sana memang parah sekali. Air tergenang tutupi hampir seluruh badan jalan. Pengendara sulit lewat. Ban mudah jebol. Bahkan motor tergelincir. “Di sana kondisinya kerusakannya memang cukup parah dengan kondisi air tergenang yang menutup sebagian besar badan jalan,” kata Fathur ke wartawan. Pernyataan itu disampaikan Senin, 2 Februari 2026. Perbaikan saat ini tak hanya tambal sulam. Tim juga siapkan langkah non fisik dulu. Mereka datangkan personel tambahan. Alat berat dimobilisasi ke lokasi. Material seperti aspal dan batu diangkut. Survei lapangan dilakukan teliti. Semua ini jalan bareng perbaikan langsung. Hasilnya, sudah 30 titik selesai. Angka itu tunjuk kemajuan nyata.
Perbaikan ini bersifat fungsional. Maksudnya isi lubang dalam agar kendaraan bisa lewat aman. Lubang besar sering timbul karena hujan deras. Air erosi tanah dasar jalan. “Perbaikan yang kami lakukan sifatnya fungsional dengan menutup lubang-lubang yang dalam agar kendaraan dapat melintas,” jelas Fathur. Langkah ini cegah kecelakaan lebih lanjut. Kerusakan merata sepanjang ruas Mangun Jaya hingga Muara Beliti. Hampir semua desa dan kecamatan kena dampak. Di Kabupaten Musi Banyuasin, titik parah ada di Kecamatan Babat Toman. Desa Baruge dan Desa Sugiwaras paling rusak. Jalan bolong besar di sana. Lalu Kecamatan Sanga Desa, tepatnya Desa Ngulak. Pengendara sering terpaksa pelan sekali.
Advertising
Di Kabupaten Musi Rawas, masalah sama serius. Titik rusak di Desa Prabumulih, Semete, Semangus, Bingin Jungur, Petunang, Desa Rengas, hingga Simpang Muara Beliti. Tim fokus ke yang paling parah dulu. Prioritas ini bantu atur urutan kerja. Tak semua bisa diperbaiki sekaligus.
“Kami terus melakukan penyisiran. Bila ditemukan ada kondisi darurat jalan yang hampir putus atau berpotensi menimbulkan kemacetan, alat segera mobilisasi ke sana untuk segera dilakukan penanganan,” beber Fathur. Tim patroli rutin. Kalau jumpa bahaya mendadak, alat berat langsung dikirim. Ini cegah jalan putus total.
Perbaikan hadapi rintangan besar. Kerusakan luas banget. Cuaca buruk tambah susah. Musim hujan sekarang guyur deras. Pekerja sering terhenti. “Saat hujan perbaikan terpaksa sementara kami hentikan, yang bisa kami lakukan hanya mengalihkan genangan air yang ada di badan jalan,” kata Fathur. Saluran air dibuat cepat. Ini kurangi banjir di jalan.
Perbaikan tambal sulam lanjut sampai musim hujan reda. Perkiraan hingga lewat masa angkutan mudik Lebaran. Setelah itu, ganti dengan penanganan permanen. Rekonstruksi butuh cuaca kering. Aspal baru harus kering sempurna. “Karena untuk penanganan permanen yang sifatnya rekonstruksi membutuhkan waktu untuk perkerasan jalan.
Untuk titiknya kami belum tentukan karena masih dalam tahap survei,” tandas Fathur. Tahun ini target ambisius. Rekonstruksi jalan sepanjang 500 meter. Dua metode dipakai. Pertama perkerasan aspal untuk sebagian besar. Kedua cor beton untuk 200 meter. Beton pilih di titik krusial. Tempat rawan beban berat atau banjir.
BUSINES SERVICES AND PROCUREMENT
BACA JUGA:Piala Dunia : Ini adalah alasan mengapa Norwegia tidak dapat dianggap remeh dalam Piala Dunia 2026
Metode ini tahan lama.“Kami terus melakukan monitoring terhadap kondisi jalan. Tidak menutup kemungkinan akan ada titik kerusakan baru mengingat kondisi jalan yang memang sudah lama tidak diperbaiki,” pungkas Fathur. Jalan nasional ini vital. Hubungkan kota besar dan desa terpencil. Ekonomi lokal bergantung padanya. Barang cepat sampai pasar. Warga bisa bepergian aman. Perbaikan ini janji pemerintah wujudkan akses jalan layak. Masyarakat pantau terus kemajuannya.
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :







.png)









