![]() |
Edward Candra menekankan betapa krusialnya kegiatan ini. Ia bilang, ini bagian dari program unggulan Badan Kependudukan, Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN. Program ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Visi mereka adalah bangun Indonesia Emas 2045. Di tingkat provinsi, program ini juga cocok dengan rencana Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang. Mereka fokus perkuat sumber daya manusia melalui pengasuhan anak yang baik.
Edward Candra sadar tantangan keluarga kini makin rumit. Pola kerja berubah cepat. Banyak ibu masuk dunia kerja. Pengetahuan soal asuh anak sering timpang. Fasilitas penitipan anak aman masih langka. Isu ini butuh jawaban terstruktur. Program TAMASYA muncul sebagai solusi utama. "Kita tahu tantangan keluarga hari ini kompleks," katanya. "Perubahan kerja, ibu bekerja naik, kurang tahu cara asuh, dan tempat penitip kurang aman. TAMASYA jawab itu secara rapi."
TAMASYA bukan hanya tempat jaga anak biasa. Ini ekosistem lengkap untuk pengasuhan. Ia gabungkan kesehatan anak, pendidikan awal, perlindungan dari bahaya, dan bantu keluarga kuat. Bayangkan anak dapat nutrisi baik, belajar dasar, aman dari risiko, sementara orang tua kerja tenang.
Edward Candra beri arahan jelas. Pertama, kuatkan komitmen dan kerja sama antar lembaga. Kedua, segera masukkan TAMASYA ke Gugus Tugas Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Terpadu atau PAUD HI di provinsi dan kabupaten/kota. Ini bikin koordinasi lancar dan cepat. Ketiga, permudah izin usaha tempat penitipan anak atau TPA/TAMASYA.
Lalu, terapkan standar mutu layanan. Latih pengasuh anak. Buat petunjuk kerja atau SOP. Penuhi aturan kesehatan dan keamanan. Setiap kabupaten/kota harus susun Rencana Tindak Lanjut atau RTL yang nyata. Bangun mitra dengan perusahaan dan kelompok sosial. Tingkatkan sosialisasi ke masyarakat dan edukasi orang tua.
Edward Candra tekankan, pertemuan ini lebih dari obrolan. Ini saat satukan langkah. Pastikan anak Sumsel dapat asuhan terbaik. Keluarga dapat bantu asuh anak. Orang tua kerja rasa aman. Anak mereka di tempat penuh cinta.
"Saya harap acara ini lahirkan kesepakatan bersama," ujarnya. "Rencana lanjut kuat. Kolaborasi antar lembaga nyata. Dengan semangat dan gotong royong, Sumsel bisa jadi contoh sukses layanan asuh terpadu via TAMASYA."
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel, Arios Saplis, jelaskan tujuan acara. Ini wujudkan kesiapan semua pihak dukung TAMASYA di kabupaten/kota. Lewat advokasi, samakan kebijakan, dan rencanakan program.
Ia harap ada komitmen kuat lintas sektor. Dokumen RTL provinsi dan daerah harus jadi. Pemahaman dinas terkait naik soal standar TAMASYA. Ini termasuk asuhan, kesehatan, pendidikan, lindungi anak, dan keselamatan. Kebutuhan juga terungkap: aturan baru, proses izin gampang, bimbingan, dan tenaga ahli untuk bangun fasilitas TAMASYA. Semua ini bantu anak Sumsel tumbuh optimal di tengah kehidupan modern.














