Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for Indeks LQ45
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query Indeks LQ45. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Indeks LQ45. Sort by date Show all posts

Friday, 2 January 2026

IHSG ditutup melonjak ke level 8.748


Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia melonjak kencang saat penutupan perdagangan hari ini. Indeks ini naik 1,17 persen. Kenaikannya mencapai 101 poin. Sekarang IHSG bertengger di level 8.748 poin.

Dari total saham yang bergerak, 479 saham harga naik. Sebanyak 200 saham turun harga. Sisanya 131 saham tetap stagnan. Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia bilang begini. "Saham di sektor energi, bahan baku, dan teknologi naik paling kuat. Mereka jadi tulang punggung penguatan IHSG," ujar tim itu pada Jumat, 2 Januari 2026.

Volume perdagangan mencapai 51,14 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi hitting 3,12 juta kali. Nilai total dagang capai Rp22,36 triliun. Kapitalisasi pasar pun membengkak jadi Rp16.043,68 triliun. Angka ini tunjukkan minat investor yang tinggi hari ini.

Indeks LQ45 yang isinya saham-saham top juga ikut menguat sepanjang sesi. LQ45 pilih saham likuid dan besar di BEI. Saham pemberat terdepan termasuk BUMI dari tambang, JPFA di unggas, MBMA logam, GOTO tech, dan MEDC migas. Mereka dorong kenaikan indeks secara keseluruhan.

Advertising

Di pasar lokal, sentimen datang dari rilis S&P Global Manufacturing PMI. PMI Indonesia turun ke 51,2 di Desember. Sebelumnya di November 2025, angkanya 53,3. PMI di atas 50 artinya sektor manufaktur masih ekspansi. November itu level tertinggi dalam sembilan bulan berturut-turut. "Ini tandai ekspansi selama lima bulan beruntun di manufaktur," kata Tim Phillip Sekuritas.

Penurunan PMI kali ini karena pesanan baru melambat. Perekrutan pekerja juga kurang cepat. Ekspor lantas merosot empat bulan straight. Data ini bikin investor waspada soal perlambatan ekonomi riil.

Sama saat IHSG kuat, bursa saham Asia lain juga tutup hijau. Indeks KOSPI Korea Selatan cetak rekor baru. Naik 2,27 persen. Levelnya tembus 4.300 poin, batas psikologis penting.

Advertising

Beberapa bursa Asia tutup libur Tahun Baru. Contohnya Jepang, Thailand, Selandia Baru, dan Tiongkok. Investor tunggu mereka buka besok.

Data S&P Global PMI ungkap aktivitas manufaktur naik di eksportir tech Desember 2025. Korea Selatan dan Taiwan pimpin. Mereka akhiri penurunan berbulan-bulan.

Negara Asia Tenggara mayoritas pertahankan ekspansi. Tiongkok malah naik tiba-tiba. Pesanan melonjak jelang liburan. "Begini analisis kami," tutup Tim Phillip Sekuritas. Kenaikan ini beri harapan pasar regional tetap cerah. (Red)

Dengarkan

Berita dan Artikel lainnya di :

Advertising

kali
Share:

Wednesday, 14 January 2026

Ekonomi/Bisnis : IHSG ditutup dengan kenaikan meskipun perdagangan mengalami fluktuasi


Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak naik turun sepanjang sesi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. IHSG yang mencerminkan performa keseluruhan saham di pasar domestik ini sempat ragu-ragu. Tapi akhirnya indeks itu tutup lebih tinggi. Kenaikannya capai 0,72 persen atau 63,58 poin. Level penutupannya kini di 8.948 poin.

Dari total saham yang diperdagangkan, 358 saham harga naik. Sebanyak 349 saham malah turun harganya. Sisanya 251 saham tetap diam di tempat. Sektor bahan baku unjuk gigi paling kuat. Sektor industri dan properti ikut dorong kenaikan. Ketiga sektor ini jadi tumpuan utama IHSG hari ini.

Tim Analis Phintraco Sekuritas bilang hal itu jelas. "IHSG berfluktuasi karena ketidakpastian global dan domestik," kata mereka Selasa (13/1/2026). "Tapi kenaikan harga komoditas dari saham terkait dorong IHSG naik." Komoditas seperti batubara dan nikel memang lagi kuat. Saham-saham produsennya untung besar.

Advertising

Di awal perdagangan, IHSG sudah menguat 0,52 persen. Sementara nilai tukar rupiah tambah lemah. Rupiah kini di Rp16.877 per dolar AS. Tekanan ini datang dari faktor luar.

Tim Phintraco perkirakan IHSG belum capai 9.000 saat tutup. Jadi indeks ini masih konsolidasi. Rentangnya di 8.840 hingga 9.000 poin. Konsolidasi artinya pasar istirahat sambil cari arah baru. Investor tunggu sinyal lebih kuat.

Indeks LQ45 juga naik seharian. LQ45 ini kumpulan 45 saham terpilih dan paling likuid di BEI. Saham yang pimpin penguatan termasuk MBMA, PGEO, MDKA, ADRO, dan JPFA. MBMA naik karena permintaan baja domestik. PGEO untung dari energi. MDKA dan ADRO dorong oleh harga batubara dan emas. JPFA kuat di unggas dan pakan.

Advertising

Volume perdagangan hari ini ramai. Sebanyak 60,53 miliar lembar saham berpindah tangan. Frekuensi transaksi capai 3,75 juta kali. Nilai totalnya Rp33,47 triliun. Kapitalisasi pasar BEI kini Rp16.253 triliun. Angka ini tunjukkan aktivitas pasar tetap tinggi meski fluktuatif.

Bursa saham Asia lain juga tutup hijau. Nikkei 225 di Jepang pimpin dengan kenaikan 3,1 persen. Indeks ini wakili perusahaan besar Jepang seperti Toyota dan Sony.

Advertising

Investor Asia abaikan risiko geopolitik. Titik panas ada di Iran dan Venezuela. Presiden Trump ancam tarif dagang 25 persen. Sasarannya negara yang bisnis dengan Iran. Ancaman ini bikin pasar tegang. Tapi investor fokus data ekonomi.

Tim Phintraco soroti data Tiongkok. Neraca perdagangan Desember 2025 surplus USD105 miliar. Angka ini turun dari USD111,68 miliar di November. Investor pantau ini karena Tiongkok pabrik dunia.

Penjualan ritel Tiongkok November 2025 tumbuh 0,3 persen dari bulan sebelumnya. Data itu lebih baik dari stagnan Oktober. Ini beri harapan pemulihan konsumsi. Investor harap data Desember ikut positif. Pasar saham Asia naik karena sentimen ini kuat. IHSG ikut tren regional meski rupiah lemah.

Dengarkan

Berita dan Artikel lainnya di :

Artikel Terkait
Share:

Thursday, 18 September 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan catatan negatif pada perdagangan hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan catatan negatif pada perdagangan hari ini ©Foto: Tempo.co


Indonesia
, Perdagangan sore ini di Bursa Efek Indonesia ditutup dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG mengakhiri sesi dengan turun 0,21 persen. Ini setara dengan kehilangan 16,75 poin. Level penutupan IHSG berada di angka 8.008.

Analisis pergerakan saham menunjukkan dominasi penurunan. Sebanyak 421 saham tercatat mengalami pelemahan harga. Di sisi lain, 248 saham bergerak stagnan tanpa perubahan nilai. Sebanyak 287 saham berhasil mencatatkan kenaikan harga. Sektor teknologi tampil sebagai primadona dengan kenaikan paling signifikan, mencapai 4,26 persen. Sebaliknya, sektor finansial mengalami tekanan terberat, turun sebesar 0,84 persen.

Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan, Indeks LQ45 juga turut melemah. Indeks ini memuat saham-saham unggulan di pasar modal. Saham-saham yang paling berkontribusi pada penurunan ini antara lain AMRT, MAPA, MDKA, ISAT, dan BBTN. Perdagangan hari ini mencatat volume transaksi besar. Sebanyak 42,45 miliar lembar saham berpindah tangan. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,39 juta kali. Nilai total perdagangan mencapai Rp21,89 triliun. Kapitalisasi pasar bursa menggapai Rp14.546 triliun.

Baca Juga:

Cegah Alergi, Dokter Mengkampanyekan Agar Anak-Anak Mengonsumsi Makanan Alami

Menurut Pilarmas Sekuritas, pelemahan IHSG di pasar domestik disebabkan oleh penyesuaian terhadap defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Defisit tersebut mengalami pelebaran. Angka defisit kini menjadi Rp689,1 triliun. Angka ini setara dengan 2,68 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sebelumnya, defisit tercatat sebesar Rp638,8 triliun atau 2,48 persen terhadap PDB.

Di bursa kawasan Asia, indeks saham menunjukkan pergerakan yang beragam pada penutupan sore ini. Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia menjelaskan, pasar saham Asia bereaksi campur aduk. Hal ini dipicu oleh keputusan pemangkasan suku bunga oleh The Fed, bank sentral Amerika Serikat.

Phillip Sekuritas menambahkan, pemangkasan suku bunga The Fed bukanlah kejutan bagi pasar. Keputusan ini sudah lama diprediksi oleh pelaku pasar. Yang menjadi perhatian utama investor adalah grafik Dot Plot.

Baca Juga:

KPK menyatakan bahwa Khalid Basalamah mengembalikan uang secara bertahap

Grafik Dot Plot merupakan proyeksi pergerakan suku bunga di masa depan. Proyeksi ini dibuat oleh para pejabat tinggi The Fed. Dalam grafik tersebut, pejabat The Fed mengindikasikan rencana pemangkasan suku bunga sebanyak dua kali hingga akhir tahun.

Perkiraan menunjukkan suku bunga The Fed akan turun ke kisaran 3,5 hingga 3,75 persen. Selain itu, diperkirakan akan ada satu kali penurunan suku bunga lagi pada tahun 2026. Untuk tahun 2027, tidak ada proyeksi penurunan suku bunga.

Situasi ini menjadi pelik. Pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Namun, inflasi masih sulit untuk diturunkan. The Fed dihadapkan pada tantangan menjaga stabilitas kedua faktor tersebut. Mereka hanya memiliki satu alat utama, yaitu suku bunga, untuk mengelolanya.

Baca Juga:

Menteri Keuangan Purbaya percaya bahwa kebijakannya akan memberikan dampak yang cepat terhadap perekonomian

TAG :

Suka Artikel ini?

Share:

Wednesday, 18 February 2026

Ekonomi : IHSG Memulai Perdagangan Pagi Ini dengan Kenaikan


Indonesia, Perssilam - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terus naik hari ini. Indeks ini jadi patokan utama pasar saham Indonesia. Ia gabungkan harga ratusan saham di Bursa Efek Indonesia. Pada awal perdagangan sesi pertama pukul 09.02 WIB, IHSG tambah 26,28 poin. Kenaikan itu setara 0,35 persen. Levelnya kini di 8.149,17. Ini terjadi Rabu, 4 Januari 2026.
Advertising
BACA JUGA:Internasional : Bea Cukai dan Bareskrim Mengungkap Laboratorium Sabu Jaringan Iran di Jakarta
Kemarin Selasa sore, IHSG tutup lebih tinggi. Ia naik 199,866 poin atau 2,52 persen ke 8.122,597. Sepanjang hari itu, IHSG pernah jatuh ke titik terendah 7.712,348. Tren pulih cepat bantu capai kenaikan akhir. Pagi ini, pasar ramai gerak. 
Sebanyak 315 saham naik harga. 168 saham turun. Sisanya 184 saham diam tak berubah. Jumlah naik lebih banyak dari turun. Itu dorong IHSG kuat. Tujuh indeks sektoral ikut naik. Mereka topang penguatan keseluruhan. Empat indeks lain justru merah atau turun.
Advertising
BACA JUGA:Premier League : Brentford Melaju ke Putaran Kelima Piala FA dengan Kemenangan Tipis
Sektor barang baku unggul paling tinggi. Ia naik 1,79 persen. Sektor energi tambah 0,31 persen. Sektor kesehatan naik 0,29 persen. Kenaikan ini tunjukkan minat investor di bidang itu. Di sisi lain, sektor barang konsumen siklikal anjlok paling dalam. Turun 1,79 persen. Sektor infrastruktur lemah 0,76 persen. Sektor teknologi minus 0,07 persen. Penurunan ini tekan sebagian pasar.
Di kelompok saham LQ45, ada pemenang dan pecundang pagi ini. LQ45 adalah 45 saham terpilih dan paling likuid.Pemimpin kenaikan:
  1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 6,57 persen.
  2. PT United Tractors Tbk (UNTR) tambah 4,11 persen.
  3. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 3,96 persen.
Yang paling turun:
  1. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) minus 1,61 persen.
  2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 1,59 persen.
  3. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) lemah 1,51 persen.
Gerakan ini gambarkan pasar campur aduk. Penguatan IHSG tetap dominan berkat sektor kuat. Investor pantau kelanjutan tren ini sepanjang hari.Editor Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:

Tuesday, 26 May 2026

IHSG dan nilai Rupiah mengalami penurunan secara bersamaan akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah pada tanggal 26 Mei 2026


Indonesia, Perssilam - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menutup perdagangan Selasa 26 Mei 2026 dengan penurunan tajam. Pasar saham domestik gagal bangkit dari tekanan jual hingga akhir sesi. Data Bursa Efek Indonesia yang dikutip lewat Stockbit dan Kontan menunjukkan IHSG turun 76,15 poin. Angka ini setara dengan penurunan 1,23 persen. Akibatnya, posisi indeks berakhir di level 6.130,190. Penyebab utama jatuhnya pasar adalah rasa takut para investor. Mereka khawatir soal konflik di Timur Tengah yang belum menemui titik damai. Ketegangan ini membuat harga minyak dunia naik cepat. 
Advertising

BACA JUGA:
Arteta memiliki strategi untuk mengalahkan Guardiola dan akhirnya Arsenal meraih gelar juara
Kenaikan harga energi biasanya memicu inflasi karena biaya produksi dan transportasi barang jadi lebih mahal. Kondisi inilah yang membuat pasar saham menjadi tidak stabil. Efek buruk ini menyasar hampir seluruh sektor. Delapan indeks sektoral berada di zona merah. Sektor industri atau IDX-Industry mengalami hantaman paling keras dengan penurunan 3,38 persen. Sektor barang konsumsi non-primer atau IDX-Cyclic juga anjlok 2,20 persen. Sektor properti atau IDX-Property tidak luput dari koreksi dan turun 2,14 persen. Penurunan serentak di berbagai sektor ini menyeret IHSG jatuh dalam. Padahal saat pembukaan perdagangan pagi, indeks sempat naik dan berada di zona hijau. 
Pergerakan harga yang berbalik arah ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap isu politik global. Para pelaku pasar cenderung menjual aset mereka untuk menghindari risiko lebih besar. Kepanikan di pasar modal kini merembet ke pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar Amerika Serikat saat perdagangan tutup. Mata uang garuda turun 53 poin atau sekitar 0,29 persen. Angka penutupan rupiah kini berada di level Rp 17.796 per dollar AS. Kondisi ini terjadi karena konflik geopolitik di Timur Tengah belum usai. Masalah ini memberi tekanan berat bagi rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG. 
Biaya operasional industri dalam negeri jadi naik tajam. Ibrahim Assuaibi, analis mata uang dan komoditas, menjelaskan bahwa beban industri tidak hanya datang dari rupiah yang jatuh. Konflik global membuat harga bahan bakar minyak industri nonsubsidi naik. Hal ini langsung menambah biaya produksi bagi banyak perusahaan. Rupiah yang terus melemah memicu risiko pemutusan hubungan kerja atau PHK. Banyak perusahaan tidak kuat menahan biaya yang membengkak. Beberapa pabrik bahkan sudah berhenti beroperasi total.
PT Xacti Indonesia di Depok, Jawa Barat, menjadi salah satu korbannya. Perusahaan ini menutup seluruh pabriknya. Akibatnya, 350 pekerja kehilangan pekerjaan mereka. Keputusan pahit ini diambil karena biaya impor barang modal dan bahan baku melonjak tinggi. Di saat yang sama, permintaan barang dari pasar ekspor dunia sedang lesu. Perusahaan terjepit antara biaya produksi yang mahal dan penjualan yang turun.
Advertising

BACA JUGA: 
Rekomendasi Kuliner Populer di Jogja yang Harus Dicicipi
Krisis serupa juga melanda Jawa Timur. Sektor otomotif di Sidoarjo ikut terpuruk. CV Asri terpaksa merumahkan 200 karyawannya. Penyebab utamanya adalah angka penjualan kendaraan yang turun drastis. Daya beli masyarakat melemah sehingga stok kendaraan menumpuk di gudang. Kondisi ekonomi yang tidak stabil membuat konsumen menunda pembelian barang mewah seperti kendaraan.
Daftar Saham Top Gainers dan Top Losers LQ45 Selasa 26 Mei 2026
KategoriNama EmitenPerubahan NilaiHarga Akhir
Top GainersPT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)Naik 5,46%Rp 3.090
PT Barito Pacific Tbk (BRPT)Naik 5,07%Rp 1.555
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)Naik 3,91%Rp 505
Top LosersPT Vale Indonesia Tbk (INCO)Turun 10,68%Rp 4.890
PT Astra Internasional Tbk (ASII)Turun 8,48%Rp 5.125
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)Turun 8,11%Rp 1.190
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:

Saturday, 13 December 2025

Aksi pengambilan keuntungan mulai mereda, IHSG ditutup dengan penguatan


Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir positif hari ini. Ia naik 0,46 persen. Kenaikan itu setara 40 poin. Level penutupannya di 8.660,50. Hasil ini sesuai ramalan para analis.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan fakta itu. IHSG bangkit setelah jatuh kemarin. Penyebab kemarin adalah aksi jual ambil untung. "IHSG rebound usai koreksi gara-gara profit taking," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas. Pernyataan itu keluar Jumat, 12 Desember 2025.

Menurut tim itu, IHSG bisa istirahat minggu depan. Kisaran levelnya 8.550 hingga 8.700. Investor sering lihat pola ini di pasar saham. Konsolidasi artinya harga stabil sebelum gerak lagi.

Hari ini, 377 saham turun harganya. Sebanyak 275 saham naik. Sisanya 148 saham diam saja. Sektor bahan baku pimpin kenaikan. Ia naik 5,52 persen. Contoh saham di sektor itu sering ikut harga komoditas dunia. Sektor teknologi jatuh paling dalam. Turunnya 2,20 persen. Banyak saham tech sensitif terhadap berita global.

Advertising

Volume perdagangan capai 52,22 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi 2,98 juta kali. Nilai total Rp29,97 triliun. Kapitalisasi pasar Rp15.910 triliun. Angka ini tunjukkan aktivitas pasar ramai. Investor besar dan kecil ikut main.

Indeks LQ45 juga kuat. Indeks ini kumpul saham pilihan 45 perusahaan top. Saham MEDC dorong kenaikan utama. AMMN dan ANTAM ikut kuat. Ketiganya dari sektor tambang dan energi. Kinerja mereka bantu tarik IHSG naik.

Bukan cuma IHSG. Sebagian besar indeks Asia tutup hijau. Pasar Jepang, Korea Selatan, dan Singapura naik. Pelaku pasar pantau China dekat. Mereka tunggu sinyal dari negeri itu.

Advertising

Pertemuan tahunan soal rencana ekonomi China beri kabar baik. China janji dukung ekonomi 2026. Fokusnya tingkatkan belanja masyarakat. Juga stabilkan sektor properti. Properti di China sempat goyah. "Pertemuan itu tegas dukung ekonomi tahun depan," ujar Tim Phintraco. "Termasuk naikkan konsumsi dan tahan properti."

China tak lupakan teknologi. Kebijakan lima tahun mulai 2026 utamakan kemampuan tech. Sektor ini jadi andalan. China ingin saingi negara lain di bidang chip dan AI. Kabar ini bikin investor Asia senang.

Di sisi lain, emas dunia melonjak. Penyebabnya dolar AS lemah. The Fed potong suku bunga lagi. Harga emas sentuh puncak sebulan. Capai USD4.336 per troy ons. Emas jadi pilihan aman saat dolar turun. Investor global buru aset ini. Kenaikan emas bantu saham bahan baku di Indonesia. Seperti emiten tambang emas lokal. Pasar saham Indonesia rasakan efeknya hari ini.

Share:

Friday, 12 June 2026

IHSG mengalami lonjakan lebih dari 1 persen yang dipicu oleh optimisme terkait perdamaian antara AS dan Iran

IHSG berpeluang menguat terbatas di tengah ketegangan AS-Iran

Indonesia, Perssilam News - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melonjak tajam saat pembukaan perdagangan Jumat, 12 Juni 2026. Data dari Investasi menunjukkan kenaikan lebih dari 1 persen. Hal ini terjadi karena pasar saham di Asia juga sedang naik. Investor global merasa optimis bahwa Amerika Serikat dan Iran akan mencapai kesepakatan damai. Data RTI pukul 09.04 WIB mencatat IHSG naik 1,54 persen. Indeks bertambah 90,716 poin ke level 5.976,748. Sebanyak 401 saham menguat. Ada 96 saham yang turun dan 164 saham tetap di harga semula. Volume perdagangan mencapai 1,6 miliar saham. Total nilai transaksi mencapai Rp 1,3 triliun.
Kenaikan ini terjadi di semua sektor. IDX Basic naik paling tinggi sebesar 2,75 persen. IDX Industry menyusul dengan kenaikan 2,36 persen. IDX Energy juga naik 2,13 persen. Sektor basic mencakup perusahaan bahan mentah. Sektor industri meliputi pabrik pengolahan. Sektor energi mencakup tambang dan minyak. Di grup saham blue chip LQ45, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik paling banyak. Saham DEWA naik 4,76 persen ke harga Rp 308. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik 4,42 persen ke Rp 6.500. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 3,94 persen menjadi Rp 1.715. Blue chip adalah saham perusahaan besar dengan reputasi baik dan likuiditas tinggi. Namun tidak semua saham naik. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 2,28 persen ke Rp 2.570. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) turun 0,83 persen ke Rp 600.
Kenaikan IHSG searah dengan tren di Asia. Harapan damai AS dan Iran bisa menghentikan konflik di Timur Tengah. Konflik di sana sering membuat pasar tidak stabil. Presiden AS Donald Trump berkata pada Kamis, 11 Juni 2026, bahwa kesepakatan damai mungkin ditanda tangani akhir pekan ini. Trump bilang negosiasi sudah mencapai level tinggi di pimpinan Iran. Negara lain di Timur Tengah juga mendukung langkah ini.  Ray Attrill dari National Australia Bank menilai peluang damai kali ini sangat nyata. Hal ini memberi kabar baik bagi aset berisiko. Aset berisiko adalah investasi seperti saham yang harganya bisa berubah cepat. Attrill mengatakan jika Iran memberi sinyal positif, peluang damai akan naik drastis.
Berita damai ini membuat harga minyak dunia turun. Harga minyak mencapai level terendah dalam dua bulan. Minyak WTI turun 1,9 persen ke US$ 86,08 per barel. Sebelumnya minyak WTI sudah jatuh 2,6 persen. Minyak Brent juga turun 1,5 persen ke US$ 89,08 per barel. Sebelumnya Brent turun hampir 3 persen. Harga minyak yang turun mengurangi rasa takut akan inflasi global. Inflasi adalah kenaikan harga barang secara umum. Saat inflasi rendah, biaya produksi perusahaan turun. Investor jadi berani membeli saham lagi. Indeks Nikkei Jepang melonjak 4,3 persen. Indeks KOSPI Korea Selatan naik tajam 8,3 persen. Bursa saham Australia juga ikut naik 1,8 persen. Pasar Australia banyak berisi perusahaan tambang dan alam. Kenaikan ini membuktikan investor sedang dalam mode risk-on. Mode risk-on berarti investor berani mengambil risiko untuk mengejar keuntungan lebih besar.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×