Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App KPK sedang menyelidiki keberadaan jam mewah yang dimiliki oleh Fadia Arafiq, yang diduga dibeli dengan uang hasil korupsi ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Advertising
Dark Mode

Pages

Tuesday, May 26, 2026

KPK sedang menyelidiki keberadaan jam mewah yang dimiliki oleh Fadia Arafiq, yang diduga dibeli dengan uang hasil korupsi


Indonesia, Perssilam - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK sedang mencari jam tangan mewah milik Fadia Arafiq. Fadia adalah Bupati Pekalongan nonaktif yang kini jadi tersangka. KPK mendalami kasus ini karena ada dugaan korupsi di Pemkab Pekalongan. Kasus ini fokus pada pengadaan jasa outsourcing dan belanja barang lainnya.
Advertising

BACA JUGA:
Rekomendasi Kuliner Populer di Jogja yang Harus Dicicipi
Jubir KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa penyidik menemukan sembilan kotak jam mewah. Barang-barang ini ditemukan saat operasi tangkap tangan atau OTT di rumah Fadia. Budi mengatakan penyidik sudah mengonfirmasi temuan itu kepada pihak penjual pada Senin 25 Mei 2026.
Untuk membuktikan kepemilikan, KPK memanggil manajer butik INTime Senayan City. Penyidik ingin mencocokkan invoice atau nota pembelian yang mereka temukan. Ternyata tidak semua kotak berisi jam tangan. Dari sembilan kotak, hanya lima yang ada isinya. Jadi, baru lima unit jam mewah yang berhasil diamankan KPK.
Advertising

BACA JUGA: 
Ilmuwan Memperkenalkan Baterai Magnesium Karbon Dioksida Sebagai Penyimpan Energi Bersih
Penyidik masih mencari sisa jam tangan yang hilang. Budi menyebut sebagian besar jam itu merek Rolex. Jam tangan mewah sering jadi alat untuk menyembunyikan uang hasil korupsi.
KPK melakukan penelusuran aset ini untuk asset recovery. Ini adalah upaya mengembalikan kerugian keuangan negara. Barang yang disita akan dirampas untuk negara setelah ada putusan pengadilan. Nantinya, barang itu akan dilelang. Hasil lelang digunakan untuk membayar uang pengganti kerugian negara.
Saat ini KPK terus mengembangkan penyidikan. Mereka mencari bukti lain terkait proyek outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Fadia Arafiq tetap menjadi tersangka utama dalam kasus pengadaan jasa ini.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
You Might Like
×
Rekomendasi
×
Iklan
📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

b

×

Premier League

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Archive

Total Pageviews