Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for rupiah
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query rupiah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query rupiah. Sort by date Show all posts

Monday, 26 January 2026

Ekonomi/Bisnis : Rupiah Semakin Kuat di Level Rp16.782 per Dolar AS


Indonesia, Nilai tukar rupiah masih kuat lawan dolar AS di akhir perdagangan hari ini. Data dari Bloomberg catat rupiah naik 0,23 persen. Kenaikan itu setara 38 poin. Akhirnya rupiah tutup di Rp16.782 per dolar AS. Gerakan ini tunjukkan tren penguatan lanjut. Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi sebut sentimen positif pasar jadi pendorong utama. "Pasar dukung komitmen Bank Indonesia dalam jaga stabilitas rupiah. Itu ciptakan sentimen positif," katanya Senin (26/1/2026). Komitmen BI ini bikin pelaku pasar percaya.
Temukan lebih banyak
Bisnis
Advertising

BACA JUGA:Tehnologi : Segera Ubah Kata Sandi! 149 Juta Akun Gmail dan TikTok Terungkap di Internet

Menurut Ibrahim, BI lakukan intervensi besar-besaran. Tujuannya jaga nilai tukar rupiah tetap stabil. Intervensi utama terjadi di pasar luar negeri atau offshore. Alatnya Non-Delivery Forward atau NDF. NDF adalah kontrak jual beli mata uang di masa depan tanpa kirim fisik uangnya. Cara ini bantu kendalikan fluktuasi tanpa ganggu likuiditas.
BI juga gerak di pasar dalam negeri. Pakai Domestic Non-Delivery Forward atau DNDF. Plus transaksi di pasar spot. Pasar spot artinya jual beli langsung saat kesepakatan dibuat. Langsung settle dalam dua hari. Langkah ini perkuat rupiah dari berbagai sisi. BI yakin rupiah akan stabil ke depan. Bahkan cenderung menguat lagi. Alasannya kuat. Imbal hasil obligasi menarik tarik investor. Inflasi tetap rendah tak ancam daya beli. Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cerah. Cadangan devisa BI lebih dari cukup. Dana itu siap dipakai stabilisasi kapan saja. Pasar lihat ini semua sebagai pondasi solid.
Advertising

BACA JUGA:BRI Super League : Rombak Susunan Tim, Persijap Sangat Serius Memperbaiki Diri Di Putaran Kedua

Pasar juga ramah pada kabar Thomas Djiwandono. Dia terpilih jadi deputi gubernur BI usai uji kelayakan di DPR. Thomas ganti Juda Agung yang mundur. Langkah ini tambah kepercayaan. BI punya tim kuat untuk hadapi tantangan. Kemenkeu buka masa penawaran instrumen investasi ORI029. Ini jadi opsi aman bagi investor domestik. Dukung penguatan rupiah dari dalam.
Temukan lebih banyak
BUSINES SERVICES AND PROCUREMENT
Ibrahim tetap awasi faktor luar. Tensi geopolitik pengaruhi dolar AS. Dampaknya ke rupiah tak bisa diabaikan. Presiden Trump nyalakan api perang dagang baru. Sasarannya Kanada. Trump ancam tarif 100 persen pada barang Kanada. Syaratnya jika Kanada lanjut kesepakatan dagang dengan Tiongkok. Trump khawatir Kanada jadi pelabuhan transit. Barang Tiongkok bisa masuk AS lewat sana. Ancaman ini bikin pasar tegang.
Sikap pelaku pasar ikut warna ekspektasi kebijakan moneter AS. Banyak yang yakin The Fed pertahankan suku bunga. Tak ada kenaikan dulu. Ini bantu dolar stabil. Rupiah pun ikut untung. Presiden Donald Trump beri kabar lain. Dia klaim sudah selesai wawancara calon Ketua Federal Reserve berikutnya. Trump konfirmasi sudah buat pilihan. Pengumuman resmi kemungkinan sebelum akhir Januari. Pasar tunggu siapa orangnya. Pilihan ini bisa goyang kebijakan suku bunga AS. Rupiah harus siap hadapi.
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:

Sunday, 22 March 2026

Bisnis : Rupiah Hampir Menembus Rp17.000, Bank Indonesia Segera Mengunci Aturan Pembelian Dolar Mulai 1 April


Indonesia, Perssilam - Nilai tukar rupiah kian morat-marit saat masyarakat sibuk rayakan Lebaran. Rupiah terus terpuruk. Ia mendekati batas Rp17.000 per dolar AS. Pasar sepi gara-gara libur panjang. Spekulan asing manfaatkan celah itu. Mereka goyang kurs di luar negeri. Bank Indonesia tak diam saja. Rupiah ambruk gara-gara sentimen dunia. Mulai 1 April 2026, BI ketatkan aturan beli valas. Valas itu valuta asing seperti dolar. Oknum yang suka stok dolar berlebih jadi susah gerak.
Advertising

BACA JUGA:
Internasional : Timur Tengah masih dalam keadaan konflik, Indonesia menunda kegiatan internasional
BI potong batas beli dolar tunai. Dulunya US$100.000 per bulan tanpa dokumen. Kini tinggal US$50.000 saja. Aturan ini juga untuk kirim valas ke luar negeri. Nilainya setara batas itu. Tujuannya rem capital outflow. Modal asing suka kabur dari negara berkembang.
Efektivitasnya ubah perilaku pasar. Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, bilang begitu. Ia analisis Jumat, 20 Maret 2026. Ruang beli dolar ugal-ugalan menyempit. Pengawasan kini lebih ketat. Anda yang suka simpan dolar banyak harus siap ribet. Prosedur tak lagi mudah.
Pelemahan rupiah datang dari luar. Badai global kencang sekali. Eskalasi militer Timur Tengah naikkan harga minyak. Minyak mentah tembus US$100 per barel. Indonesia impor energi banyak. Biaya impor membengkak. Cadangan devisa terkuras cepat.
Advertising

BACA JUGA:
Kuliner : Menu Lebaran Khas Palembang Selain Pempek yang Harus Disajikan saat Lebaran
The Fed AS tahan suku bunga tinggi. Investor pilih simpan di AS. Yield obligasi AS lebih tinggi. Modal asing tarik diri dari saham dan obligasi Indonesia. Maret 2026, US$1,1 miliar sudah keluar.BACA JUGA: Liga Champions : Barcelona Harus Waspada Terhadap Ancaman Newcastle di Leg Kedua 16 Besar UCL
Rupiah pernah sentuh Rp16.985 per dolar. Itu pertengahan Maret. Tekanan datang bertubi-tubi. Pertahanan dalam negeri kuat. Tapi faktor luar masih ancam stabilitas.
Pasar tunggu pasca-Lebaran. Apakah tensi dunia reda? Atau makin panas? Josua Pardede tambah waspadai. Tekanan utama dari global. Harga minyak tak turun, rupiah susah balik ke Rp16.500. Aturan BI baru jaga agar tak jebol Rp17.000. BI siapkan cadangan kuat. Libur Lebaran 18-24 Maret 2026. Pasar tutup operasional. Volume tipis. Kurs bisa liar di pasar gelap atau offshore. 
Sedikit jual dolar saja bikin rupiah jatuh dalam. Jangan panik. Cadangan devisa BI US$151,9 miliar. Cukup impor enam bulan lebih. BI bisa intervensi pasar dalam dan luar. Jika situasi parah.
BI naikkan batas hedging. Dari US$5 juta jadi US$10 juta. Hedging lindungi dari gejolak kurs. Pelaku usaha tak panic beli spot. Spot pasar langsung bisa ledakkan kurs. Rupiah sulit naik tajam cepat. Tapi stabilitas terjaga. Josua bilang, sukses BI cegah rupiah lewat Rp17.000 jauh. Sekarang tunggu waktu. Aturan baru tahan dolar kuat. Waspada lonjakan saat pasar buka lagi pekan depan.EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:

Saturday, 16 May 2026

Kurs Rupiah Melemah Menembus Rp17.600 per Dolar AS Pagi Ini ekonomi


Indonesia, perssilam - Nilai tukar rupiah terus merosot terhadap dolar Amerika Serikat. Pada Sabtu pagi 16 Mei 2026, kurs rupiah menembus angka Rp17.600 per dolar AS. Mata uang Indonesia mengalami koreksi tajam selama beberapa hari terakhir. Hal ini terjadi karena tekanan besar dari pasar global. Para pelaku pasar dan masyarakat kini merasa cemas. Kurs yang tidak stabil bisa menaikkan harga barang impor. Barang seperti bahan baku industri, gandum, dan elektronik biasanya mengikuti harga dolar. Jika rupiah melemah, biaya impor naik. Perusahaan kemungkinan besar akan menaikkan harga jual barang ke konsumen untuk menutup kerugian.
Advertising

BACA JUGA:
Toprak Razgatlioglu dan Veda Ega Menargetkan Poin Penting di MotoGP Catalunya
Data dari platform konversi mata uang dunia menunjukkan fluktuasi harga yang tinggi di pasar spot. Pasar spot adalah tempat jual beli valas secara langsung dengan harga saat itu juga. Tren negatif ini sudah mulai terlihat sejak pertengahan pekan lalu. Pemerintah dan otoritas moneter mengamati situasi ini setiap jam. Mereka menyiapkan langkah intervensi untuk mencegah rupiah jatuh lebih dalam. Intervensi bisa berupa penjualan cadangan dolar AS milik negara ke pasar.
Menteri Keuangan menyatakan akan bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI). Mereka ingin mengendalikan nilai tukar agar tetap stabil. Kerjasama antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter BI sangat penting. Sinergi ini bertujuan meredam kepanikan di pasar keuangan.
Advertising

BACA JUGA: 
Polisi berhasil menangkap sekelompok penipu di Bekasi yang menargetkan anak-anak di bawah umur
Penyebab utama tekanan ini adalah kenaikan indeks dolar AS. Indeks ini mengukur nilai dolar terhadap beberapa mata uang utama dunia. Saat dolar menguat, mata uang negara berkembang seperti rupiah biasanya melemah. Investor global kini memindahkan uang mereka ke aset dolar AS karena dianggap lebih aman. Masalah di dalam negeri juga ikut memperberat beban rupiah. Banyak perusahaan besar membutuhkan dolar AS untuk membayar utang luar negeri. Beberapa perusahaan juga harus membayar dividen atau bagi hasil kepada investor asing dalam dolar. Hal ini membuat jumlah dolar di pasar domestik menjadi langka. Ketika permintaan tinggi namun stok sedikit, harga dolar otomatis naik.
Rupiah memang terpuruk terhadap dolar, tetapi pergerakannya terhadap mata uang lain berbeda. Ada mata uang yang tetap stabil atau bahkan melemah juga. Bank Indonesia tetap mengeluarkan panduan nilai tukar resmi setiap hari. Data ini menjadi patokan utama bagi bank dan masyarakat dalam melakukan transaksi.
Berikut adalah data nilai tukar beberapa mata uang asing berdasarkan informasi transaksi resmi dari Bank Indonesia yang dapat menjadi acuan bagi masyarakat:
Daftar Kurs Transaksi Bank Indonesia 16 Mei 2026
Mata UangKurs Jual (IDR)Kurs Beli (IDR)
AED (1)4.793,464.744,34
AUD (1)12.704,8112.574,91
Masyarakat yang ingin tukar uang asing harus rajin cek kurs terbaru. Bank besar seperti BCA dan Bank Mandiri mengubah nilai tukar counter mereka berkali-kali dalam sehari. Perubahan harga ini terjadi cepat mengikuti pasar uang. Jika telat cek, nasabah bisa rugi karena selisih harga yang besar. Ekonom memperingatkan risiko berat saat rupiah jatuh ke level psikologis baru. Kondisi ini memicu inflasi. Barang elektronik seperti laptop dan ponsel akan naik harganya. Pangan impor seperti gandum, kedelai, dan daging sapi juga ikut mahal. 
Advertising

BACA JUGA: 
Maximo Quiles Memanaskan Moto3 Catalunya 2026
Rakyat kecil paling terasa dampaknya karena biaya hidup naik. Pengusaha yang membeli bahan baku dari luar negeri kini dalam posisi sulit. Biaya produksi membengkak karena rupiah melemah. Jika harga jual tetap, margin untung mereka akan habis. Banyak pemilik pabrik mulai mencari cara menghemat biaya operasional. Sebagian besar industri terpaksa menaikkan harga jual produk mereka agar bisnis tetap jalan. Langkah ini berisiko membuat pembeli berkurang. Namun, ini menjadi pilihan terakhir agar perusahaan tidak rugi besar.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×