![]() |
| Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan catatan negatif pada perdagangan hari ini ©Foto: Tempo.co |
Analisis pergerakan saham menunjukkan dominasi penurunan. Sebanyak 421 saham tercatat mengalami pelemahan harga. Di sisi lain, 248 saham bergerak stagnan tanpa perubahan nilai. Sebanyak 287 saham berhasil mencatatkan kenaikan harga. Sektor teknologi tampil sebagai primadona dengan kenaikan paling signifikan, mencapai 4,26 persen. Sebaliknya, sektor finansial mengalami tekanan terberat, turun sebesar 0,84 persen.
Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan, Indeks LQ45 juga turut melemah. Indeks ini memuat saham-saham unggulan di pasar modal. Saham-saham yang paling berkontribusi pada penurunan ini antara lain AMRT, MAPA, MDKA, ISAT, dan BBTN. Perdagangan hari ini mencatat volume transaksi besar. Sebanyak 42,45 miliar lembar saham berpindah tangan. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,39 juta kali. Nilai total perdagangan mencapai Rp21,89 triliun. Kapitalisasi pasar bursa menggapai Rp14.546 triliun.
Baca Juga:
Cegah Alergi, Dokter Mengkampanyekan Agar Anak-Anak Mengonsumsi Makanan Alami
Menurut Pilarmas Sekuritas, pelemahan IHSG di pasar domestik disebabkan oleh penyesuaian terhadap defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Defisit tersebut mengalami pelebaran. Angka defisit kini menjadi Rp689,1 triliun. Angka ini setara dengan 2,68 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sebelumnya, defisit tercatat sebesar Rp638,8 triliun atau 2,48 persen terhadap PDB.
Di bursa kawasan Asia, indeks saham menunjukkan pergerakan yang beragam pada penutupan sore ini. Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia menjelaskan, pasar saham Asia bereaksi campur aduk. Hal ini dipicu oleh keputusan pemangkasan suku bunga oleh The Fed, bank sentral Amerika Serikat.
Phillip Sekuritas menambahkan, pemangkasan suku bunga The Fed bukanlah kejutan bagi pasar. Keputusan ini sudah lama diprediksi oleh pelaku pasar. Yang menjadi perhatian utama investor adalah grafik Dot Plot.
Baca Juga:
KPK menyatakan bahwa Khalid Basalamah mengembalikan uang secara bertahap
Grafik Dot Plot merupakan proyeksi pergerakan suku bunga di masa depan. Proyeksi ini dibuat oleh para pejabat tinggi The Fed. Dalam grafik tersebut, pejabat The Fed mengindikasikan rencana pemangkasan suku bunga sebanyak dua kali hingga akhir tahun.
Perkiraan menunjukkan suku bunga The Fed akan turun ke kisaran 3,5 hingga 3,75 persen. Selain itu, diperkirakan akan ada satu kali penurunan suku bunga lagi pada tahun 2026. Untuk tahun 2027, tidak ada proyeksi penurunan suku bunga.
Situasi ini menjadi pelik. Pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Namun, inflasi masih sulit untuk diturunkan. The Fed dihadapkan pada tantangan menjaga stabilitas kedua faktor tersebut. Mereka hanya memiliki satu alat utama, yaitu suku bunga, untuk mengelolanya.
Baca Juga:
TAG :
Suka Artikel ini?














