
Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia melonjak kencang saat penutupan perdagangan hari ini. Indeks ini naik 1,17 persen. Kenaikannya mencapai 101 poin. Sekarang IHSG bertengger di level 8.748 poin.
Dari total saham yang bergerak, 479 saham harga naik. Sebanyak 200 saham turun harga. Sisanya 131 saham tetap stagnan. Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia bilang begini. "Saham di sektor energi, bahan baku, dan teknologi naik paling kuat. Mereka jadi tulang punggung penguatan IHSG," ujar tim itu pada Jumat, 2 Januari 2026.
Volume perdagangan mencapai 51,14 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi hitting 3,12 juta kali. Nilai total dagang capai Rp22,36 triliun. Kapitalisasi pasar pun membengkak jadi Rp16.043,68 triliun. Angka ini tunjukkan minat investor yang tinggi hari ini.
Indeks LQ45 yang isinya saham-saham top juga ikut menguat sepanjang sesi. LQ45 pilih saham likuid dan besar di BEI. Saham pemberat terdepan termasuk BUMI dari tambang, JPFA di unggas, MBMA logam, GOTO tech, dan MEDC migas. Mereka dorong kenaikan indeks secara keseluruhan.
Di pasar lokal, sentimen datang dari rilis S&P Global Manufacturing PMI. PMI Indonesia turun ke 51,2 di Desember. Sebelumnya di November 2025, angkanya 53,3. PMI di atas 50 artinya sektor manufaktur masih ekspansi. November itu level tertinggi dalam sembilan bulan berturut-turut. "Ini tandai ekspansi selama lima bulan beruntun di manufaktur," kata Tim Phillip Sekuritas.
Penurunan PMI kali ini karena pesanan baru melambat. Perekrutan pekerja juga kurang cepat. Ekspor lantas merosot empat bulan straight. Data ini bikin investor waspada soal perlambatan ekonomi riil.
Sama saat IHSG kuat, bursa saham Asia lain juga tutup hijau. Indeks KOSPI Korea Selatan cetak rekor baru. Naik 2,27 persen. Levelnya tembus 4.300 poin, batas psikologis penting.
Beberapa bursa Asia tutup libur Tahun Baru. Contohnya Jepang, Thailand, Selandia Baru, dan Tiongkok. Investor tunggu mereka buka besok.
Data S&P Global PMI ungkap aktivitas manufaktur naik di eksportir tech Desember 2025. Korea Selatan dan Taiwan pimpin. Mereka akhiri penurunan berbulan-bulan.
Negara Asia Tenggara mayoritas pertahankan ekspansi. Tiongkok malah naik tiba-tiba. Pesanan melonjak jelang liburan. "Begini analisis kami," tutup Tim Phillip Sekuritas. Kenaikan ini beri harapan pasar regional tetap cerah. (Red)
Dengarkan
Berita dan Artikel lainnya di :













