
Subang Jadi Pusat Produksi Mobil Nasional, Pindad Siap Serap 2.000 Tenaga Kerja
Penguasaan teknologi menjadi kunci utama agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain. Kawasan Mobil Nasional ini bukan sekadar tempat rakitan. Tempat ini menjadi pusat teknologi dan pembuatan mesin yang menyatu. Lahan proyek ini sangat luas, mencapai 539 hektare. Di sana akan ada pusat desain kendaraan dan tempat uji coba produk. Pemerintah juga membangun pusat riset dan pengembangan atau R&D. Fasilitas R&D ini gunanya untuk menciptakan model mobil baru yang sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, proyek ini akan memberi kerja bagi 2.000 tenaga ahli dan lulusan baru dari kampus.
BACA JUGA: Shopee memberhentikan ratusan pengembang untuk lebih fokus pada teknologi kecerdasan buatan
Direktur Utama PT Pindad, Sigit Santosa, menjelaskan rencana pembangunan dalam tiga tahap. Proses ini berjalan dari tahun 2026 sampai 2028. Tahap pertama fokus pada lahan 60 hektare. Target awalnya adalah membuat 50.000 unit mobil per tahun pada 2028. Setelah itu, kapasitas akan naik pelan-pelan sampai angka 300.000 unit. PT Pindad sudah menyiapkan sumber daya manusia sejak lama. Mereka melatih perencana, teknisi, dan ahli mesin untuk mendukung pabrik skala besar ini. Proyek ini tidak hanya membuat mobil biasa. Indonesia ingin menguasai teknologi mobil listrik atau EV. Langkah ini juga bertujuan membangun jaringan pemasok suku cadang lokal di Subang dan sekitarnya. Pemerintah ingin mengurangi impor mobil dan komponen dari luar negeri. Subang dipilih karena lokasinya strategis sebagai pusat industri baru di Jawa Barat. Dengan lokasi ini, proses transfer teknologi dari dunia global ke Indonesia jadi lebih cepat. Proyek ini juga menjawab tren dunia yang mulai pindah ke energi bersih.
PT Pindad menjadi pelaksana utama proyek ini. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah memakai BUMN untuk membangun industri yang kuat. Tujuannya agar Indonesia punya daya saing tinggi dan memberi keuntungan ekonomi bagi rakyat banyak. Mobil nasional ini diharapkan bisa menjadi simbol kemajuan teknologi dalam negeri.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Reaksi :
Artikel Terkait






