Musi Rawas, Perssilam News - Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA), Judha Nugraha, memberi kepastian bahwa kondisi keamanan di sana tetap kondusif. Hal ini terjadi setelah ada serangan pada 12 Juli 2026. Judha membenarkan serangan itu datang dari pihak lawan. Namun, pemerintah UEA mampu menghalau serangan tersebut melalui sistem pertahanan udara mereka. Judha menjelaskan bahwa situasi saat ini terlihat normal. Tidak ada kepanikan di tengah warga. Transportasi umum tetap beroperasi seperti biasa. Pusat perbelanjaan tetap buka dan pasokan barang logistik lancar. Masyarakat masih berani keluar rumah untuk beraktivitas. Bahkan, staf kantor masih bisa berolahraga di area luar gedung. Semua berjalan aman.
Advertising
Keterangan ini disampaikan Judha saat berbincang dengan RRI Pro3 pada Minggu, 19 Juli 2026. Ia meminta seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di UEA agar tidak panik. Meski begitu, ia mengingatkan agar semua tetap waspada. Judha menyebut UEA menjadi negara Teluk yang paling sering diserang lawan. Serangan itu biasanya berupa drone atau rudal. Data menunjukkan serangan besar dimulai sejak 28 Februari 2026.
Advertising
Lawan sudah meluncurkan sekitar 2.800 serangan rudal dan drone. Otoritas UEA berhasil menangkis semua serangan itu. Hasilnya, tidak ada warga sipil yang menjadi korban. Situasi sempat tenang sejak 4 Mei lalu. Namun, serangan baru muncul lagi pada 12 Juli. Sistem pertahanan udara UEA kembali bekerja menghalau ancaman tersebut. Tidak ada serangan yang berhasil masuk ke wilayah pemukiman. Kemampuan intersep UEA sangat tinggi. Lebih dari 95 persen serangan berhasil dihentikan sebelum menimbulkan korban.
Untuk mengantisipasi risiko, Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi dan KJRI di Dubai sudah mengambil langkah cepat. Mereka menetapkan status level III sejak 28 Februari 2026. Status siaga ini masih berlaku dan belum dicabut hingga sekarang. Judha menegaskan bahwa KBRI dan KJRI terus memperbarui informasi. Mereka mengikuti sistem peringatan darurat yang dibuat oleh pemerintah UEA. Meski ada serangan baru, level status siaga tetap sama sejak awal Februari. Pihak kedutaan terus memantau keadaan demi keamanan WNI di sana.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Reaksi :
Artikel Terkait









.png)



.jpeg)
.png)

