
Indonesia, Perssilam - Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, mendarat di Jeddah, Arab Saudi. Ia tiba pada Kamis, 12 Februari 2023, siang waktu setempat. Perjalanan ini bertujuan untuk ibadah umrah. Megawati datang bersama keluarga dekat. Mereka rencanakan umrah di Masjidil Haram, Mekkah, pada 14 Februari. Masjidil Haram adalah masjid suci utama di Islam, pusat ibadah haji dan umrah. Umrah sendiri adalah ibadah ziarah kecil yang bisa dilakukan kapan saja, beda dengan haji yang waktunya tetap.
Ia berangkat dari Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz di Madinah. Pesawat mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Megawati didampingi putranya, M. Prananda Prabowo, beserta istri Nancy Prananda. Putrinya, Puan Maharani, yang menjabat Ketua DPR RI, ikut serta. Rombongan disambut hangat di bandara. Konsul Jenderal RI untuk Jeddah, Yusron B. Ambary, hadir pertama. Ahmad Basarah, Ketua DPP PDIP bidang Luar Negeri, juga menyapa. Zuhairi Misrawi, Duta Besar Indonesia untuk Tunisia sekaligus Ketua DPP PDIP bidang Agama meski nonaktif, bergabung.
Yusron B. Ambary menyapa ramah. "Selamat datang kembali di Jeddah, Bu," katanya. Saat itu, Megawati pakai abaya hitam panjang dan hijab putih sederhana. Pakaian itu umum dipakai wanita Muslim saat di Tanah Suci. Di lounge Royal Terminal, mereka istirahat sebentar. Televisi menayangkan suasana ramai di Masjidil Haram. Jemaah dari berbagai negara sedang tawaf dan shalat. Usai obrolan singkat, rombongan naik mobil menuju Mekkah. Perjalanan darat ini sekitar satu jam. Zuhairi Misrawi beri keterangan lebih lanjut. Megawati, Prananda, dan Puan akan umrah pada 14 Februari. "Tahun lalu, Ibu Megawati umrah bareng Mbak Puan dan Mas Tatam," ujarnya. Mas Tatam adalah Mohammad Rizki Pratama, putra sulung Megawati.
Advertising
BACA JUGA:Nasional : Pemerintah Mengembalikan Sertifikat Hak Milik (SHM) Transmigran yang Dibatalkan di Wilayah Pertambangan Kalimantan SelatanSebelum umrah, ada rencana lain. Mereka ziarahi makam Rasulullah SAW di Madinah. Doa keluarga dilakukan di Raudhah, area istimewa di Masjid Nabawi. Raudhah dikenal sebagai taman surga kecil, tempat doa mustajab. Selama umrah, fokus utama adalah ibadah murni. Megawati dan keluarga berdoa untuk orang-orang terkasih. Doa itu untuk Bung Karno, ayahnya Soekarno. Juga untuk Ibu Fatmawati, istrinya. Lalu Taufiq Kiemas, suami almarhum, dan Surindro Supjarso. Doa meliputi keluarga besar PDIP dan seluruh bangsa Indonesia. Zuhairi, yang akrab dipanggil Gus Mis, tekankan hal itu. Ibadah ini jadi momen pribadi sekaligus spiritual. Ahmad Basarah tambahkan soal doa untuk Pancasila. Pancasila adalah dasar negara Indonesia, lima sila yang jadi pedoman hidup berbangsa. "Ibu Megawati doakan kita semua," kata Basarah. "Bangsa Indonesia teguh pada Pancasila. Pupuk gotong royong dalam kebangsaan." Doa ini lahir dari komitmen ideologi PDIP..png)
.png)
Konteksnya lebih luas lagi. Megawati baru saja ikut Zayed Award 2026. Ia bertemu Putra Mahkota Uni Emirat Arab. Juga terima gelar Doktor Honoris Causa dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University di Riyadh. Di acara-acara itu, ia angkat Pancasila ke dunia. Pancasila jadi daya tarik ideologi sekarang. Di tengah dinamika geopolitik global, ideologi ini kuat. Basarah bilang, doa untuk kemajuan Indonesia lewat Pancasila bisa bangun keyakinan bersama. Itu untuk pembangunan negara yang lebih baik. Rombongan ini tunjukkan sisi spiritual tokoh nasional di panggung internasional.
Advertising
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Monday, 15 June 2026
Megawati telah melakukan peresmian terhadap renovasi Istana Gebang dan juga patung Bung Karno

Megawati meresmikan renovasi Istana Gebang serta patung Bung Karno
Indonesia, Perssilam News - Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, meresmikan hasil renovasi Istana Gebang pada Senin, 15 Juni 2026. Bangunan bersejarah ini berada di Jalan Sultan Agung Nomor 59, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur. Saat tiba di lokasi, Megawati memutuskan tidak memakai naskah sambutan resmi. Panitia sudah menyiapkan teks pidato, tapi ia memilih bicara spontan. Megawati merasa sedang berada di rumah kakeknya sendiri sehingga suasana menjadi lebih kekeluargaan. Ia mengatakan bahwa membaca teks akan membuat suasana jadi terlalu formal. Ia ingin bicara langsung dari hati nurani kepada para tamu yang hadir.Dalam pidatonya, Megawati meminta masyarakat mengingat kembali masa muda Bung Karno. Ia menekankan bahwa Bung Karno harus masuk penjara dan dibuang ke berbagai tempat. Total waktu yang dihabiskan dalam pengasingan mencapai 22 tahun. Hal ini ia lakukan demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Megawati meminta pengunjung tidak sekadar melihat bangunan, tapi meresapi makna di baliknya. Ia bercerita bahwa dirinya sempat merenung berhari-hari sebelum pembukaan kembali Istana Gebang. Bagi Megawati, tempat ini bukan cuma soal rumah masa kecil Bung Karno. Istana Gebang adalah bukti semangat perjuangan yang tidak pernah padam. Ia mengingatkan bahwa Bung Karno pernah dibuang ke Ende, Bangka, hingga Bengkulu. Megawati meminta hadirin membayangkan beratnya hidup di penjara demi keyakinan bahwa Indonesia akan merdeka.
Megawati juga memberi peringatan keras kepada generasi muda. Ia menegaskan kemerdekaan bukan berarti perjuangan sudah selesai. Menurutnya, bangsa Indonesia tetap bisa dijajah jika tidak waspada. Saat ia bertanya apakah mereka mau dijajah lagi, ribuan peserta menjawab tidak dengan suara lantang. Acara peresmian bangunan gaya kolonial ini ditandai dengan penekanan tombol sirine. Megawati didampingi putranya, M. Prananda Prabowo, serta Puti Guntur Soekarno dan Romy Soekarno. Selain keluarga, jajaran DPP PDI Perjuangan hadir lengkap. Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto memimpin rombongan bersama pengurus DPD PDIP Jawa Timur. Ribuan kader partai dan warga sekitar juga memadati area museum.
Setelah sirine berbunyi, Megawati meresmikan patung Bung Karno. Patung setinggi 5 meter itu adalah karya Drs Gunadi, seniman dari Bantul, Yogyakarta. Peresmian ditandai dengan tanda tangan Megawati pada sebuah prasasti. Patung ini menjadi pengingat visual akan pemikiran Sang Proklamator. Kehadiran monumen ini membuat Istana Gebang jadi pusat wisata sejarah dan ideologi yang lebih lengkap bagi publik. Setelah acara selesai, Megawati berkeliling melihat bagian dalam rumah. Ia ditemani keluarga dan sahabat dekat, termasuk Connie Rahakundini Bakrie yang merupakan Guru Besar Universitas St. Petersburg Rusia. Istana Gebang punya sejarah panjang. Bangunan ini didirikan tahun 1884 saat Stasiun Kereta Api Blitar dibangun. Awalnya rumah ini milik C.H. Portier, seorang pegawai kereta api asal Belanda. Keluarga besar Bung Karno membeli rumah ini sekitar tahun 1917. Di sinilah Bung Karno tinggal bersama ayahnya, Raden Sukemi Sosrodiharjo, ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai, dan kakaknya, Sukarmini. Di rumah inilah pemikiran awal tentang kebangsaan dan kepemimpinan Bung Karno mulai terbentuk.
Penulis: RD73
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Reaksi :
Artikel Terkait







