
Indonesia, Perssilam - Johann Zarco akhirnya bicara soal kecelakaan parah yang menimpanya saat restart Grand Prix Catalunya. Zarco mulai balapan dari posisi kelima. Pada awal start, dia bisa menjaga posisinya dengan stabil. Namun, segalanya berubah saat restart terjadi. Zarco gagal melewati tikungan pertama karena terjadi tabrakan beruntun. Dia mengaku terhisap oleh gerakan Luca Marini. Hal ini membuat Zarco tidak punya cukup ruang untuk mengerem atau menghindar. Pembalap LCR MotoGP ini bercerita kepada surat kabar Prancis, L'Equipe.
Advertising
Dia mengatakan bahwa setelah benturan dengan Marini, dia langsung terjebak pada motor Ducati milik Francesco Bagnaia. Zarco terjatuh bersama motor tersebut. Kaki kirinya terjepit di posisi yang sangat berbahaya. Bagian kaki itu terhimpit di antara roda, kursi motor, dan knalpot yang panas. Kecelakaan ini sangat langka. Zarco terlempar bersama motor Bagnaia yang sudah tidak terkendali menuju area gravel. Kaki kirinya tetap tersangkut kuat pada mesin Ducati. Saat motor akhirnya berhenti, Zarco tergeletak telentang. Dia tidak bisa bergerak karena kakinya masih terjepit. Bagnaia dan Marini segera datang membantu. Mereka sadar situasi ini sangat serius. Petugas marshal juga berlari cepat ke lokasi untuk memberikan bantuan medis.
BACA JUGA: WHO telah menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai darurat kesehatan internasional
BACA JUGA: Oditur Militer menuntut tiga prajurit TNI dalam kasus pembunuhan seorang karyawan BUMN
Zarco tetap sadar selama kejadian itu. Namun, rasa sakit yang dia rasakan sangat hebat. Dia ingat saat itu dia hanya bisa berteriak kesakitan di atas gravel. Kaki kirinya mulai terasa panas terbakar. Orang-orang yang mengerumuninya merasa takut untuk menyentuh kakinya. Mereka khawatir gerakan salah justru akan memperparah luka. Akhirnya, Zarco menarik kakinya sendiri dengan bantuan petugas. Tim medis segera memobilisasi tubuhnya dan membuka pakaian balap. Dia diberi infus obat nyeri untuk menenangkan rasa sakitnya. Zarco mengaku kejadian ini adalah momen paling menakutkan dalam hidupnya.
Advertising
Ambulans membawa Zarco ke pusat medis sirkuit setelah 10 menit. Setelah itu, dia langsung dibawa ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan menunjukkan cedera yang cukup parah. Ada fraktur ringan pada tulang fibula tepat di dekat pergelangan kaki yang terjepit. Selain itu, ada kerusakan pada ligamen anterior dan posterior. Meniskus medial pada lutut kirinya juga mengalami cedera serius. Banyak pihak di MotoGP mempertanyakan desain sirkuit Barcelona. Mereka membahas apakah jarak grid terlalu jauh dari tikungan pertama. Hal ini membuat motor mencapai kecepatan terlalu tinggi sebelum harus berbelok tajam ke kanan. Ada juga yang menyebut para pembalap terlalu ceroboh saat restart.
Namun, Zarco justru menyalahkan dirinya sendiri. Dia menyesal memutuskan untuk ikut start kedua. Sebelum restart, Zarco sebenarnya sudah terlibat kecelakaan besar bersama Alex Marquez dan Pedro Acosta. Dia terkena serpihan material saat balapan dihentikan sementara. Kaki kirinya sudah terasa sangat sakit saat itu. Selama jeda setengah jam, dia hanya menggunakan es untuk meredakan memar. Zarco menjelaskan bahwa kakinya sudah berubah warna menjadi biru. Penggunaan es memang sedikit mengurangi nyeri. Namun, dia merasa seharusnya dia mundur saja dari balapan. Pikirannya terganggu oleh bayangan kecelakaan Alex Marquez. Dia merasa tidak fokus saat kembali berbaris di grid. Dia mengaku sangat menyesal mengambil risiko start kedua tersebut.
Advertising
Zarco menghabiskan satu malam di rumah sakit Barcelona sebelum terbang ke Prancis pada Senin sore. Dia akan dirawat di Lyon oleh Dr. Bertrand Sonnery-Cottet. Dokter tersebut adalah spesialis lutut ternama. Zarco dijadwalkan menjalani operasi pada akhir pekan ini. Pemenang GP Prancis 2025 ini kini harus menghadapi masa pemulihan yang panjang. Durasi pasti penyembuhannya baru akan diketahui setelah operasi selesai dilakukan.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











