
Indonesia, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi kepada dukungan yang diberikan oleh bupati dan wali kota di seluruh Indonesia. Dukungan dari daerah dianggap sebagai faktor kunci dalam mencapai swasembada pangan nasional.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua Bupati/Walikota Se-Indonesia atas dukungan mereka di sektor pertanian. Berkat mereka, kami menargetkan swasembada dalam waktu empat tahun, tetapi alhamdulillah, berkat dukungan Bupati/Walikota Se-Indonesia, swasembada dapat tercapai dalam waktu satu tahun," ujar Mentan Amran setelah acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Batam, Kepulauan Riau, pada hari Senin (19/1/2026).
Advertising
Mentan menyatakan bahwa target empat tahun dapat dicapai hanya dalam satu tahun. Percepatan ini terjadi berkat dukungan yang kuat dari pemerintah daerah.
Peran daerah mencakup pengawalan produksi dan perluasan area tanam. Daerah juga bertanggung jawab dalam menjaga distribusi serta melindungi para petani.
Sinergi antara pusat dan daerah menjadi dasar bagi kedaulatan pangan nasional. Sektor pertanian dianggap sebagai kunci menuju Indonesia yang lebih maju.
Pemerintah mendorong kolaborasi berkelanjutan dalam mengawasi program strategis di sektor pertanian. Hilirisasi diperkuat untuk meningkatkan nilai tambah bagi para petani.
Fokus hilirisasi terletak pada komoditas yang memiliki permintaan tinggi di pasar global. Komoditas tersebut mencakup kelapa, kakao, dan mete.
Menteri Pertanian menegaskan bahwa Indonesia tidak akan melakukan impor beras. Stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi yang kuat.
Cadangan beras pemerintah pernah mencapai 4,2 juta ton pada bulan Juni 2025. Saat ini, stok beras berada di kisaran 3,2 juta ton.
Advertising
Produksi padi nasional terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi bahwa produksi beras pada tahun 2025 akan mencapai 34,71 juta ton.
Produksi mengalami peningkatan sebesar 13,36 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024. Kenaikan ini setara dengan tambahan 4,09 juta ton beras.
Menteri Pertanian menegaskan larangan impor beras sebagai langkah untuk melindungi para petani.
Jumlah petani padi diperkirakan mencapai sekitar 115 juta orang.
"Impor beras tidak diperbolehkan, kita sudah mencapai swasembada. Stok beras kita melimpah. Jangan mempermainkan nasib rakyat, ada 115 juta petani padi yang harus diperhatikan. Masa kita tega menzalimi orang-orang kecil," ujar Menteri Pertanian Amran.
Sebelumnya, pencapaian swasembada beras diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Karawang pada Rabu (7/1/2026) lalu. Presiden memberikan apresiasi kepada semua pihak yang menjaga kedaulatan pangan.
Advertising
"Ketika saya dilantik, saya menetapkan target swasembada dalam waktu 4 tahun. Terima kasih kepada seluruh komunitas pertanian. Anda semua telah bekerja keras, Anda kompak, dan dalam satu tahun kita sudah mencapai swasembada, dalam satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, dalam satu tahun kita tidak tergantung pada bangsa lain," kata Presiden Prabowo.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pangan nasional. Sinergi antara pusat dan daerah terus diperkuat demi keberlanjutan.
Dengarkan
Berita dan Artikel lainnya di :
Tag :
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)






.png)








