Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for UEA
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query UEA. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query UEA. Sort by date Show all posts

Sunday, 19 July 2026

Duta Besar Indonesia memastikan bahwa situasi di Uni Emirat Arab tetap kondusif setelah serangan dari pihak musuh


Musi Rawas, Perssilam News - Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA), Judha Nugraha, memberi kepastian bahwa kondisi keamanan di sana tetap kondusif. Hal ini terjadi setelah ada serangan pada 12 Juli 2026. Judha membenarkan serangan itu datang dari pihak lawan. Namun, pemerintah UEA mampu menghalau serangan tersebut melalui sistem pertahanan udara mereka. Judha menjelaskan bahwa situasi saat ini terlihat normal. Tidak ada kepanikan di tengah warga. Transportasi umum tetap beroperasi seperti biasa. Pusat perbelanjaan tetap buka dan pasokan barang logistik lancar. Masyarakat masih berani keluar rumah untuk beraktivitas. Bahkan, staf kantor masih bisa berolahraga di area luar gedung. Semua berjalan aman.
Keterangan ini disampaikan Judha saat berbincang dengan RRI Pro3 pada Minggu, 19 Juli 2026. Ia meminta seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di UEA agar tidak panik. Meski begitu, ia mengingatkan agar semua tetap waspada. Judha menyebut UEA menjadi negara Teluk yang paling sering diserang lawan. Serangan itu biasanya berupa drone atau rudal. Data menunjukkan serangan besar dimulai sejak 28 Februari 2026. 
Advertising


BACA JUGA: 
Genoa telah mengumumkan peminjaman Hamed Traore dari Marseille, disertai dengan opsi untuk melakukan pembelian
Lawan sudah meluncurkan sekitar 2.800 serangan rudal dan drone. Otoritas UEA berhasil menangkis semua serangan itu. Hasilnya, tidak ada warga sipil yang menjadi korban. Situasi sempat tenang sejak 4 Mei lalu. Namun, serangan baru muncul lagi pada 12 Juli. Sistem pertahanan udara UEA kembali bekerja menghalau ancaman tersebut. Tidak ada serangan yang berhasil masuk ke wilayah pemukiman. Kemampuan intersep UEA sangat tinggi. Lebih dari 95 persen serangan berhasil dihentikan sebelum menimbulkan korban.
Untuk mengantisipasi risiko, Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi dan KJRI di Dubai sudah mengambil langkah cepat. Mereka menetapkan status level III sejak 28 Februari 2026. Status siaga ini masih berlaku dan belum dicabut hingga sekarang. Judha menegaskan bahwa KBRI dan KJRI terus memperbarui informasi. Mereka mengikuti sistem peringatan darurat yang dibuat oleh pemerintah UEA. Meski ada serangan baru, level status siaga tetap sama sejak awal Februari. Pihak kedutaan terus memantau keadaan demi keamanan WNI di sana.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Artikel Terkait
Share:

Tuesday, 20 January 2026

Sepakbola : Kemungkinan Iran menarik diri dari Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia membuka kesempatan sebagai pengganti


Indonesia, Timnas Indonesia kembali disebut memiliki harapan untuk berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia 2026. Hal ini menyusul situasi yang memanas terkait Iran dan kondisi politik yang semakin tegang. Kabar mengenai mundurnya Timnas Iran dari Piala Dunia 2026 telah beredar dan menjadi perbincangan hangat. Pembunuhan massal terhadap para demonstran di Iran telah memicu kemarahan di berbagai tempat. Alasan inilah yang membuat Iran berpeluang untuk mundur dan membatalkan partisipasinya dalam Piala Dunia.

Peluang Iran Mundur
Advertising

Menurut laporan dari media Iran, Iran Wire, Federasi Sepakbola Iran (FFIRI) serta para pejabat olahraga di Iran. Dikabarkan bahwa Timnas Iran siap untuk mundur dan tidak akan dikenakan sanksi seperti pencoretan dari Piala Dunia 2026. Berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 yang akan diadakan di Amerika Serikat dapat dianggap sebagai kesalahan besar bagi Timnas Iran. Pertama, Amerika Serikat tidak memiliki hubungan baik dengan Irak.
Belum lagi pada medio Juni 2025, pemerintah Amerika Serikat melarang warga dari 12 negara, termasuk Iran, untuk memasuki wilayah Amerika Serikat.
Saat ini, terdapat ketakutan bahwa Timnas Iran akan tampil di Piala Dunia 2026 dan menghadapi protes keras dari masyarakat dunia yang berada di Amerika Serikat.
Timnas Indonesia Berpeluang jadi Ganti
Jika Iran mundur atau dicoret oleh FIFA dari partisipasi Piala Dunia 2026, negara mana yang berpeluang menggantikan?
Media Inggris, Sportbible, menilai ada dua negara yang berpotensi menggantikan posisi Iran. Pertama adalah Uni Emirat Arab (UEA). UEA berpotensi ditunjuk karena merupakan negara Asia dengan peringkat FIFA tertinggi (68) jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lain yang dipastikan gagal lolos Piala Dunia 2026. Selanjutnya, ada Iran yang disebut sebagai opsi kedua untuk menggantikan Timnas Iran.
Advertising

Irak akan tampil di playoff antarkonfederasi pada Maret 2026. Jika Irak diizinkan untuk lolos otomatis ke Piala Dunia 2026, UEA yang kalah dari Irak di babak kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, dapat menggantikan posisi Irak di playoff antarkonfederasi. Menyaksikan keadaan ini, kesempatan Timnas Indonesia tertutup dan bahkan tidak ada. Dan skuad Garuda harus kembali menunggu setidaknya hingga tahun 2030 untuk berjuang mendapatkan tiket.
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:

Wednesday, 4 March 2026

Otomotif : Konflik di Timur Tengah Mengganggu Ekspor Mobil dari China, Berpengaruh terhadap Eropa


Indonesia, Perssilam - Produsen mobil China kini hadapi gangguan serius di operasi ekspor mereka. Konflik yang memanas di Timur Tengah jadi penyebab utama. "Bisnis kami di Iran benar-benar terhenti," kata seorang manajer ekspor dari produsen mobil milik negara China. Kata-katanya tunjukkan betapa parah situasinya bagi perusahaan itu. Dampak ini tak berhenti di Iran saja. Ia merembet ke wilayah lain. Banyak perusahaan mobil China pakai Dubai sebagai pusat transit. Dari sana, mobil dikirim ke pasar Timur Tengah lain, Afrika Barat, atau Afrika Utara. Sekarang titik transit ini tak aman lagi. Seluruh rantai pasok terganggu. Seorang ahli perdagangan otomotif jelaskan hal ini dengan jelas.
Advertising

BACA JUGA:
Hukum : Kronologi Bertrand tewas kena tembakan polisi, Kapolrestabes Makassar: Tak sengaja pistolnya meletus
Uni Emirat Arab atau UEA jadi tujuan ekspor otomotif terbesar ketiga bagi China di 2025. Urutannya setelah Meksiko dan Rusia. Data dari Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal China Passenger Car Association, catat ekspor ke UEA capai 567.000 kendaraan tahun itu. Angka ini naik lebih dari 70 persen dari tahun sebelumnya. Lonjakan itu bukti Dubai punya peran besar. Penjualan mobil domestik di UEA sendiri kurang dari 400.000 unit. Jadi ekspor China jauh lebih banyak. Ini perkuat posisi Dubai sebagai pusat distribusi. Bukan hanya tempat jual, tapi gudang depan. "Dubai pada dasarnya berfungsi sebagai gudang depan," kata seorang profesional perdagangan otomotif. "Banyak perusahaan kirim kendaraan ke Dubai dulu. Baru dari sana disebar ke tujuan akhir. Pada 2025 saja, perusahaan kami kirim hampir 30.000 kendaraan ke sana."
Pengiriman laut tetap jadi cara utama dan paling murah untuk ekspor otomotif China ke Timur Tengah. Kapal angkut mobil dalam jumlah besar. Pelabuhan Jebel Ali di Dubai jadi pusat kunci. Ia pelabuhan terbesar di kawasan itu. Khusus tangani kapal roll-on/roll-off. Itu jenis kapal di mana mobil bisa naik dan turun sendiri dengan roda mereka. Jebel Ali juga gerbang utama ekspor mobil China ke seluruh Timur Tengah. Situasi memburuk pada dini hari 1 Maret. Pelabuhan Jebel Ali diserang. Operasional langsung terhenti sementara. Operator pelabuhan, DP World, umumkan empat dermaga kembali normal pukul 18.00 hari itu. Tapi perusahaan pelayaran masih tunda layanan mereka. Pelabuhan buka, tapi sepi. Tak ada kapal besar yang bergerak.


Dampak ini jangkau pasar Eropa juga. Uni Eropa ambil posisi ketiga sebagai pasar ekspor regional terbesar China. Tahun 2025, Eropa terima lebih dari 1,3 juta kendaraan dari China. Ia juga tujuan utama kendaraan energi baru atau NEV China, seperti mobil listrik. Rute Laut Merah lewat Terusan Suez kini berisiko tinggi. Kapal harus putar lewat Tanjung Harapan. Ini tambah waktu tempuh 10 sampai 15 hari. Biaya naik, jadwal molor. China Association of Automobile Manufacturers atau CAAM laporkan rekor ekspor 7,09 juta kendaraan di 2025. Naik sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya, kata Antara. CAAM prediksi pertumbuhan 4,3 persen jadi 7,4 juta unit di 2026. Tapi kini proyeksi itu mungkin berubah. Konflik regional ancam seluruh ekspor otomotif China.BACA JUGA:Serie A : Sepuluh pemain Sassuolo berhasil mengalahkan Atalanta dengan skor tipis 2-1
Perusahaan China sudah investasi besar di logistik kawasan itu. People.cn laporkan pada Februari, tak lama sebelum serangan Israel ke Iran, suku cadang otomotif China tiba di Jebel Ali. Lalu dipindah ke gudang di Zona Bebas Jebel Ali. Gudang ini untuk distribusi ke Timur Tengah. Dibangun oleh COSCO Shipping dan Chery. Luasnya 19.000 meter persegi. Tujuannya potong waktu pengiriman. Dari minggu jadi hanya hari. Fasilitas ini bantu pelanggan dapat barang cepat. Kini semuanya terancam. Konflik ini tekan operasi ekspor China secara keseluruhan.EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×