Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Otomotif : Konflik di Timur Tengah Mengganggu Ekspor Mobil dari China, Berpengaruh terhadap Eropa ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Rabu, Maret 04, 2026

Otomotif : Konflik di Timur Tengah Mengganggu Ekspor Mobil dari China, Berpengaruh terhadap Eropa


Indonesia, Perssilam - Produsen mobil China kini hadapi gangguan serius di operasi ekspor mereka. Konflik yang memanas di Timur Tengah jadi penyebab utama. "Bisnis kami di Iran benar-benar terhenti," kata seorang manajer ekspor dari produsen mobil milik negara China. Kata-katanya tunjukkan betapa parah situasinya bagi perusahaan itu. Dampak ini tak berhenti di Iran saja. Ia merembet ke wilayah lain. Banyak perusahaan mobil China pakai Dubai sebagai pusat transit. Dari sana, mobil dikirim ke pasar Timur Tengah lain, Afrika Barat, atau Afrika Utara. Sekarang titik transit ini tak aman lagi. Seluruh rantai pasok terganggu. Seorang ahli perdagangan otomotif jelaskan hal ini dengan jelas.
Advertising

BACA JUGA:
Hukum : Kronologi Bertrand tewas kena tembakan polisi, Kapolrestabes Makassar: Tak sengaja pistolnya meletus
Uni Emirat Arab atau UEA jadi tujuan ekspor otomotif terbesar ketiga bagi China di 2025. Urutannya setelah Meksiko dan Rusia. Data dari Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal China Passenger Car Association, catat ekspor ke UEA capai 567.000 kendaraan tahun itu. Angka ini naik lebih dari 70 persen dari tahun sebelumnya. Lonjakan itu bukti Dubai punya peran besar. Penjualan mobil domestik di UEA sendiri kurang dari 400.000 unit. Jadi ekspor China jauh lebih banyak. Ini perkuat posisi Dubai sebagai pusat distribusi. Bukan hanya tempat jual, tapi gudang depan. "Dubai pada dasarnya berfungsi sebagai gudang depan," kata seorang profesional perdagangan otomotif. "Banyak perusahaan kirim kendaraan ke Dubai dulu. Baru dari sana disebar ke tujuan akhir. Pada 2025 saja, perusahaan kami kirim hampir 30.000 kendaraan ke sana."
Pengiriman laut tetap jadi cara utama dan paling murah untuk ekspor otomotif China ke Timur Tengah. Kapal angkut mobil dalam jumlah besar. Pelabuhan Jebel Ali di Dubai jadi pusat kunci. Ia pelabuhan terbesar di kawasan itu. Khusus tangani kapal roll-on/roll-off. Itu jenis kapal di mana mobil bisa naik dan turun sendiri dengan roda mereka. Jebel Ali juga gerbang utama ekspor mobil China ke seluruh Timur Tengah. Situasi memburuk pada dini hari 1 Maret. Pelabuhan Jebel Ali diserang. Operasional langsung terhenti sementara. Operator pelabuhan, DP World, umumkan empat dermaga kembali normal pukul 18.00 hari itu. Tapi perusahaan pelayaran masih tunda layanan mereka. Pelabuhan buka, tapi sepi. Tak ada kapal besar yang bergerak.


Dampak ini jangkau pasar Eropa juga. Uni Eropa ambil posisi ketiga sebagai pasar ekspor regional terbesar China. Tahun 2025, Eropa terima lebih dari 1,3 juta kendaraan dari China. Ia juga tujuan utama kendaraan energi baru atau NEV China, seperti mobil listrik. Rute Laut Merah lewat Terusan Suez kini berisiko tinggi. Kapal harus putar lewat Tanjung Harapan. Ini tambah waktu tempuh 10 sampai 15 hari. Biaya naik, jadwal molor. China Association of Automobile Manufacturers atau CAAM laporkan rekor ekspor 7,09 juta kendaraan di 2025. Naik sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya, kata Antara. CAAM prediksi pertumbuhan 4,3 persen jadi 7,4 juta unit di 2026. Tapi kini proyeksi itu mungkin berubah. Konflik regional ancam seluruh ekspor otomotif China.BACA JUGA:Serie A : Sepuluh pemain Sassuolo berhasil mengalahkan Atalanta dengan skor tipis 2-1
Perusahaan China sudah investasi besar di logistik kawasan itu. People.cn laporkan pada Februari, tak lama sebelum serangan Israel ke Iran, suku cadang otomotif China tiba di Jebel Ali. Lalu dipindah ke gudang di Zona Bebas Jebel Ali. Gudang ini untuk distribusi ke Timur Tengah. Dibangun oleh COSCO Shipping dan Chery. Luasnya 19.000 meter persegi. Tujuannya potong waktu pengiriman. Dari minggu jadi hanya hari. Fasilitas ini bantu pelanggan dapat barang cepat. Kini semuanya terancam. Konflik ini tekan operasi ekspor China secara keseluruhan.EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
Advertising
You Might Like
BRI Super League
Religi
Random Post
Nasional



X

Premier League

BRI Super League : Persija memberikan waktu libur kepada skuadnya pada saat perayaan Idulfitri

Indonesia, Perssilam - Setelah menyelesaikan laga pekan ke-25 Liga 1 2025/2026 melawan Dewa United Banten FC di Jakarta International Stadiu...

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Popular

Archive

Pengunjung

32,626,110
 

close