Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for HET pupuk
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query HET pupuk. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query HET pupuk. Sort by date Show all posts

Tuesday, 4 November 2025

Kios Pupuk di Yogyakarta Menerapkan Harga Eceran Tertinggi yang Baru

Kios Pupuk di Yogyakarta Menerapkan Harga Eceran Tertinggi yang Baru

Indonesia,  Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kios-kios Pupuk Indonesia di Yogyakarta sudah menerapkan Harga Eceran Tertinggi yang baru. Kebijakan ini menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen. Perubahan itu mulai berlaku pada 22 Oktober 2025, berdasarkan keputusan pemerintah pusat. Langkah ini bertujuan meringankan beban petani di tengah tantangan biaya produksi pertanian yang sering naik.

Pupuk subsidi merupakan bantuan utama bagi petani kecil di Indonesia. Harga Eceran Tertinggi, atau HET, adalah batas harga maksimal yang ditetapkan pemerintah untuk memastikan pupuk terjangkau. Sebelumnya, harga pupuk sering melebihi batas ini, sehingga petani kesulitan. Kini, dengan penurunan ini, petani bisa hemat biaya tanam mereka. Di Yogyakarta, daerah penghasil padi utama, kebijakan ini sangat dinanti.

Selama kunjungannya ke Kabupaten Kulon Progo, Zulkifli Hasan memeriksa langsung penerapan harga pupuk bersubsidi di kios petani lokal. Ia tiba di lokasi kios yang ramai. Petani-petani berkumpul di sana, menunggu giliran. Zulkifli didampingi Bupati Kulon Progo Agung Setyawan. Jajaran manajemen Pupuk Indonesia juga ikut serta, siap menjawab pertanyaan. Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memantau kebijakan di lapangan.

  Advertising

Baca Juga:

87 Persen dari Lahan Pertanian di Gaza Telah Rusak

Zulkifli berbicara langsung dengan sejumlah petani yang hadir. Ia bertanya soal harga pupuk Urea subsidi, jenis pupuk yang paling dibutuhkan untuk tanaman padi. Petani-petani itu menjawab dengan jelas. Harga sekarang Rp90.000 per sak. Sebelumnya, harganya Rp112.500 per sak. Penurunan ini terasa nyata bagi mereka. Sak pupuk berukuran 50 kilogram biasanya dipakai untuk lahan seluas satu hektar.

"Harga pupuk sudah turun? Benar sudah turun?" tanya Zulkifli Hasan. Ratusan petani yang hadir menjawab serentak, "Ya, sudah turun!" Suasana menjadi hidup. Petani tampak lega. Mereka cerita bahwa kini biaya tanam lebih ringan. Ini membantu mereka beli benih atau obat tanaman lain tanpa khawatir.

Zulkifli menjelaskan alasan di balik penurunan harga itu. Pupuk Indonesia berhasil tingkatkan efisiensi produksi. Perusahaan ini kelola pabrik pupuk di seluruh negeri. Mereka potong biaya operasional tanpa kurangi kualitas. Hasilnya, biaya produksi turun hingga 20 persen. Efisiensi ini datang dari perbaikan manajemen, seperti hemat energi di pabrik dan rantai pasok yang lebih baik. Langkah sederhana tapi efektif ini berdampak besar pada harga akhir.

Pemerintah tidak berhenti di penurunan harga saja. Mereka juga perbaiki distribusi pupuk bersubsidi. Pupuk harus sampai tepat waktu, terutama sebelum musim tanam. Keterlambatan distribusi sering jadi masalah di masa lalu. Itu bikin petani rugi panen. Sekarang, pemerintah pastikan stok mencukupi. Ketersediaan ini krusial untuk tingkatkan hasil pertanian nasional. Petani bisa tanam lebih luas dan panen lebih banyak.

Zulkifli sebutkan data produksi padi tahun lalu. Saat itu, produksi nasional capai 30 juta ton. Angka itu masih kurang, jadi Indonesia impor beras dari luar negeri. Impor ini mahal dan bergantung cuaca negara lain. Tahun ini, situasi berubah. Produksi naik berkat pupuk yang lebih murah dan distribusi lancar. Indonesia tidak impor beras lagi. Petani bangga dengan kemajuan ini. Mereka rasakan langsung manfaat kebijakan pemerintah.

Selain urusan pupuk, pemerintah ambil langkah lain untuk dukung petani. Mereka naikkan harga gabah menjadi Rp6.500 per kilogram. Gabah adalah hasil panen padi mentah sebelum digiling jadi beras. Kenaikan harga ini tingkatkan pendapatan petani secara langsung. Sebelumnya, harga gabah rendah bikin petani susah bersaing. Kini, nilai tukar petani di berbagai daerah lebih kuat. Mereka bisa jual hasil panen dengan harga adil. Ini dorong lebih banyak petani tanam padi, terutama di daerah seperti Kulon Progo yang jadi lumbung padi.

Advertising

Baca Juga:

Gelaran besar Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan ke-15 tahun 2025 akhirnya ditutup secara resmi

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, ikut bicara saat kunjungan itu. Ia tekankan komitmen perusahaan dukung kebijakan pemerintah. Tujuannya jaga kestabilan harga dan pasokan pupuk. Pupuk Indonesia terapkan digitalisasi untuk percepat proses. Sistem online ini pantau stok di kios dan petani secara real time. Jika ada keluhan, tim langsung tangani. Langkah ini kurangi kebocoran subsidi yang sering terjadi.

"Kabupaten Kulon Progo adalah salah satu lumbung padi di Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Rahmad. "Jumlah petani di sini banyak. Mereka sudah nikmati harga pupuk subsidi yang lebih murah." Ia tambahkan bahwa komitmen mereka tegas. "Begitu ada laporan pelanggaran, kami hentikan izin kiosnya saat itu juga." Ini jawab kekhawatiran petani soal penjual nakal yang jual di atas HET. Petani tanya bagaimana lapor pelanggaran. Rahmad jelaskan melalui aplikasi atau hotline resmi.

Rahmad tutup pernyataannya dengan nada yakin. "Pupuk Indonesia siap salurkan pupuk bersubsidi secara optimal. Ini sesuai amanah pemerintah." Ia hubungkan dengan visi besar. "Kami dukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya capai swasembada pangan nasional." Swasembada berarti Indonesia produksi makanan sendiri tanpa bergantung impor. Kunjungan ini jadi contoh bagaimana kebijakan pusat diterapkan di daerah. Petani pulang dengan harapan baru. Mereka siap tanam musim depan dengan biaya lebih rendah dan hasil lebih baik.

Berikut adalah Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi terbaru yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 mengenai Perubahan Atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 tentang Jenis, Harga Eceran Tertinggi, dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian untuk Tahun Anggaran 2025:

* Pupuk Urea : Rp1.800/kg atau Rp90.000 per sak kemasan 50 kg
* Pupuk NPK : Rp1.840/kg atau Rp92.000 per sak kemasan 50 kg
* Pupuk NPK untuk Kakao : Rp2.640/kg atau Rp132.000 per sak kemasan 50 kg
* Pupuk ZA : Rp1.360/kg atau Rp68.000 per sak kemasan 50 kg
* Pupuk Organik : Rp640/kg atau Rp25.600 per sak kemasan 40 kg

Reaksi :
Share:

Sunday, 28 June 2026

Legislator mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah atas upaya yang dilakukan untuk mempermudah proses distribusi pupuk kepada petani

Legislator memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah mempermudah distribusi pupuk bagi para petani

Indonesia, Perssilam News - Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, memuji langkah pemerintah dalam mempermudah distribusi pupuk bagi petani. Pemerintah menghapus 145 aturan yang selama ini menghambat petani mendapatkan pupuk. Aturan yang terlalu banyak sering kali membuat proses administrasi menjadi lambat dan rumit. Kami apresiasi pemerintah yang memotong 145 aturan untuk mendapatkan pupuk, kata perempuan yang akrab disapa Titiek Soeharto ini dalam keterangan resminya, Sabtu, 27 Juni 2026. Menurutnya, pemangkasan regulasi ini memperpendek jalur birokrasi. Hasilnya, petani bisa menerima pupuk tepat waktu sesuai jadwal tanam mereka. 
Advertising


BACA JUGA:
Mahasiswa dari Universitas Udayana memenangkan kompetisi Esai Beswan Djarum untuk tahun 2025/2026
Komisi IV DPR RI tetap mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi. Hal ini dilakukan agar bantuan hanya diterima oleh petani yang berhak. Titiek menegaskan bahwa pupuk harus sampai tepat waktu. Selain itu, harga jual di lapangan harus sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi atau HET. Pengawasan ketat ini penting karena pupuk adalah kunci utama untuk menjaga hasil panen tetap tinggi. Jika distribusi terganggu, produktivitas sektor pertanian nasional bisa turun. Selain urusan aturan, Titiek juga memuji kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi. Pemerintah memberikan diskon harga sebesar 20 persen. Langkah ini mengurangi biaya produksi yang harus dikeluarkan petani. 
Advertising


BACA JUGA: 
Rekor gol Messi serta berbagai informasi menarik mengenai kehidupannya di luar lapangan piala dunia 2026
Biaya yang lebih murah membuat petani lebih semangat mengolah lahan mereka. Pemerintah sudah memberi diskon 20 persen pada harga pupuk bersubsidi. Ini sangat membantu petani sehingga mereka lebih bergairah bercocok tanam. Kita ingin segera mencapai swasembada pangan, ujar Titiek. Komisi IV DPR RI juga fokus pada akurasi data petani. Pemerintah menggunakan sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau e-RDKK. Sistem ini menjadi dasar agar penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran. Data yang salah bisa menyebabkan petani yang membutuhkan justru tidak mendapat jatah, sementara yang tidak berhak malah menerima. 
Advertising


BACA JUGA: 
Pemerintah telah menetapkan kewajiban untuk menggunakan biodiesel B50 yang akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026
Titiek meminta penyuluh pertanian lebih aktif membantu petani. Banyak petani masih kesulitan mengisi atau memperbarui data di sistem e-RDKK. Padahal, data akurat sangat diperlukan. Pemerintah perlu tahu berapa jumlah pupuk yang dibutuhkan, kapan waktu pakainya, dan jenis pupuk apa yang cocok untuk tanaman tertentu. Peran penyuluh pertanian sangat diperlukan di sini. Mereka harus memberi edukasi kepada petani tentang cara mengisi dan memasukkan data ke e-RDKK, pungkasnya.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Artikel Terkait
Share:

Wednesday, 5 November 2025

Universitas Bakrie dan RANEPA Mengembangkan Pertukaran Akademik antara Indonesia dan Rusia

Universitas Bakrie dan RANEPA Mengembangkan Pertukaran Akademik antara Indonesia dan Rusia

Indonesia, Universitas Bakrie baru saja menutup program magang internasional berjudul “Economic Development and Transformation of the Public Administration System: International Experience” yang digelar bersama RANEPA, lembaga pendidikan tinggi terkemuka dari Rusia. Acara ini berlangsung dari 27 hingga 31 Oktober 2025. Ia menjadi ruang utama untuk tukar pikiran dan kerjasama dua arah di sektor pemerintahan publik. Program semacam ini jarang terjadi. Ia hubungkan pakar dari dua negara untuk bahas isu bersama. RANEPA sendiri fokus pada pelatihan pemimpin dan analis kebijakan di Rusia. Kerjasama ini tunjukkan komitmen kedua pihak bangun ikatan lebih kuat di Asia Tenggara.

Sepanjang seminggu itu, rombongan dari Rusia ikut kelas dan jelajah institusi. Mereka gabungkan teori dasar dengan kebijakan nyata serta praktik sehari-hari di pemerintahan. Peserta pelajari fokus utama pembangunan Indonesia. Mulai dari perubahan menuju pemerintahan digital. Ini artinya pakai teknologi untuk bikin layanan lebih cepat dan mudah diakses. Lalu, inovasi dalam kepemimpinan. Contohnya, bagaimana pemimpin dorong tim untuk berpikir kreatif. Sampai pembangunan yang ramah lingkungan. Indonesia dorong ini untuk jaga alam sambil tumbuh ekonomi. Semua topik ini relevan karena Indonesia hadapi tantangan besar seperti urbanisasi cepat dan kebutuhan energi bersih.

Pembukaan program dilakukan oleh Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergei Gennadievich Tolchenov. Ia beri selamat dan puji inisiatif ini. “Pertukaran seperti ini kuatkan ikatan antar lembaga. Ia juga bantu masyarakat dua negara paham satu sama lain lebih dalam,” katanya. Kata-katanya itu tekankan pentingnya hubungan Rusia-Indonesia. Kedua negara punya sejarah panjang kerjasama, terutama di bidang pendidikan dan ekonomi sejak era pasca-perang dingin.

  Advertising

Baca Juga:

Kios Pupuk di Yogyakarta Menerapkan Harga Eceran Tertinggi yang Baru

Sesi khusus berjudul “Priorities for the Development of Public Administration System in Indonesia” jadi sorotan utama. Di sini, peserta obrolin perubahan birokrasi ke arah digital. Mereka juga sentuh kerjasama lintas negara. “Kerjasama di administrasi publik beri peluang belajar bareng,” ujar salah satu pembicara. Diskusi ini buka mata peserta soal bagaimana Indonesia terapkan teknologi untuk kurangi korupsi. Misalnya, sistem online untuk izin usaha yang potong waktu dari berminggu-minggu jadi hari saja.

Obrolan tentang digitalisasi layanan publik tekankan peran alat tech. Teknologi bantu tingkatkan keterbukaan dan tanggung jawab pemerintah. Peserta lihat contoh nyata seperti aplikasi pemerintah yang pantau anggaran real-time. Ini cegah penyalahgunaan dana. Sesi lain soal pembangunan berkelanjutan dan energi baru tampilkan langkah Indonesia. Negara ini usahakan seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian alam. Contoh, proyek panel surya di pulau-pulau terpencil untuk kurangi ketergantungan minyak fosil.

Topik-topik lain ikut dibahas. Seperti kepemimpinan yang positif, di mana pemimpin dorong semangat tim dengan teladan baik. Kebijakan untuk generasi muda, termasuk program pelatihan kerja bagi pemuda urban. Plus, penerapan AI di urusan publik. AI bisa analisis data besar untuk prediksi banjir atau rencana kota. Para peserta juga kunjungi tempat-tempat kunci. Di ASEAN Secretariat, mereka lihat bagaimana organisasi regional atur kerjasama ekonomi. Kunjungan ke Jakarta Smart City tunjukkan sensor pintar yang kelola lalu lintas dan limbah. Sementara di MPR RI, mereka amati proses legislatif yang modern dan inklusif.

Penutupan acara digelar di Kampus Bakrie Tower. Wakil Rektor II, M. Tri Andika Kurniawan, sampaikan pesan dari Rektor Prof. Sofia W. Alisjahbana. “Acara ini bukti universitas bisa jadi penghubung kebijakan,” katanya. Pesan itu ingatkan peran kampus dalam dorong dialog antarnegara. Ia tambah bahwa pengalaman ini bisa jadi model untuk program serupa ke depan.

Direktur Russian House di Indonesia, Nikita Shilikov, beri ucapan selamat. Ia dukung kerjasama akademik antara dua institusi. “Indonesia jadi mitra penting bagi jaringan pendidikan Rusia di Asia Pasifik,” ujarnya. Dukungannya ini soroti posisi strategis Indonesia di kawasan.

Advertising

Baca Juga:

87 Persen dari Lahan Pertanian di Gaza Telah Rusak

Dari Kedutaan Besar Federasi Rusia, Irina Vorobyova nilai program ini unik. Baik dari rencana maupun pelaksanaannya. “Pertukaran ide selama acara kuatkan jaringan akademik dan profesional kedua negara,” katanya. Ia sebut acara ini bantu bangun hubungan yang lebih erat, jawab pertanyaan umum soal manfaat pertukaran budaya.

Nikita Iurchikov dari Perwakilan Dagang Federasi Rusia anggap kegiatan ini strategis. Ia bantu perkuat hubungan bilateral. “Program ini bangun pengertian dan hubungan saling hormat antara Indonesia dan Rusia,” ujarnya. Pandangannya itu tegas, tunjukkan nilai ekonomi di balik kerjasama ini.

Sheburakov Ilia dari RANEPA ungkapkan rasa terima kasih. Ia nilai pengalaman lapangan di Jakarta sangat berguna. “Kami datang dengan satu ide. Pulang bawa dua ide,” katanya. Kata-kata ringan itu gambarkan bagaimana acara ubah perspektif peserta. Mereka dapat wawasan baru dari praktik lokal yang tak didapat di kelas saja.

Secara keseluruhan, program ini wujud nyata diplomasi berbasis pengetahuan. Ia letakkan pendidikan tinggi sebagai jembatan kerjasama strategis antara Indonesia dan Rusia. Lewat kuliah, diskusi, dan kunjungan institusi, Universitas Bakrie dan RANEPA ciptakan forum dialog yang produktif antar bangsa. Inisiatif seperti ini bisa jawab tantangan global, seperti perubahan iklim atau ketimpangan ekonomi, dengan saling belajar. Ia juga buka pintu untuk proyek bersama di masa depan, perkuat ikatan dua negara yang punya potensi besar.

Reaksi :
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×