Mahasiswa Universitas Udayana berhasil meraih juara dalam Kontes Esai Beswan Djarum 2025/2026
Indonesia, Perssilam News - Gabriella Sianturi dari Universitas Udayana menang dalam Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026. Ia membawa ide tentang inklusivitas bagi penyandang disabilitas taktampak. Karyanya menjadi yang terbaik dari 532 esai mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus di seluruh Indonesia. Gaby merasa senang atas kemenangan ini. Ia ingin gagasannya membantu banyak orang. Disabilitas taktampak sering dianggap sepele karena tidak terlihat secara fisik. Padahal kondisi ini memberi dampak besar bagi hidup penderitanya.Gaby menyampaikan hal ini saat wawancara media di Bali pada Sabtu, 27 Juni 2026. Keluarga Gaby memiliki pengalaman pribadi dengan disabilitas taktampak. Hal itu menjadi alasan ia ingin meningkatkan pemahaman masyarakat luas. Ia membuat konsep bernama VISI. Konsep ini fokus pada verifikasi dan identitas. Gaby juga menekankan pentingnya edukasi yang terus berjalan. Tujuannya agar layanan publik lebih terbuka dan ramah bagi semua orang. Menurut Gaby, kondisi disabilitas seperti ini bisa terjadi pada siapa saja. Solusi ini diharapkan bisa melindungi hak mereka dan membuat layanan publik bekerja lebih baik.
Gaby merasa pembinaan karakter dan kepemimpinan dari Beswan Djarum sangat membantu. Program ini melatihnya berpikir kritis dan kreatif. Ia juga belajar berpikir secara komputasional. Pelatihan tersebut membuat Gaby lebih peduli pada masalah sosial di sekitarnya. Kemampuan ini ia terapkan untuk menyusun esai yang lengkap dan mendalam.
BACA JUGA: OJK telah merilis regulasi baru yang bertujuan untuk mengawasi aktivitas influencer di bidang kripto
Selain Gaby, ada peserta lain yang meraih juara. Rafiqoh Wahidah dari Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu meraih juara kedua. Esainya membahas sanitasi toilet masjid yang belum ramah bagi perempuan. Juara ketiga diraih Caroline Noel Amaris Purnomo dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Caroline menulis tentang krisis hubungan asli manusia di era AI Companion. Essay Contest Beswan Djarum sudah ada sejak 2005. Acara ini menjadi agenda rutin tahunan bagi penerima Djarum Beasiswa Plus. Tahun ini diikuti 533 mahasiswa. Mereka berasal dari 103 kampus di 38 provinsi. Para finalis harus melewati seleksi ketat di tingkat regional sebelum masuk ke final nasional.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Reaksi :
Artikel Terkait






