Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for Ramadhan
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query Ramadhan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Ramadhan. Sort by date Show all posts

Saturday, 7 March 2026

Religi : Niat Puasa Sekali atau Setiap Malam? Ini adalah Perbedaan di antara Ulama Madzab


Indonesia, Perssilam - Salah satu pertanyaan klasik setiap menjelang Ramadhan adalah: apakah niat puasa Ramadhan harus dilakukan setiap malam, atau cukup sekali untuk sebulan? Jawabannya tidak tunggal. Para ulama telah lama berbeda pendapat — dan justru di situlah tampak keluasan fikih Islam.
Mengapa Perbedaan Ini Terjadi?
Semua ulama sepakat niat adalah syarat sah puasa. Namun mereka berbeda dalam menafsirkan waktu dan teknis pelaksanaannya berdasarkan dalil.
Mayoritas berpegang pada hadis:
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
“Barang siapa tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”
Perbedaan muncul pada pertanyaan: apakah hadis ini berlaku untuk setiap hari atau cukup di awal Ramadhan? 
Pendapat Mayoritas: Niat Setiap Malam
Mazhab Imam Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal mewajibkan niat tiap malam karena setiap hari Ramadhan dianggap sebagai ibadah tersendiri. Dalam Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Imam Nawawi menegaskan bahwa puasa tidak sah tanpa niat malam hari — pendapat yang juga dipegang banyak ulama salaf dan khalaf. Logikanya sederhana: jika satu hari puasa batal, hari lain tetap berdiri sendiri sehingga membutuhkan niat baru.
Pendapat Mazhab Maliki: Boleh Sekali untuk Sebulan 
Berbeda dengan itu, mazhab Imam Malik membolehkan satu niat di aPendapat ini berangkat dari gagasan bahwa Ramadhan adalah satu rangkaian ibadah yang utuh.
Pendapat Mazhab Hanafi: Ada Ruang Kemudahan
Mazhab Abu Hanifah bahkan memberi kelonggaran: dalam kondisi tertentu, niat masih boleh dilakukan setelah fajar hingga mendekati tengah hari, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Pendekatan ini sering dipahami sebagai bentuk kemudahan agar umat tidak terbebani oleh kelalaian yang tidak disengaja. Bolehkah Menggabungkan Pendapat? Ulama besar Syafi’iyah, Ibnu Hajar al-Haitami, menyarankan pendekatan hati-hati namun fleksibel: berniat sebulan penuh mengikuti mazhab Maliki sebagai langkah antisipasi jika lupa, tetapi tetap memperbarui niat setiap malam-nya.
Pendekatan ini mencerminkan prinsip fikih: menjaga kehati-hatian tanpa menutup pintu kemudahan.
Perlukah Melafalkan Niat?
Perbedaan juga terjadi pada pelafalan.
Menurut Wahbah az-Zuhaili dalam Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, niat adalah tekad hati untuk melakukan ibadah, bukan sekadar ucapan. 
Adapun sebagian ulama madzhab Hanbali seperti Ibnu Taimiyah menyatakan bahwasannya hal itu bi’dah. Ibnu Taimiyah berkata:
كُلُّ مَنْ عَلِمَ أَنَّ غَدًا مِنْ رَمَضَانَ وَهُوَ يُرِيدُ صَوْمَهُ فَقَدْ نَوَى صَوْمَهُ
“Siapa yang mengetahui bahwa besok adalah Ramadhan dan ia ingin berpuasa, maka ia telah berniat — baik dilafalkan atau tidak.”
wal Ramadhan untuk seluruh bulan, selama tidak terputus oleh uzur seperti sakit atau safar. 
Sebagian besar ulama dari madzhab empat sepakat bahwasannya melafalkan niat puasa bukan merupakan syarat sah atau bukan hal wajib. Adapun Madzhab Hanafi dan Madzab Syafi`i serta pendapat madzhab dalam Hambali menyatakan mustahab dan sunnah.BACA JUGA:La Liga : Franco Mastantuono menghadapi kemungkinan hukuman tambahan di Liga Spanyol
Sedangkan Madzhab Maliki menyatakan makruh (tidak haram).  Sementara bagi sebagian ulama lain, syarat melafalkan niat, untuk membantu hati memperjelas niat. Hal tersebut sebagaimana yang dijelaskan dalam Fathul Mu’īn oleh Imam Imam Zainuddin Al-Malībārī.
وفرضه، أي: الصوم: النية بالقلب، ولا يشترط التلفظ بها بل يندب.
“Kewajiban puasa salah satunya adalah niat dalam hati. Tidak disyaratkan untuk diucapkan. Akan tetapi dianjurkan.” (Fathul Mu’īn: 261).
Lalu Imam Sayyid Bakri dalam I’ānah Thõlibīn menambahkan alasan dianjurkannya melafalkan niat.
وقوله: (بل يندب) أي: التلفظ بها ليساعد اللسان القلب.
“Pengucapan niat itu (dianjurkan) agar lisan dapat membantu hati.” (I’ānah Thõlibīn: 2/1217).
Dalam Madzhab Syafi’i (termasuk mayoritas umat Islam di Indonesia), lafadz niat puasa Ramadhan adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ الشَّهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhisy syahri romadhooni hadzihis sanati lillaahi ta’aala.
“Artinya: Aku niat puasa pada hari esok untuk melaksanakan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Sementara sebagian ulama menganjurkan pelafalan agar lisan membantu hati lebih fokus.
Cara Bijak Menyikapi Perbedaan
Para ulama sejak dahulu mengingatkan agar perbedaan fikih tidak berubah menjadi konflik.
Kaidah yang sering dikutip berbunyi:
لَا يُنْكَرُ الْمُخْتَلَفُ فِيهِ وَإِنَّمَا يُنْكَرُ الْمُجْمَعُ عَلَيْهِ
“Perkara yang diperselisihkan tidak boleh diingkari; yang diingkari adalah perkara yang telah disepakati.” Artinya, memilih salah satu pendapat adalah hal wajar — dan tetap menghormati praktik orang lain.EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:

Friday, 20 February 2026

Religi : 4 Pelajaran Berharga dari Puasa di Bulan Ramadhan menurut Syekh Muhammad Ali As-Shabuni


Indonesia, Perssilam - Umat Islam kini memasuki bulan Ramadhan tahun ini. Ramadhan jadi bulan paling istimewa di kalender hijriah. Di bulan ini, orang-orang berlomba amal shaleh. Mereka cari pahala besar dan berkah melimpah. Allah pilih Ramadhan untuk turunkan Al-Quran pertama kali. Malam Lailatul Qadr pun jatuh di sini. Selain itu, Ramadhan wajibkan umat puasa dari fajar sampai maghrib. Puasa unik. Allah bilang langsung soal ini dalam hadits. "Puasa itu untuk-Ku. Aku sendiri balas pahalanya." Itu riwayat Shahih Al-Bukhari, hadits nomor 1894.
Advertising

BACA JUGA:
Proliga : Medan Falcons Tidak Berhasil Masuk ke Final Four Proliga 2026
Banyak hikmah di balik puasa Ramadhan. Syekh Muhammad Ali As-Shabuni bahas ini di kitab Rawaiul Bayan. Ia tulis: وعرف سر حكمته العقلاء والعلماء فأدركوا بعض فوائده وأسراره وأيهم فى ذلك الأطباء, فرأو في الصيام أعظم علاج وخير وقاية وأنجح دواء لكثير من الأمراض الجسدية التي لا ينفع فيها إلا الحمية الكاملة والإنقطاع عن الطعام والشراب مدة من الزمان. Arti bebas: Ulama dan orang pintar paham rahasia puasa. Mereka temukan manfaat besar. Dokter pun setuju. Puasa jadi obat hebat. Ia tangani penyakit tubuh. Penyakit yang butuh diet ketat. Potong makan minum sementara waktu. Itu sumber: Rawaiul Bayan, juz 1, halaman 217.
Syekh As-Shabuni sebut empat hikmah utama puasa. Ia jelaskan satu per satu. Pertama, puasa latih manusia tunduk pada Allah. Puasa bentuk ibadah langsung. Ia paksa kita patuh perintah Tuhan. As-Shabuni katakan, semua ibadah syariat Allah untuk didik hati. Buat kita biasa taat. Puasa contoh nyata. Bayangin lapar haus seharian. Tapi kita tetap jaga sholat. Tak sentuh makanan walau sendirian. Ini bentuk hambalah total. Tunduk pada hukum Allah. Tujuan ibadah ya itu. Capai takwa sejati. Lihat Rawaiul Bayan, juz 1, halaman 217. 
Kedua, puasa kuatkan jiwa hadapi susah. Ia biasakan sabar di jalan Allah. Puasa bangun kekuatan tekad. Kita kuasai nafsu lapar. Tak lagi budak keinginan. Syekh tulis: ألامر الثاني من حكمته مشروعية الصيام هي تربية النفس وتعويدها على الصبر وتحمل المشاق فى سبيل الله، فالصيام يربي قوة العزيمة وقوة الإرادة، ويجعل الإنسان متحكما فى أهوائه ورغباته. Arti: Puasa didik jiwa sabar tanggung beban. Di jalan Allah. Ia tumbuhkan kemauan kuat. Manusia jadi penguasa hawa nafsu sendiri. Contoh sederhana. Pekerja kantor biasa ngemil. Di Ramadhan, ia tahan sampe buka. Ini latih disiplin hidup. Rawaiul Bayan, juz 1, halaman 217.
Advertising

BACA JUGA:
BRI Super League : Rayco Rodriguez bersiap untuk menghadapi Persib dengan modal kemenangan atas PSBS
Ketiga, puasa buka mata hati pada sesama. Ia lembutkan jiwa. Buat kita welas asih. Puasa ajar peka lingkungan. Syekh bilang: أن الصوم يربي فى الإنسان ملكة الحب والعطف والالحنان ويجعل منه إنسانا رقيق القلب، طيب النفس، ويحرك فيه كوامن الإيمان. فليس الصيام حرمانا للإنسان عن الطعام عن الطعام والشراب بل هو تفجير للطاقة الروحية فى نفس الإنسان ليشعر بشعور إخوانه ويحس بإحساسهم. Arti: Puasa tanam rasa sayang. Buat hati lembut. Bangkitkan iman tersembunyi. Bukan cuma lapar haus. Tapi ledakkan energi roh. Supaya rasakan penderitaan saudara. Bayangin orang miskin tak punya sahur. Puasa ajar kita bagiin makanan. Kasih infak lebih. Rawaiul Bayan, juz 1, halaman 218. 
Keempat, puasa bersihkan jiwa dari dosa. Ia tanam rasa takut Allah. Kita sadar Dia awasi terus. Sembunyi atau terang. Puasa hindari haram. Capai derajat takwa. Takwa artinya jaga diri dari larangan Allah. Syekh jelas: أن الصوم يهذب النفس البشرية بما يغرسه فيها من خوف الله جل وعلا ومراقبته فى السر والعلن ويجعل المرء تقيا نقيا يبتعد عن كل ما حرم الله, فالسر فى الصوم هو الحصول على مرتبة التقوي. Arti: Puasa haluskan jiwa. Tanam khawatir pada Allah. Awasi rahasia terbuka. Jadikan bertakwa bersih. Jauhi haram. Rahasia puasa: raih takwa. Contoh, biasa bohong kecil. Puasa bikin lidah terkunci. Tak dusta meski lapar. Rawaiul Bayan, juz 1, halaman 218.
Puasa Ramadhan tak cuma fisik. Ia ubah hati dan jiwa. Ulama dan dokter sama-sama puja manfaatnya. Di bulan ini, kita dorong diri maksimal. Semoga Allah beri hidayah. Terima semua ibadah kita. Amin. Wallahu a'lam. 
Editor Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:

Saturday, 14 February 2026

Religi : Apakah diperbolehkan untuk berpuasa setelah melakukan hubungan suami istri di malam Ramadhan dan kemudian tertidur hingga melewati waktu imsak


Indonesia, Perssilam - Bulan Ramadhan selalu membawa nuansa ibadah yang istimewa. Berbeda dengan hari-hari biasa. Orang-orang menyesuaikan ritme hidup mereka. Waktu makan berganti total. Sahur di malam hari. Berbuka di sore. Malam yang dulu untuk tidur kini penuh aktivitas. Shalat tarawih ramai di masjid. Tilawah Al-Quran di rumah. Obrolan keluarga soal amal saleh. Suasana ini bikin hati tenang. Tapi juga timbul banyak tanya praktis. Salah satu yang sering muncul: soal hubungan suami istri saat puasa. Banyak pasangan ragu. 
Apalagi di malam hari yang panjang. Islam jelas aturannya. Suami istri boleh berhubungan badan. Asal sebelum fajar menyingsing. Sampai batas waktu imsak. Imsak itu saat berhenti makan dan minum. Sebelum azan Subuh. Rasulullah SAW ajarkan ini dalam hadits. Suami istri seperti pakaian satu sama lain. Halal menikmati di bulan suci. Tapi harus taat batas waktu.
Bayangkan skenario nyata. Suami istri selesai berhubungan larut malam. Mereka capek setelah tarawih. Langsung tertidur pulas. Alarm sahur tidak terdengar. Bangun kaget. Waktu imsak sudah lewat. Bahkan azan Subuh berkumandang. Panik melanda. Puasa hari itu batal kah? Atau tetap sah? Pertanyaan ini sering dibahas ulama. Banyak orang alami hal serupa. Terutama di kota besar. Di mana suara azan kadang tertutup hiruk pikuk.
Latar belakangnya penting. Puasa Ramadhan wajib bagi umat Islam mukallaf. Dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Niat puasa dibuat malam sebelumnya. Hubungan intim batasnya ketat. Kalau setelah fajar. Puasa batal. Harus qadha dan kafarat. Tapi kalau sebelumnya? Meski lupa waktu karena tidur? Itu beda cerita. Ulama seperti Syaikh Utsaimin jelaskan. Tidur bukan alasan batal. Asal niat sah dan tidak sengaja lewati batas. 
Contoh sederhana. Seorang istri bangun Subuh. Suaminya masih mendengkur. Mereka intim jam 2 pagi. Tidur lagi. Bangun jam 5. Sudah imsak. Puasa tetap jalan. Tak perlu khawatir. Ini bikin Ramadhan lebih ringan. Pasangan bisa dekat tanpa takut dosa. Asal waspada jam. Gunakan alarm ganda. Atau ingatkan satu sama lain. Banyak aplikasi azan bantu sekarang. Puasa sah selama ikhlas. Pertanyaan ini jawab keraguan banyak orang. Biar ibadah khusyuk tanpa beban.Editor Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:

Monday, 23 February 2026

Religi : Puasa Ramadhan membawa hikmah mendalam bagi setiap Muslim


Indonesia, Perssilam - Puasa Ramadhan jadi kewajiban utama bagi umat Islam yang beriman. Allah SWT tetapkan ini langsung dalam Al-Quran. Lihat saja Surat Al-Baqarah ayat 183. Ayat itu berbunyi:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa. Seperti kewajiban itu pada orang-orang sebelum kamu. Supaya kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183).
Advertising

BACA JUGA:
Kesehatan : Tingkatkan Asupan Protein Berkualitas
Ayat ini tunjukkan puasa bukan hal baru. Umat sebelum Islam, seperti Bani Israil, juga jalani puasa serupa. Tujuannya sama: lahirkan ketakwaan di hati. Takwa artinya sadar penuh akan Allah. Selalu ingat Dia dalam setiap langkah. Puasa Ramadhan bentuk kepribadian Muslim jadi lebih kuat. Ia ubah seseorang dari biasa jadi orang yang dekat dengan Rabb-nya. Lebih dari itu, puasa jadi penyucian jiwa. Bayangin, sepanjang hari kita tahan lapar dan haus. 
Ini latih kesabaran. Juga kendalikan nafsu. Misalnya, saat marah, puasa ajar kita diam dan ingat Allah. Bukan balas dendam. Atau hindari gosip saat teman cerita buruk soal orang lain. Puasa bangun benteng kuat lawan hawa nafsu. Nafsu makan berlebih, amarah cepat, atau godaan zina. Semua tertekan selama berpuasa.
Advertising

BACA JUGA:
BRI Super League : Alaaeddine Nikmati Momen Ramadan di Indonesia
Tafsir Ibnu Katsir jelaskan ayat ini dengan jelas. Allah SWT panggil mukmin dari umat Nabi Muhammad SAW. Dia perintah mereka puasa sungguhan. Puasa berarti tahan makan, minum, dan hubungan suami-istri. Semua dilakukan dengan niat murni ikhlas hanya untuk Allah. Bukan pamer atau cari pujian. Hikmah puasa luar biasa dalam membersihkan jiwa.BACA JUGA:Budesliga : Kevin Diks dan Borussia Monchengladbach mengalami kekalahan ke-11 mereka di liga musim ini Pemain
Ia angkat kotoran dari hati. Seperti endapan buruk di tubuh yang bikin sakit. Puasa bersihkan racun itu lewat istirahat pencernaan. Tubuh jadi segar. Akhlak juga naik level. Hilang sifat pelit, iri, atau sombong. Jiwa bebas dari beban dosa kecil yang numpuk. Orang puasa sering merasa ringan. Hati tenang. Dekat dengan Allah. Itu alasan utama Ramadhan bawa berkah besar bagi setiap Muslim.Editor Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:

Wednesday, 4 February 2026

Religi : Nyadran, Tradisi Ziarah ke Makam Menjelang Bulan Ramadhan


Indonesia, Perssilam - Nyadran merupakan istilah ziarah kubur menjelang bulan Ramadhan, biasanya satu minggu sebelum puasa.Tradisi ini dilakukan dan dilestarikan oleh masyarakat Islam di beberapa daerah Indonesia, khususnya pulau Jawa. Nyadran atau Sadranan mengandung pengertian tradisi yang dilakukan oleh orang Jawa di bulan Sya’ban (kalender Hijriyah) atau Ruwah (kalender  Jawa) untuk mengucapkan rasa syukur yang dilakukan secara kolektif dengan mengunjungi makam atau kuburan leluhur yang ada di suatu kelurahan atau desa.
Temukan lebih banyak
Bisnis
Advertising

BACA JUGA:Budaya : Keris Pusaka yang dimiliki Presiden Prabowo dipamerkan dalam acara Budaya Luwung di Pacitan
Nyadran dimaksudkan sebagai sarana mendoakan leluhur yang telah meninggal dunia, mengingatkan diri, bahwa semua manusia pada akhirnya akan mengalami kematian. Maka dari itu banyak keluarga yang pulang kampung sejenak seminggu sebelum puasa untuk menziarahi makam leluhurnya. 
Lalu, apa hukum tradisi nyadran bagi Islam, apakah boleh atau tidak, dan apakah ada dalilnya? Jawabannya sangat mudah dan ringkas. Karena nyadran merupakan tradisi ziarah, maka hukumnya sunnah, sebagaimana yang telah disabdakan dan dicontohkan oleh Rasulullah saw, para sahabat, tabiin, para ulama dan para kiai. Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah bersabda dalam salah satu haditsnya: كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا Artinya: Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian (HR Muslim). 
Dalam riwayat yang lain, Rasulullah tidak hanya memerintahkan ziarah kubur, tapi nabi juga menjelaskan manfaat-manfaat dalam melaksanakan ziarah kubur. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut:   كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْ
Artinya: Ziarah kubur disunahkan secara umum dengan tujuan untuk mengingat (kematian) dan mengambil pelajaran, dan menziarahi kuburan orang-orang shalih disunahkan dengan tujuan untuk tabarruk (mendapatkan barakah) serta pelajaran (Al-Ghazali, Ihya’ Ulum ad-Dien, juz 4, halaman: 521). 
Bahkan legalitas melaksanakan ziarah kubur ini telah disepakati oleh seluruh mazhab umat Islam. Hal ini seperti disampaikan dalam kitab Hujjah Ahlissunnah Wal Jama’ah sebagaimana berikut: زيارة القبور تجيزها مذاهب المسلمين كلها Artinya: Ziarah kubur diperbolehkan oleh seluruh mazhab umat Islam. (KH Ali Maksum Krapyak, Hujjah Ahlissunnah Wal Jama’ah, halaman: 53).
Sedangkan manfaat berdoa dari ziarah kubur ke makam leluhur yakni tersampaikannya doa tersebut kepada mayit.Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda:
 إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ   Artinya: Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga (perkara) : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa baginya. Temukan lebih banyak
BUSINES SERVICES AND PROCUREMENT
Maka dari itu, karena nyadran di bulan Sya'ban (ruwah/ruwahan) merupakan pengejawantahan dari ziarah kubur sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw, maka secara hukum nyadran merupakan perbuatan Sunnah yang memiliki dalil yang kuat. Perbedaan istilah dan tata caranya merupakan keniscayaan, karena perbedaan bahasa dan budaya suatu daerah. Akan tetapi secara substansi dan esensinya tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×