Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Religi : Apakah diperbolehkan untuk berpuasa setelah melakukan hubungan suami istri di malam Ramadhan dan kemudian tertidur hingga melewati waktu imsak ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Sabtu, Februari 14, 2026

Religi : Apakah diperbolehkan untuk berpuasa setelah melakukan hubungan suami istri di malam Ramadhan dan kemudian tertidur hingga melewati waktu imsak


Indonesia, Perssilam - Bulan Ramadhan selalu membawa nuansa ibadah yang istimewa. Berbeda dengan hari-hari biasa. Orang-orang menyesuaikan ritme hidup mereka. Waktu makan berganti total. Sahur di malam hari. Berbuka di sore. Malam yang dulu untuk tidur kini penuh aktivitas. Shalat tarawih ramai di masjid. Tilawah Al-Quran di rumah. Obrolan keluarga soal amal saleh. Suasana ini bikin hati tenang. Tapi juga timbul banyak tanya praktis. Salah satu yang sering muncul: soal hubungan suami istri saat puasa. Banyak pasangan ragu. 
Apalagi di malam hari yang panjang. Islam jelas aturannya. Suami istri boleh berhubungan badan. Asal sebelum fajar menyingsing. Sampai batas waktu imsak. Imsak itu saat berhenti makan dan minum. Sebelum azan Subuh. Rasulullah SAW ajarkan ini dalam hadits. Suami istri seperti pakaian satu sama lain. Halal menikmati di bulan suci. Tapi harus taat batas waktu.
Bayangkan skenario nyata. Suami istri selesai berhubungan larut malam. Mereka capek setelah tarawih. Langsung tertidur pulas. Alarm sahur tidak terdengar. Bangun kaget. Waktu imsak sudah lewat. Bahkan azan Subuh berkumandang. Panik melanda. Puasa hari itu batal kah? Atau tetap sah? Pertanyaan ini sering dibahas ulama. Banyak orang alami hal serupa. Terutama di kota besar. Di mana suara azan kadang tertutup hiruk pikuk.
Latar belakangnya penting. Puasa Ramadhan wajib bagi umat Islam mukallaf. Dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Niat puasa dibuat malam sebelumnya. Hubungan intim batasnya ketat. Kalau setelah fajar. Puasa batal. Harus qadha dan kafarat. Tapi kalau sebelumnya? Meski lupa waktu karena tidur? Itu beda cerita. Ulama seperti Syaikh Utsaimin jelaskan. Tidur bukan alasan batal. Asal niat sah dan tidak sengaja lewati batas. 
Contoh sederhana. Seorang istri bangun Subuh. Suaminya masih mendengkur. Mereka intim jam 2 pagi. Tidur lagi. Bangun jam 5. Sudah imsak. Puasa tetap jalan. Tak perlu khawatir. Ini bikin Ramadhan lebih ringan. Pasangan bisa dekat tanpa takut dosa. Asal waspada jam. Gunakan alarm ganda. Atau ingatkan satu sama lain. Banyak aplikasi azan bantu sekarang. Puasa sah selama ikhlas. Pertanyaan ini jawab keraguan banyak orang. Biar ibadah khusyuk tanpa beban.Editor Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:
Advertising
You Might Like
BRI Super League
Religi
Random Post
Nasional



X

Premier League

BRI Super League : Persija memberikan waktu libur kepada skuadnya pada saat perayaan Idulfitri

Indonesia, Perssilam - Setelah menyelesaikan laga pekan ke-25 Liga 1 2025/2026 melawan Dewa United Banten FC di Jakarta International Stadiu...

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Popular

Archive

Pengunjung

32,626,110
 

close