
Indonesia, Perssilam - Elon Musk sekali lagi mengguncang dunia ekonomi global. Ia menyatukan kekuatan teknologinya lewat langkah besar. SpaceX membeli xAI dalam kesepakatan pintar. Tindakan ini ciptakan perusahaan swasta raksasa. Nilainya capai 1,25 triliun dolar AS, atau Rp20,97 kuadriliun. Lebih dari itu, ini tandai awal rencana besar. Musk ingin pindahkan pusat data AI ke orbit luar angkasa. AI butuh energi sangat banyak. Langkah ini hindari krisis listrik di Bumi yang kian dekat.
Temukan lebih banyak
Bisnis
xAI lahir dari visi Musk tahun lalu. Ia bangun perusahaan ini untuk saingi raksasa AI seperti OpenAI dan Google. SpaceX sudah dikenal dengan roketnya yang kuat. Mereka luncurkan ribuan satelit Starlink untuk internet global.
Penggabungan keduanya umumkan resmi lewat memo di situs perusahaan. Itu terjadi Senin, 2 Februari 2026. Musk, CEO SpaceX dan pendiri xAI, jelaskan rencana radikalnya. Ia ciptakan infrastruktur digital bebas batas Bumi. Musk kritik keras masalah AI sekarang. Data center AI makan listrik raksasa. Mereka juga butuh pendingin super besar di darat. "Permintaan listrik global untuk AI tak bisa dipenuhi solusi darat dalam waktu dekat," tulis Musk di memo. "Itu bebankan komunitas dan lingkungan." Bayangkan saja. Satu data center besar seperti milik Google bisa pakai listrik setara kota kecil. Di AS, konsumsi AI sudah dorong harga listrik naik 20% tahun lalu. Di Eropa, pembangkit listrik kesulitan ikut serta.
Rencana ini amankan uang jangka panjang untuk SpaceX. Pusat data di angkasa butuh peluncuran satelit terus-menerus. Itu pakai roket Falcon 9 dan Starship. SpaceX untung besar dari kontrak itu. Jaringan Starlink jadi sumber pendapatan stabil. Starlink sudah layani 5 juta pelanggan di seluruh dunia. Pendapatan mereka capai miliaran dolar per tahun. xAI masih bakar uang cepat.
Mereka habiskan 1 miliar dolar AS tiap bulan. Itu untuk kembangkan model AI canggih. Tapi profit SpaceX dari peluncuran bisa tanggung beban itu. Penggabungan ini picu rumor IPO SpaceX. Rencana awal Juni 2026. Investor antusias. Saham swasta SpaceX sudah bernilai tinggi.
Langkah ini tambah ganas. Sebelumnya, xAI beli platform X, bekas Twitter. Nilai gabungan 113 miliar dolar AS, atau Rp1,89 kuadriliun. Data dari X jadi bahan bakar utama. Miliaran postingan tiap hari latih algoritma AI. Roket Starship SpaceX angkut peralatan ke orbit. Musk kuasai seluruh rantai. Dari data mentah sampai pengiriman.
Tapi tantangan nyata ada di depan. SpaceX tes Starship intensif. Roket ini untuk bawa astronot ke Bulan dan Mars. Tes terakhir Januari lalu sukses sebagian. xAI ketinggalan dari pesaing. OpenAI punya model GPT terbaru. Google unggul di pencarian AI. xAI harus kejar cepat. Pengamat bilang ini taruhan paling berani Musk. Nilai 1,25 triliun dolar AS. Ia incar dominasi dua bidang kunci. Temukan lebih banyak
BUSINES SERVICES AND PROCUREMENT
BACA JUGA:Nasional : Menteri Sosial Menekankan Pentingnya Penguatan Data untuk Melindungi Keluarga yang RentanRuang angkasa dan AI bentuk masa depan. Jika pusat data orbit jadi nyata, itu selesaikan krisis energi. AI tak lagi ganggu jaringan listrik Bumi. Tapi risikonya monopoli data. Orbit minim aturan hukum. Siapa pegang data, pegang dunia. Pasar tunggu hasilnya. Apakah gabungan ini percepat langkah ke Mars? Atau jadi beban uang terlalu berat? Musk pernah sukses dengan Tesla dan SpaceX. Kali ini skalanya beda. Dunia saksikan.
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :








.png)








