Musi Rawas, Perssilam News - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, sejarah perjuangan bangsa perlu kembali dikenang. Kemerdekaan Indonesia tidak lahir dalam waktu singkat. Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945, para tokoh bangsa lebih dulu membahas dasar negara, bentuk pemerintahan, serta aturan yang akan menjadi pedoman bagi Indonesia. Salah satu badan yang berperan dalam proses itu adalah Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI. Berdasarkan informasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, BPUPKI didirikan pada 1 Maret 1945. Dalam bahasa Jepang, badan ini disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. Pembentukannya berlangsung ketika Jepang mulai menghadapi tekanan besar dalam Perang Dunia II. Saat itu, Jepang menyampaikan janji tentang persiapan kemerdekaan bagi Indonesia. Namun, para tokoh Indonesia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membahas kepentingan bangsa dan menyusun gagasan tentang negara yang akan berdiri. BPUPKI menjadi tempat berkumpulnya tokoh dari berbagai daerah dan latar belakang. Badan ini dipimpin oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Para anggotanya membicarakan persoalan yang sangat penting bagi masa depan Indonesia. Mereka tidak hanya membahas kemerdekaan secara umum, tetapi juga memikirkan dasar negara, wilayah, kewarganegaraan, konstitusi, serta sistem pemerintahan.
Monday, 17 August 2026
Memahami BPUPKI, Langkah Pertama Pemikiran Para Pendiri Bangsa Menuju Kemerdekaan
Musi Rawas, Perssilam News - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, sejarah perjuangan bangsa perlu kembali dikenang. Kemerdekaan Indonesia tidak lahir dalam waktu singkat. Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945, para tokoh bangsa lebih dulu membahas dasar negara, bentuk pemerintahan, serta aturan yang akan menjadi pedoman bagi Indonesia. Salah satu badan yang berperan dalam proses itu adalah Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI. Berdasarkan informasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, BPUPKI didirikan pada 1 Maret 1945. Dalam bahasa Jepang, badan ini disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. Pembentukannya berlangsung ketika Jepang mulai menghadapi tekanan besar dalam Perang Dunia II. Saat itu, Jepang menyampaikan janji tentang persiapan kemerdekaan bagi Indonesia. Namun, para tokoh Indonesia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membahas kepentingan bangsa dan menyusun gagasan tentang negara yang akan berdiri. BPUPKI menjadi tempat berkumpulnya tokoh dari berbagai daerah dan latar belakang. Badan ini dipimpin oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Para anggotanya membicarakan persoalan yang sangat penting bagi masa depan Indonesia. Mereka tidak hanya membahas kemerdekaan secara umum, tetapi juga memikirkan dasar negara, wilayah, kewarganegaraan, konstitusi, serta sistem pemerintahan.
Friday, 28 November 2025
Penayangan Film CMG Memeriahkan Hubungan Diplomatik antara Indonesia dan Tiongkok
![]() |
| Penayangan Film CMG Memeriahkan Hubungan Diplomatik antara Indonesia dan Tiongkok |
Acara itu jadi ajang promosi konten berkualitas dari China. CMG fokus terjemah karya film dan TV agar mudah diakses dunia. Termasuk pasar Indonesia yang besar.
Konselor Kebudayaan China untuk Indonesia, Wang Siping, ikut berpartisipasi. Beliau sampaikan pidato lewat video. Pesan itu tambah semangat acara.
Hadir hampir 200 tamu. Mereka datang dari berbagai sektor. Acara jadi meriah berkat kehadiran mereka.
BACA JUGA:Bahaya Kebiasaan Mencuci Beras Secara Langsung di Panci Rice Cooker
Salah satu peserta kunci adalah Nova. Ia jabat Pimpinan Bagian Penyiaran Bahasa Asing Radio Republik Indonesia (RRI). RRI punya jaringan radio luas di negeri ini.
Lalu ada Sony Soemarsono. Ia Pimpinan Jakarta Media Television. Stasiun TV itu populer di ibu kota.
Tak ketinggalan Ihsan Chairdiansyah. Ia wakil ketua Perusahaan Film Indonesia. Lembaga itu urus produksi dan distribusi film lokal.
Rachmat Soekasah juga hadir. Ia penasihat khusus Persatuan Persahabatan Indonesia-China. Kelompok itu jaga hubungan baik dua negara.
Para tamu ini tunjukkan minat kuat. Mereka lihat tayangan langsung. Acara kuatkan ikatan budaya China-Indonesia.
Pertemuan semacam ini penting. Ia bantu sebarkan cerita bagus dari CMG. Indonesia bisa nikmati hiburan berkualitas.
Peserta diskusi singkat usai tayang. Mereka bahas peluang kerjasama. Ini langkah awal kolaborasi media.
- Tiongkok
- Indonesia
- Film
- Dokumenter
- Hubungan Diplomatik
Wednesday, 15 April 2026
Budaya : Pelihara Warisan, Kementerian Kebudayaan Mendorong Penguatan Sistem Cagar Budaya yang Tahan Bencana

Indonesia, Perssilam - Pemerintah dorong sistem cagar budaya kuat lawan bencana. Tujuannya kurangi risiko dan lindungi aset budaya jangka panjang. Syukur Asih Suprojo, Direktur Bina SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan di Kementerian Kebudayaan, bilang pendorongan ini karena risiko kerusakan besar dari bencana alam. Indonesia rawan sekali. Negara ini duduk di kawasan Ring of Fire, sabuk api Pasifik penuh gempa dan letusan gunung.
Bisnis : Komisi XII DPR RI Mendorong Pengembangan Industri Baterai EV yang Berkelanjutan

Indonesia, Perssilam - Anggota Komisi XII DPR RI, Yulisman, tekankan dorongan kuat untuk industri baterai kendaraan listrik atau EV. Ia lihat pengembangan sektor ini harus sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Tujuannya perkuat transisi energi bersih di tingkat nasional. Transisi ini artinya ganti bahan bakar fosil dengan sumber energi ramah lingkungan seperti listrik dari baterai. Yulisman bilang kemajuan produksi baterai jadi langkah nyata. Langkah itu kurangi ketergantungan pada bensin dan solar. Bahan bakar fosil ini sebabkan polusi udara dan pemanasan global. Semua pihak harus beri dukungan penuh. Dukungan itu pastikan proyek energi hijau nasional jalan mulus tanpa hambatan.
Friday, 12 December 2025
Keragaman Budaya Di Indonesia yang diakui secara global
![]() |
| Keragaman Budaya Di Indonesia yang diakui secara global |
Sunday, 11 January 2026
Menbud Fadli menyayangkan pembongkaran rumah adat Toraja di Sulawesi Selatan

Indonesia, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyesal dalam atas pembongkaran tiga rumah adat Toraja di Sulawesi Selatan. Rumah-rumah ini disebut tongkonan. Tongkonan adalah rumah panggung khas suku Toraja. Bentuknya unik dengan atap melengkung seperti tanduk kerbau. Ia jadi lambang identitas budaya mereka. Fadli Zon minta Balai Pelestarian Kebudayaan segera lakukan pendataan lengkap rumah adat. Langkah ini cegah kejadian pahit serupa di masa depan.
"Kita punya pendekatan baru sekarang. Lewat Balai Pelestarian Kebudayaan kita data semua. Jangan biarkan kejadian kemarin terulang. Kalau memungkinkan, kita ambil alih. Kita beli rumah-rumah itu," katanya. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan pers ke RRI. Acara itu berlangsung Jumat, 9 Januari 2026.
Fadli Zon akui dirinya berada dalam posisi sulit. Kasus pembongkaran tongkonan ini buat ia bimbang. Pihak Kementerian Kebudayaan tak bisa banyak lakukan tindakan tegas. Alasannya sederhana. Rumah-rumah itu belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Statusnya masih milik pribadi atau keluarga.
"Jadi dilemanya begini. Rumah-rumah itu punya pribadi atau keluarga. Belum jadi Cagar Budaya. Pemilik rumah adat pribadi yang tak lagi dipakai untuk upacara adat sering tak mau. Mereka tolak status cagar budaya," ucapnya. Penjelasan ini tunjukkan batas wewenang pemerintah. Kementerian tak punya kuasa paksa atas aset pribadi.
Tambahan lagi, intervensi sulit dilakukan. Ada putusan pengadilan yang sah. Putusan itu terkait sengketa tanah di Tana Toraja. Pengadilan sudah memutuskan eksekusi. Pemerintah hormati proses hukum negara. Tak ada celah untuk campur tangan langsung.
Oleh sebab itu, Fadli Zon anggap kejadian ini pelajaran berharga. Ia harap semua pihak belajar dari sini. Pendataan rumah adat jadi prioritas utama. Data itu bantu lindungi warisan sebelum terlambat. "Tapi ke depan, hal ini tak boleh terjadi lagi. Tak boleh terulang. Kalau jumpa rumah adat, kita revitalisasi. Kita bantu perbaiki agar tetap berdiri kokoh," ujarnya. Revitalisasi berarti hidupkan kembali fungsinya. Misal, pakai untuk upacara adat atau wisata budaya.
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan Restu Gunawan ikut bicara. Ia tekankan pemerintah hormati proses hukum. Tapi peristiwa ini penting sekali. Menyangkut kelanjutan warisan budaya Toraja. Toraja punya tradisi kaya. Tongkonan tak sekadar bangunan kayu. Ia simpan cerita leluhur. Juga nilai gotong royong masyarakat adat.
"Peristiwa ini lebih dari sengketa lahan. Ini ancam keberlangsutan warisan Toraja yang punya sejarah panjang. Negara wajib hadir. Pastikan proses hukum tak hapus nilai tradisi," katanya. Ia jelaskan dampak luas. Pembongkaran fisik rusak bangunan. Tapi juga pudarkan makna budaya di hati masyarakat. Orang Toraja anggap tongkonan rumah roh leluhur. Hilangnya ia picu kehilangan identitas.
Eksekusi pembongkaran ini akibat sengketa lahan lama. Sengketa mulai 1986. Dua keluarga terlibat. Keluarga Sarra lawan keluarga Roreng. Mereka perebutan hak tanah. Proses hukum panjang. Akhirnya pengadilan putuskan salah satu pihak menang.
Objek sengketanya jelas. Satu bangunan tongkonan tua. Usianya ratusan tahun. Dua tongkonan baru dibangun belakangan. Enam lumbung padi tradisional. Disebut juga alang atau lumbung beratap tanduk. Lalu dua rumah semi permanen. Semua ini hancur dieksekusi. Kehilangan aset ini sakiti hati pelestari budaya. Toraja catat banyak tongkonan bersejarah. Tapi data lengkap masih kurang. Makanya pendataan mendesak.
Fadli Zon dan Restu Gunawan sepakat. Pemerintah harus proaktif lindungi warisan. Pendataan jadi langkah awal. Beli atau revitalisasi solusi nyata. Kejadian ini ingatkan semua. Budaya hidup butuh perlindungan hukum dan kesadaran masyarakat. Toraja tunggu tindak lanjut cepat dari pusat. Agar tongkonan tetap berdiri gagah di lembah pegunungan. (Red)
Dengarkan
Berita dan Artikel lainnya di :
- Rumah Adat Toraja
- Penggusuran Rumah Adat
- Balai Pelestarian Kebudayaan
- Sengketa Lahan
- Kementerian Kebudayaan
- Menteri Kebudayaan
- Fadli Zon
- Restu Gunawan
Friday, 30 January 2026
Budaya : ‘Tari Kancet’ adalah warisan budaya dari suku Dayak Kenyah

Indonesia, Tari Kancet adalah tarian tradisional suku Dayak Kenyah. Tarian ini muncul dari kebiasaan berladang di Kalimantan Timur. Masyarakat setempat sering menampilkannya sebelum panen besar. Tarian itu jadi ungkapan budaya yang penting bagi mereka.Menurut laman Indonesia Kaya, pekerjaan berladang membentuk banyak kesenian di Nusantara.









.png)

