Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for AFC
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query AFC. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query AFC. Sort by date Show all posts

Thursday, 26 February 2026

Timnas : AFC menjatuhkan sanksi kepada PSSI jelang penampilan Timnas Indonesia senior di FIFA Series 2026


Indonesia, Perssilam - FIFA Series 2026 tinggal kurang dari sebulan lagi. Turnamen ini jadi ajang penting bagi tim nasional sepak bola. Timnas Indonesia buka turnamen dengan lawan Saint Kitts and Nevis. Pertandingan itu jadwalnya 27 Maret 2026. Kemenangan dari laga pembuka ini krusial. Pemenangnya tunggu hasil duel Bulgaria lawan Kepulauan Solomon. Semua babak direncanakan sengit. Final turnamen digelar tepat 30 Maret 2026. 
Advertising

BACA JUGA:
Futsal : Pertandingan penuh gol antara Indonesia dan Malaysia
Semua laga berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Stadion ikonik ini sering jadi tuan rumah event besar sepak bola Indonesia. Tapi, kabar buruk muncul dari AFC. AFC jatuhkan sanksi tegas ke PSSI. Sanksi ini picu gara-gara laga uji coba Timnas U-23 Indonesia melawan Mali. Duel itu digelar dua kali, 15 dan 18 November 2025. Lokasinya Stadion Pakansari di Bogor. AFC nilai PSSI lambat urus administrasi. 
"Terdakwa mengajukan permohonan otorisasi terlambat," begitu bunyi rilis resmi AFC. Kesalahan ini langgar aturan ketat AFC soal pertandingan internasional. Akibatnya, PSSI kena denda dari AFC. Putusan Komite Disiplin dan Etik AFC keluar 25 Februari 2026. PSSI wajib bayar US$1.500, setara Rp25 juta.
Advertising

BACA JUGA:
Nasional : Ketika Seskab Teddy tetap mengikuti pendidikan Seskoad sambil mendampingi presiden
Pembayaran harus lunas dalam 30 hari sejak putusan. "Federasi Sepak Bola Indonesia diperintahkan untuk membayar denda sebesar US$1.500 (Rp25 juta), karena melanggar Pasal 11.15 Peraturan AFC yang Mengatur Pertandingan Internasional," tegas rilis resmi AFC. Pasal itu atur soal pendaftaran tepat waktu demi keamanan dan kepatuhan event.Sepak bola Indonesia rawan sanksi lebih lanjut dari AFC.BACA JUGA:Hukum : Buka suara mengenai gugatan MK, Telkomsel menyatakan: Kuota internet itu seperti tiket Dufan, bukan token listrik
Insiden besar baru-baru ini jadi sorotan. Ratusan suporter masuk stadion usai laga Persib Bandung lawan Ratchaburi FC. Itu leg kedua AFC Champions League Two 2025/2026. Pertandingan 18 Februari 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Kerumunan suporter picu kekhawatiran keamanan. Persib kini was-was hadapi sanksi berat. AFC bisa cabut poin atau larang main di kandang. Tapi, putusan Komite Disiplin dan Etik AFC tanggal 25 Februari 2026 belum sentuh insiden ini. Keputusan resmi masih ditunggu. Sanksi bertubi bisa ganggu persiapan Timnas di FIFA Series.EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:

Friday, 27 February 2026

PSSI : Diwajibkan untuk membayar denda sebesar puluhan juta kepada AFC denda timnas indonesia


Indonesia, Perssilam - Kabar buruk lagi-lagi menerpa sepak bola Indonesia di awal 2026. Federasi Sepak Bola Indonesia, atau PSSI, kena denda resmi dari AFC. Besarannya 1.500 dolar AS. Itu setara Rp25 juta lebih. Sanksi ini bukan asal tebas. AFC merilis pernyataan resmi. Mereka bilang PSSI lalai urus prosedur administratif. Itu aturan wajib di sepak bola Asia. Pelanggaran spesifik muncul di laga uji coba Timnas Indonesia U23. Lawannya tim kuat dari Afrika, Mali. Duel ini antar benua, Asia lawan Afrika. Makanya protokolnya ketat sekali.
Advertising

BACA JUGA:
Kesehatan : Kenali Kaki Diabetes serta Cara Penanganannya
Inti masalah ada di Pasal 11.15 Peraturan AFC. Itu bab pertandingan internasional. PSSI langgar level 2. Penyebabnya keterlambatan kirim pemberitahuan laga. AFC punya aturan jelas soal ini. Tim dari konfederasi berbeda harus koordinasi dini. AFC kutip di situs resminya, Kamis lalu. "PSSI wajib bayar denda 1.500 dolar AS. Karena langgar Pasal 11.15 soal pertandingan internasional," tulis mereka. Kutipan ini dari Antara News, 26 Februari 2026. Laga pertama digelar 15 November 2025. Di Stadion Pakansari, Bogor. Garuda Muda kalah 0-3. Gol Mali dicetak Sekou Doucoure, Wilson Samake, dan Moulaye Haidara. Indonesia punya kans lewat Mauro Zijlstra dan Rafael Struick. Tapi peluang gagal jadi gol. Kekalahan pahit di kandang.
Timnas U23 butuh laga ini buat persiapan SEA Games 2025. Mali dipilih karena kekuatannya. Mereka wakili Afrika Barat yang terkenal tangguh. Hasil buruk ini bikin fans kecewa. Tapi masalah admin justru lebih parah. Leg kedua diadakan 17 atau 18 November 2025. Masih di Bogor. Performa Indonesia naik. Mali cetak gol cepat lewat Sekou Kone. Tapi anak asuh pelatih bangkit. Mauro Zijlstra samakan skor di menit 38. Rafael Struick unggul 2-1 di menit 52. Sayang, Sekou Kone cetak gol lagi di menit 70. Skor akhir 2-2. Ada brace dari Kone. Indonesia tunjukkan perbaikan teknis. Passing lebih tajam. Lini depan lebih ganas. Tapi di balik layar, kesalahan kertas jadi bom waktu.
Advertising

BACA JUGA:
Bolavoli : Gresik Phonska, Peringkat Pertama Babak Reguler Proliga 2026
Denda ini ledak di Februari 2026. PSSI kena sanksi kedua awal tahun. Sebelumnya, 9 Februari, AFC denda 14.000 dolar AS. Itu Rp230 juta. Kasusnya Piala Asia Futsal AFC 2026. Pelanggaran serupa, admin lemah. Dua denda ini tunjukkan masalah besar PSSI. Manajemen kurang teliti urus laga internasional. AFC sering kasih catatan buruk. Reputasi Indonesia di Asia terpukul. Federasi lain pasti perhatikan. PSSI harus bayar 1.500 dolar AS segera. Tenggat 30 hari dari Kamis kemarin. Jatuh tempo akhir Maret 2026. Bayar telat bisa kena sanksi tambah. Mungkin larangan ikut turnamen. Kejadian ini jadi pelajaran keras. PSSI perlu rapat evaluasi. Koordinasi dengan AFC dan CAF penting. CAF itu konfederasi Afrika. Laga antar benua butuh izin FIFA juga. Kalender FIFA padat, tak boleh salah langkah.
Fans tanya, kenapa PSSI ulangi kesalahan? Admin seharusnya prioritas. Tim teknis bagus, tapi back office lelet. Contoh, keterlambatan kirim form pertandingan. Harusnya kirim berminggu-minggu sebelum laga. Di masa lalu, PSSI pernah kena sanksi serupa. Tapi kali ini beruntun. Erick Thohir sebagai ketua PSSI tuntut perubahan. Staff admin harus training ulang. Software tracking jadwal bisa bantu. Bagi Timnas U23, laga lawan Mali tetap berharga. Mereka hadapi gaya main fisik Afrika. Zijlstra dan Struick belajar konversi peluang. Hasil imbang kedua beri semangat. Tapi sanksi ini ganggu fokus. Sepak bola Indonesia butuh PSSI solid. Sanksi kecil ini bisa jadi awal masalah besar. Bayar denda tak cukup. Perbaiki sistem dari akar. Fans harap tak ada lagi berita buruk. Garuda Muda siap terbang tinggi di turnamen depan.
EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:

Saturday, 29 November 2025

Garuda Academy Core 3.0 dan Core 4.0 secara resmi menjadi bagian dari ‘AFC Certificate in Football Administration and Management Hybrid Programme'


Indonesia, PSSI bekerja sama erat dengan Asian Football Confederation (AFC). Mereka luncurkan program Garuda Academy Core 3.0 dan Core 4.0. Kini program itu resmi jadi bagian dari AFC Certificate in Football Administration and Management (ACFAM) Hybrid Programme. Langkah ini bantu tingkatkan kualitas pengelolaan sepak bola di Indonesia.

AFC rencanakan edisi hybrid ACFAM di Jakarta. Acara berlangsung dari Desember 2025 hingga Januari 2026. ACFAM adalah program belajar terstruktur. Tujuannya kuatkan kemampuan para pengelola sepak bola Indonesia. PSSI sebagai induk organisasi sepak bola nasional ikut dorong inisiatif ini. Hasilnya, Indonesia bisa saingi negara Asia lain di manajemen olahraga.

Advertising

BACA JUGA:Pemerintah Meningkatkan Kualitas Fasilitas Publik untuk UMKM

Peserta ikuti enam modul utama. Modul pertama, Income Generation, pada 2 Desember 2025. Ini ajar cara hasilkan pendapatan untuk klub atau federasi. Selanjutnya, Professional Club Licensing pada 3 Desember 2025. Modul ini bahas lisensi klub profesional agar standar AFC terpenuhi.

Lalu Content Creation di 4 Desember 2025. Peserta pelajari buat konten menarik untuk promosi sepak bola. Setelah jeda libur akhir tahun, Strategic Management pada 27 Januari 2026. Ini fokus rencana jangka panjang untuk organisasi sepak bola. Financial Management ikut pada 28 Januari 2026. Modul ajar kelola keuangan agar klub sehat.

Advertising

BACA JUGA:Penayangan Film CMG Memeriahkan Hubungan Diplomatik antara Indonesia dan Tiongkok

Terakhir, Football Governance di 29 Januari 2026. Ini bahas tata kelola sepak bola yang baik dan transparan. Setiap modul punya jadwal jelas. Peserta bisa ikut secara hybrid, campur tatap muka dan daring.

Pengajar datang dari AFC dan pakar industri sepak bola. Mereka pimpin sesi dengan diskusi hidup. Ada studi kasus nyata dari klub Asia. Peserta juga lakukan latihan praktik. Semua ini bantu terapkan ilmu langsung di lapangan. Pendekatan ini bikin belajar lebih mudah dipahami dan berguna.

AFC Academic Centre of Excellence (ACE) pimpin susun dan jalankan program. Mereka kerjasama PSSI sepenuhnya. Peserta yang selesaikan semua modul dapat Certificate of Completion dari AFC. Sertifikat ini bukti resmi kemampuan mereka. Bagi pengelola Indonesia, ini peluang besar naikkan standar sepak bola nasional. Program seperti ini tunjukkan komitmen AFC dukung perkembangan Asia Tenggara.

Reaksi :
Share:

Monday, 12 January 2026

AFC : Dua wasit dari Indonesia akan bertugas di Piala Asia U-23 2026 yang diselenggarakan di Arab Saudi


Indonesia, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menunjuk dua wasit asal Indonesia untuk Piala Asia AFC U-23 2026. Thoriq Munir Alkatiri bertugas sebagai wasit utama. Bangbang Syamsudar jadi asisten wasit. Turnamen ini berlangsung di Arab Saudi dari 6 hingga 25 Januari 2026.

Ini jadi kesempatan pertama bagi wasit Indonesia di Piala Asia U-23. Sebelumnya, keduanya sudah bertugas di Piala Asia U-20 2025 di Tiongkok. Thoriq juga pernah memimpin laga di Piala Asia AFC U-17 2023 di Thailand. Pengalaman itu buktikan kemampuan mereka di level Asia.

Mereka akan pimpin pertandingan grup C. Uzbekistan hadapi Lebanon pada 7 Januari 2026. Tempatnya di Stadion Prince Faisal Bin Fahd. Stadion ini punya fasilitas bagus untuk laga internasional. Pertandingan grup awal sering jadi ujian awal bagi wasit.

Advertising

Thoriq Munir Alkatiri lahir 19 November 1988 di Purwakarta, Jawa Barat. Dia wasit pro sejak 2013 di Liga 1 Indonesia. Sejak 2014, namanya masuk daftar wasit internasional FIFA. Statusnya FIFA Referee. Dia sering pimpin AFC Cup dan AFC Champions League 2. Turnamen usia muda Asia juga sering dia tangani. Kini, dia kembali dipercaya di Piala Asia U-23.

Bangbang Syamsudar lahir 8 Mei 1988 di Garut, Jawa Barat. Dia asisten wasit FIFA sejak 2013. Aktif di Liga 1 dan laga AFC. Sebelum fokus internasional, dia main sepak bola junior. Pengalamannya luas di perwasitan. Dia konsisten bertugas di ajang besar, termasuk Piala Asia U-20.

PSSI lewat Komite Wasit terus dorong wasit Indonesia. Mereka tambah pengalaman internasional. Ini bagian dari bangun perwasitan nasional yang kuat. Penugasan di Piala Asia U-23 tunjuk komitmen itu. Wasit bagus bantu tingkatkan sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Piala Asia U-23 penting karena jadi jalan ke Olimpiade. Negara-negara Asia bersaing sengit. Wasit harus netral dan akurat. Thoriq dan Bangbang sudah siap hadapi tekanan itu. Prestasi mereka banggakan PSSI dan fans sepak bola Indonesia.

Advertising

BACA JUGA:Budaya Daerah : Mempelajari Ludruk, Teater Rakyat yang Unik dari Jawa Timur

Sejarah wasit Indonesia di AFC pelan tapi pasti naik. Dari turnamen usia muda ke level senior. Ini langkah maju. Komite Wasit PSSI latih mereka keras. Hasilnya, sekarang ada di panggung Asia besar. Harapannya, lebih banyak wasit Indonesia ikut ajang serupa ke depan. (Red)

Dengarkan

Berita dan Artikel lainnya di :

Advertising

Share:

Monday, 26 January 2026

Futsal Indonesia : Persiapan yang Optimal Menjelang Dimulainya Piala Futsal Asia AFC


Indonesia, Persiapan AFC Futsal Asian Cup 2026 sudah mencapai 90 persen. Lapangan pertandingan tampak megah. Stand tiket berdiri rapi. Banner dan stiker resmi sudah menempel di seluruh venue. Turnamen ini akan digelar dari 27 Januari sampai 7 Februari 2026. Dua tempat utama adalah Indonesia Arena dan Jakarta International Velodrome. Kedua venue ini pakai lantai parket kayu. Lantai ini memenuhi standar internasional. Ia juga tingkatkan kecepatan permainan futsal. Futsal sendiri adalah olahraga sepak bola dalam ruangan dengan lapangan kecil. Bola lebih kecil dan keras. Permainan cepat butuh permukaan yang pas.
Advertising

BACA JUGA: Internasional : Azerbaijan Mengharapkan Kerja Sama dalam Energi Terbarukan dengan Indonesia

"Lantai kayu dipilih karena tidak terlalu licin. Ini cegah cedera pemain," ujar Ketua Pelaksana Shanaz Safira. Pilihan ini lahir dari pertimbangan panjang. Panitia pikirkan keamanan pemain dulu. Lalu performa mereka di lapangan. Lantai kayu beri cengkeraman baik saat dribble atau tackle.
Panitia komitmen berikan fasilitas top. Sesuai aturan AFC. Mereka sempurnakan semua detail. Aspek teknis seperti pencahayaan dan suara sudah siap. Non-teknis seperti parkir dan keamanan juga tertata. Ini pastikan acara berjalan lancar tanpa hambatan.
Advertising

BACA JUGA:BRI Super League : Jens Raven Mencetak Gol Pertama untuk Bali United, Namun Tidak Berhasil Mendapatkan Kemenangan

Stiker resmi AFC Futsal Asian Cup Indonesia 2026 sudah nempel. Tempatnya di pintu masuk lobby VIP dan VVIP. Juga di beberapa pintu penonton biasa. Ini beri suasana seru sejak awal. Stand penjualan tiket muncul di sisi luar Indonesia Arena. Penonton bisa beli langsung tanpa ribet. Timnas Indonesia masuk Grup A. Lawan mereka Korea Selatan, Irak, dan Kirgizstan. Laga pembuka lawan Korea Selatan. Digelar 27 Januari 2026 pukul 19.00 WIB di Indonesia Arena. Fans bisa saksikan langsung aksi Garuda Muda.

Tiket resmi jual lewat situs AFC resmi. Harga beda-beda. Untuk laga Timnas Indonesia: Rp250.000 untuk VIP Telescopic. Rp100.000 Tribun Bawah. Rp75.000 Tribun Atas. Pilihan ini beri pemandangan beda. VIP dekat lapangan. Tribun atas beri view luas.
Temukan lebih banyak
BUSINES SERVICES AND PROCUREMENT
Pertandingan lain lebih murah. Rp150.000 VIP Telescopic. Rp75.000 Tribun Bawah. Rp50.000 Tribun Atas. Sistem harga ini ramah kantong. Penonton pilih sesuka hati. Sesuaikan isi dompet dan posisi duduk. Dukungan fans jadi kunci. Ia motivasi Timnas Indonesia di level Asia. Beli tiket online mudah. Pakai platform resmi AFC. Proses cepat aman. Jangan lewatkan kesempatan dorong tim ke babak gagal. Suasana stadion penuh akan ciptakan tekanan bagi lawan. Timnas butuh itu untuk tampil maksimal.
Temukan lebih banyak
BUSINES SERVICES AND PROCUREMENT
MOBILE APP DEVELOPMENT
WEBSITE DEVELOPMENT
Instalasi Jaringan
Instalasi Fiber Optik
Suara & Data
Kabel Tegangan Rendah
Instalasi WiFi
Solusi Pengkabelan Terstruktur
MTech dengan pengalaman di berbagai pekerjaan
Hasil imbang ini sakiti Bali United. Mereka butuh poin untuk naik peringkat. Jens lagi-lagi telan pilu. Gol krusialnya tak bawa senyum penuh. Di SEA Games, golnya tak angkat tim ke semifinal. Kini di liga, golnya tak amankan tiga poin. Penyerang 20 tahun ini tunjukkan bakat. Tapi nasib tim halangi pesta pribadi. Fans Bali United harap Jens cepat adaptasi. Musim panjang masih menanti.
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×