
Indonesia, Perssilam - Kabar buruk lagi-lagi menerpa sepak bola Indonesia di awal 2026. Federasi Sepak Bola Indonesia, atau PSSI, kena denda resmi dari AFC. Besarannya 1.500 dolar AS. Itu setara Rp25 juta lebih. Sanksi ini bukan asal tebas. AFC merilis pernyataan resmi. Mereka bilang PSSI lalai urus prosedur administratif. Itu aturan wajib di sepak bola Asia. Pelanggaran spesifik muncul di laga uji coba Timnas Indonesia U23. Lawannya tim kuat dari Afrika, Mali. Duel ini antar benua, Asia lawan Afrika. Makanya protokolnya ketat sekali.
Inti masalah ada di Pasal 11.15 Peraturan AFC. Itu bab pertandingan internasional. PSSI langgar level 2. Penyebabnya keterlambatan kirim pemberitahuan laga. AFC punya aturan jelas soal ini. Tim dari konfederasi berbeda harus koordinasi dini. AFC kutip di situs resminya, Kamis lalu. "PSSI wajib bayar denda 1.500 dolar AS. Karena langgar Pasal 11.15 soal pertandingan internasional," tulis mereka. Kutipan ini dari Antara News, 26 Februari 2026. Laga pertama digelar 15 November 2025. Di Stadion Pakansari, Bogor. Garuda Muda kalah 0-3. Gol Mali dicetak Sekou Doucoure, Wilson Samake, dan Moulaye Haidara. Indonesia punya kans lewat Mauro Zijlstra dan Rafael Struick. Tapi peluang gagal jadi gol. Kekalahan pahit di kandang.
Timnas U23 butuh laga ini buat persiapan SEA Games 2025. Mali dipilih karena kekuatannya. Mereka wakili Afrika Barat yang terkenal tangguh. Hasil buruk ini bikin fans kecewa. Tapi masalah admin justru lebih parah. Leg kedua diadakan 17 atau 18 November 2025. Masih di Bogor. Performa Indonesia naik. Mali cetak gol cepat lewat Sekou Kone. Tapi anak asuh pelatih bangkit. Mauro Zijlstra samakan skor di menit 38. Rafael Struick unggul 2-1 di menit 52. Sayang, Sekou Kone cetak gol lagi di menit 70. Skor akhir 2-2. Ada brace dari Kone. Indonesia tunjukkan perbaikan teknis. Passing lebih tajam. Lini depan lebih ganas. Tapi di balik layar, kesalahan kertas jadi bom waktu.
Denda ini ledak di Februari 2026. PSSI kena sanksi kedua awal tahun. Sebelumnya, 9 Februari, AFC denda 14.000 dolar AS. Itu Rp230 juta. Kasusnya Piala Asia Futsal AFC 2026. Pelanggaran serupa, admin lemah. Dua denda ini tunjukkan masalah besar PSSI. Manajemen kurang teliti urus laga internasional. AFC sering kasih catatan buruk. Reputasi Indonesia di Asia terpukul. Federasi lain pasti perhatikan. PSSI harus bayar 1.500 dolar AS segera. Tenggat 30 hari dari Kamis kemarin. Jatuh tempo akhir Maret 2026. Bayar telat bisa kena sanksi tambah. Mungkin larangan ikut turnamen. Kejadian ini jadi pelajaran keras. PSSI perlu rapat evaluasi. Koordinasi dengan AFC dan CAF penting. CAF itu konfederasi Afrika. Laga antar benua butuh izin FIFA juga. Kalender FIFA padat, tak boleh salah langkah.
Fans tanya, kenapa PSSI ulangi kesalahan? Admin seharusnya prioritas. Tim teknis bagus, tapi back office lelet. Contoh, keterlambatan kirim form pertandingan. Harusnya kirim berminggu-minggu sebelum laga. Di masa lalu, PSSI pernah kena sanksi serupa. Tapi kali ini beruntun. Erick Thohir sebagai ketua PSSI tuntut perubahan. Staff admin harus training ulang. Software tracking jadwal bisa bantu. Bagi Timnas U23, laga lawan Mali tetap berharga. Mereka hadapi gaya main fisik Afrika. Zijlstra dan Struick belajar konversi peluang. Hasil imbang kedua beri semangat. Tapi sanksi ini ganggu fokus. Sepak bola Indonesia butuh PSSI solid. Sanksi kecil ini bisa jadi awal masalah besar. Bayar denda tak cukup. Perbaiki sistem dari akar. Fans harap tak ada lagi berita buruk. Garuda Muda siap terbang tinggi di turnamen depan.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :






.png)








