
Indonesia, Jens Raven lagi-lagi merasakan getirnya gol penting yang tak berbuah kemenangan. Penyerang muda Bali United ini terjebak situasi kecewa. Kontribusinya di papan skor tak sebanding hasil tim. Satu bulan lalu, pada 12 Desember 2025, Jens jadi pahlawan Timnas Indonesia U-23. Dia cetak dua gol krusial. Gol pertama di menit ke-88, kedua di 90+4. Lawan mereka Myanmar di laga pamungkas Grup C cabang sepak bola SEA Games 2025 di Thailand. Turnamen ini jadi ajang bergengsi Asia Tenggara. Timnas menang 3-1 saat itu. Tapi kemenangan itu tak cukup. Mereka tersingkir dari semifinal. Alasannya kalah selisih gol dari Malaysia. Dua gol Jens terasa sia-sia. Hati penyerang ini pilu. Rasa pilu itu muncul lagi saat Jens bela Bali United. Ini di pekan ke-18 BRI Liga 1 2025/2026. Golnya datang di momen sulit. Tapi akhirnya tim tetap tak menang. Lawan Semen Padang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, kandang Bali United di Gianyar. Jens mulai dari bangku cadangan. Bali United sudah ketinggalan 0-2 saat babak kedua dimulai.
Masuknya Jens ubah segalanya. Dia cetak gol di menit ke-54. Skor jadi 1-2. Gol itu nyalakan semangat tim. Bali United bangkit. Mereka balik unggul 3-2. Penonton di stadion bergemuruh. Harapan kemenangan menyala terang. Sayang, keunggulan itu rapuh. Semen Padang balas ganas. Mereka samakan skor 3-3. Hasil imbang ini hancurkan mimpi Bali United menang di rumah sendiri. Poin hilang lagi. Posisi di klasemen terancam.
Jens campur aduk rasanya. Ini gol pertama musim ini untuk Serdadu Tridatu, julukan Bali United. Dia juga dapat main lebih dari 45 menit pertama kali. Tapi tak ada pesta. "Jujur, senang dengan gol yang saya buat. Ini gol pertama saya musim ini. Tapi perasaannya bercampur aduk karena Bali United gagal menang, saya tidak terlalu suka," kata Jens tegas.
Advertising
Absennya Boris Kopitovic buka jalan bagi Jens. Rekrutan baru Diego Campos juga belum siap. Jens seharusnya starter. Tapi pelatih Johnny Jansen pilih lain. Pelatih Belanda ini pakai skema false nine. False nine artinya penyerang palsu. Posisi depan tapi turun bantu serang dari belakang. Dia andalkan Thijmen Goppel, Jordy Bruijn, dan Mirza Mustafic. Tujuan tekan pertahanan Semen Padang. Bali United juga kehilangan Tim Receveur. Kadek Agung Widnyana Putra main sebagai gelandang bertahan, atau nomor enam. Posisi aslinya gelandang tengah. Perubahan ini coba picu serangan cepat.
Johnny Jansen yakin keputusannya benar. "Kami sudah coba terapkan skema ini sebelumnya. Jordi kami mainkan dengan skema false nine dan berjalan baik. Kadek Agung juga bisa berposisi sebagai pemain nomor enam," jelasnya. Dia bilang masalah di babak pertama bukan taktik. Mental pemain lemah.
"Di babak pertama, kami tekankan bahwa mentalitas pemain tidak bagus untuk mau duel dan memenangkan pola dengan pemain lawan," tambah Jansen. Babak pertama Bali United kalah duel. Mereka lemah hadapi tekanan. Itu sebab tertinggal dua gol cepat.
Sponsored : PT. Media Techno Indonesia
Temukan lebih banyak
BUSINES SERVICES AND PROCUREMENT
MOBILE APP DEVELOPMENT
WEBSITE DEVELOPMENT
Instalasi Jaringan
Instalasi Fiber Optik
Suara & Data
Kabel Tegangan Rendah
Instalasi WiFi
Solusi Pengkabelan Terstruktur
MTech dengan pengalaman di berbagai pekerjaan
Hasil imbang ini sakiti Bali United. Mereka butuh poin untuk naik peringkat. Jens lagi-lagi telan pilu. Gol krusialnya tak bawa senyum penuh. Di SEA Games, golnya tak angkat tim ke semifinal. Kini di liga, golnya tak amankan tiga poin. Penyerang 20 tahun ini tunjukkan bakat. Tapi nasib tim halangi pesta pribadi. Fans Bali United harap Jens cepat adaptasi. Musim panjang masih menanti.

Berita dan Artikel lainnya di :
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)






.png)
.png)







