Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for Sidang Umum PBB
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query Sidang Umum PBB. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Sidang Umum PBB. Sort by date Show all posts

Monday, 22 September 2025

Sidang PBB, Presiden Prabowo Memberikan Pidato Sebagai Urutan Ketiga

Sidang PBB, Presiden Prabowo Memberikan Pidato Sebagai Urutan Ketiga


Indonesia, Sidang PBB berlangsung di New York. Para pemimpin dunia hadir untuk membahas isu global. Presiden Prabowo Subianto dari Indonesia menyampaikan pidatonya. Ia berbicara di urutan ketiga setelah dua pemimpin lain.

Acara ini bagian dari Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Setiap tahun, lebih dari 190 negara ikut serta. Mereka tangani masalah seperti perubahan iklim dan kemiskinan. Pidato presiden biasanya soroti kebijakan negara masing-masing.

Prabowo tiba di markas PBB pagi itu. Ia bertemu dulu dengan Sekjen Antonio Guterres. Pertemuan singkat ini bahas kerja sama bilateral. Lalu, giliran pidato dimulai.

Baca Juga:

Rencana Pembentukan 5 Kabupaten dan Kota Baru Menuju Era yang Baru

Urutan ketiga berarti Prabowo bicara setelah presiden Brasil dan Uni Eropa. Ia naik ke panggung dengan tenang. Di depan ribuan delegasi, suaranya tegas. Pidato itu tekankan peran Indonesia di Asia Tenggara.

Ia sebut soal stabilitas kawasan Laut China Selatan. Contohnya, konflik kapal nelayan sering terjadi di sana. Prabowo ingatkan pentingnya dialog damai antarnegara. Ia juga soroti isu pangan global. Indonesia, sebagai pengekspor beras besar, tawarkan bantuan untuk negara miskin.

Data PBB tunjukkan, 828 juta orang kelaparan pada 2023. Pidato Prabowo hubungkan hal itu dengan pertanian berkelanjutan. Ia janjikan program bantuan Indonesia ke Afrika. Langkah ini perkuat posisi Indonesia di mata dunia.

Baca Juga:

TNI AL berhasil menggagalkan upaya penyelundupan kayu ilegal di Surabaya

Para pengamat nilai pidato itu kuat. Seorang ahli hubungan internasional bilang, "Prabowo tunjukkan Indonesia siap pimpin isu regional." Pidato berakhir dengan tepuk tangan meriah. Ia turun panggung dan langsung wawancara media.

Mengapa urutan ketiga penting? Itu beri Prabowo waktu pikir setelah pidato pembuka. Delegasi lain catat poin-poinnya dengan teliti. Acara lanjut ke sesi diskusi. Indonesia bangga atas penampilan presidennya di panggung dunia.

Baca Juga:

Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa pencairan dana Kopdes Merah Putih akan dilakukan pada pekan depan

TAG :

Suka Artikel ini?

Share:

Saturday, 20 September 2025

PBB harus mengirimkan pasukan perdamaian untuk menghentikan tindakan Israel

PBB harus mengirimkan pasukan perdamaian untuk menghentikan tindakan Israel


Indonesia, 
Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik menyampaikan penghargaan mendalam atas dua pencapaian monumental Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kurun waktu satu pekan terakhir. Pencapaian pertama adalah pengakuan resmi terhadap Negara Palestina. Ini terjadi dalam Sidang Majelis Umum PBB, di mana mayoritas besar, 142 negara anggota, menyetujui solusi dua negara. Solusi ini memvisualisasikan keberadaan negara Israel dan Palestina yang hidup berdampingan dalam damai.

Pencapaian kedua yang tak kalah penting adalah hasil investigasi Komisi Penyelidik PBB. Laporan tersebut secara tegas menyatakan bahwa Israel telah melakukan tindakan genosida terhadap rakyat Palestina. Pernyataan ini menggarisbawahi pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan berkelanjutan.

Presiden JDF Asia Pasifik, Dr. Jazuli Juwaini, yang juga seorang Anggota DPR RI, menyampaikan pandangannya pada Jumat, 19 September 2025. Ia menegaskan bahwa pengakuan kemerdekaan Negara Palestina dan putusan PBB mengenai genosida Israel bukanlah akhir dari perjuangan. "Namun demikian, JDF Asia Pasifik juga menegaskan bahwa pengakuan PBB terhadap kemerdekaan Negara Palestina dan putusan PBB yang menyatakan Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina, harus segera diikuti dengan langkah konkret ini berupa pengiriman pasukan perdamaian guna mencegah dan menghentikan agresi Israel," ujar Dr. Juwaini.

Baca Juga:

Persik Kediri Berkomitmen untuk Memperpanjang Tren Kemenangan di Markas Bhayangkara FC

Menurut beliau, tanpa kehadiran pasukan perdamaian internasional, seluruh resolusi, pengakuan formal, dan kecaman terhadap kejahatan yang dilakukan Israel tidak akan menghasilkan dampak yang berarti. Dampak yang signifikan diperlukan untuk menghentikan siklus kekejaman dan penindasan Israel yang telah berlangsung lama terhadap rakyat Palestina. Beliau menekankan bahwa tindakan militer ini harus sah secara hukum internasional. Ini berarti harus melibatkan pasukan dari negara-negara yang berkomitmen pada kemanusiaan dan perdamaian global.

"Tidak ada jalan lain, kebiadaban Israel harus dihentikan melalui jalan militer yang sah secara internasional. Yaitu dengan mengirimkan pasukan dari negara-negara yang pro kemanusiaan dan kedamaian dunia," ungkapnya.

Namun, pengiriman pasukan perdamaian PBB menghadapi kendala besar. Proses ini membutuhkan persetujuan dari Dewan Keamanan (DK) PBB. Sayangnya, persetujuan ini sering kali terhambat oleh hak veto yang dimiliki oleh Amerika Serikat, sekutu dekat Israel. Situasi ini menciptakan kebuntuan politik yang melumpuhkan upaya perdamaian.

Baca Juga:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan catatan negatif pada perdagangan hari ini

Oleh karena itu, JDF Asia Pasifik secara tegas mendesak seluruh negara anggota PBB untuk bersama-sama memperjuangkan reformasi Dewan Keamanan. Reformasi ini sangat penting agar keputusan-keputusan DK PBB dapat dilaksanakan secara adil dan efektif. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tindakan nyata dapat diambil dalam menghentikan agresi Israel yang terus berlanjut.

Dr. Juwaini juga menekankan bahwa komunitas internasional tidak dapat lagi bersikap pasif. Agresi Israel tidak boleh dibiarkan terus berlangsung tanpa intervensi yang substantif. Beliau menyerukan kepada semua negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan untuk bersatu padu. Tujuannya adalah mendorong langkah-langkah tegas dari PBB. Langkah ini krusial untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Palestina.

Perlu diketahui, Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik merupakan sebuah forum lintas negara. Forum ini didirikan dengan komitmen kuat untuk memperjuangkan prinsip-prinsip keadilan, demokrasi, dan perdamaian. Perjuangan ini tidak hanya terbatas di kawasan Asia Pasifik, tetapi juga meluas hingga ke kancah internasional. Keberadaan forum ini menjadi bukti adanya gerakan global yang aktif mencari solusi damai dan berkeadilan.

Baca Juga:

Cegah Alergi, Dokter Mengkampanyekan Agar Anak-Anak Mengonsumsi Makanan Alami

TAG :

Suka Artikel ini?


Share:

Wednesday, 24 September 2025

Pidato Prabowo di PBB hingga Reformasi Polri

Pidato Prabowo di PBB hingga Reformasi Polri


Indonesia, 
Di tengah dinamika politik nasional yang kian rumit, isu-isu terkini di bidang politik dan hukum terus menarik perhatian publik. Pidato Presiden Prabowo Subianto di sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi sorotan utama. Ia menyampaikan visi Indonesia sebagai negara yang kuat di panggung global. Pidato itu menekankan komitmen terhadap perdamaian dunia. Prabowo bicara soal tantangan seperti konflik di Timur Tengah dan perubahan iklim. Ia juga dorong kerjasama internasional untuk atasi kemiskinan. Respons dari negara lain positif, meski ada kritik dari kelompok hak asasi manusia soal catatan masa lalu Prabowo.

Latar belakang pidato ini penting dipahami. Setiap tahun, pemimpin dunia kumpul di PBB untuk bahas isu global. Pidato Prabowo terjadi pada September 2024, saat ia baru menjabat presiden. Ini langkah awal untuk posisikan Indonesia sebagai jembatan antar benua. Contohnya, Prabowo sebut inisiatif ASEAN untuk stabilkan kawasan Asia Tenggara. Hal ini tunjukkan peran aktif Indonesia di forum internasional.

Baca Juga:

PSSI menyelenggarakan Festival Sepak Bola Grassroots di Gorontalo, melibatkan 140 pemain usia dini

Advertising

Selanjutnya, reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) jadi topik panas di dalam negeri. Pemerintah luncurkan langkah-langkah untuk tingkatkan profesionalisme polisi. Fokus utama pada pelatihan anti-korupsi dan hak asasi manusia. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, bilang reformasi ini butuh dukungan semua pihak. Tujuannya, polisi lebih dekat dengan rakyat dan kurangi kasus pelanggaran.

Apa maksud reformasi Polri? Ini upaya ubah sistem kepolisian yang selama ini dikritik karena dugaan penyiksaan dan nepotisme. Misalnya, kasus penanganan demonstrasi mahasiswa tahun 2024 tunjukkan kelemahan.

Baca Juga:

Pahami Metode Sederhana untuk Memeriksa NISN Secara Daring

Advertising
Data dari Komnas HAM catat 150 kasus pelanggaran polisi sepanjang 2024. Reformasi termasuk rekrutmen berbasis meritokrasi dan pengawasan internal yang ketat. Pakar hukum seperti Todung Mulya Lubis sebut, "Reformasi ini kunci untuk bangun kepercayaan publik." Langkah ini jawab pertanyaan banyak orang: bagaimana polisi bisa lindungi warga tanpa langgar aturan?
Hubungan antara pidato Prabowo di PBB dan reformasi Polri jelas.

Advertising
Keduanya tunjukkan agenda pemerintah untuk perkuat fondasi negara. Pidato global dorong citra positif Indonesia, sementara reformasi internal pastikan institusi hukum berjalan adil. Publik harap ini bawa perubahan nyata. Isu-isu ini pantauan ketat, karena pengaruhnya luas ke kehidupan sehari-hari.

Advertising

Baca Juga:

Rencana Pembentukan 5 Kabupaten dan Kota Baru Menuju Era yang Baru

TAG :

Suka Artikel ini?

Share:

Friday, 26 September 2025

Presiden Prabowo Subianto baru saja bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino

Presiden Prabowo Subianto baru saja bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino


Indonesia, 
Di tengah kesibukan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyambut kunjungan kehormatan dari Presiden FIFA Gianni Infantino. Pertemuan itu berlangsung hangat dan penuh semangat pada Rabu, 24 September 2025, waktu setempat. Kedua pemimpin bertemu di sela-sela agenda diplomasi global yang padat, menunjukkan betapa pentingnya isu olahraga dalam hubungan internasional.

Acara ini bukan sekadar obrolan biasa. Ia jadi kesempatan besar untuk mempererat kerja sama antara pemerintah Indonesia dan FIFA. Mereka fokus pada pembangunan ekosistem sepak bola yang lebih baik. Lebih maju berarti fasilitas yang modern dan aman. Lebih inklusif artinya semua orang, termasuk perempuan dan daerah terpencil, bisa ikut serta. Lebih berdaya saing global berarti tim nasional bisa bersaing di level dunia, seperti pada Piala Dunia.

Advertising

Baca Juga:

Menteri Keuangan Mengingatkan Bahwa Risiko Global Masih Menghantui Ekonomi Indonesia

Kedua pemimpin tekankan komitmen mereka. Mereka janji bekerja sama untuk dorong infrastruktur sepak bola. Contohnya, pembangunan stadion baru atau lapangan latihan di berbagai provinsi. Mereka juga bahas pembinaan usia dini, seperti program sekolah bola untuk anak-anak sejak usia 6 tahun. Ini membantu talenta muda berkembang sejak awal. Selain itu, mereka soroti peningkatan profesionalisme. Itu mencakup pelatihan wasit yang lebih ketat dan manajemen klub yang transparan, agar liga nasional jadi lebih kuat.

Presiden Prabowo sampaikan terima kasih atas bantuan FIFA dalam ubah wajah sepak bola Indonesia. Ia bilang olahraga ini punya peran kunci dalam satukan bangsa. Sepak bola bisa ciptakan rasa bangga nasional, seperti saat Timnas meraih kemenangan di ajang Asian Games. Ia juga tekankan peluang bagi pemuda. Banyak anak muda dapatkan beasiswa atau pekerjaan melalui klub bola, yang bantu kurangi pengangguran di kalangan generasi muda.

Advertising

Baca Juga:

Pidato Prabowo di PBB hingga Reformasi Polri

Sementara itu, Presiden Infantino puji semangat kerjasama dari Indonesia. Ia nyatakan FIFA siap dukung berbagai program di Tanah Air. Itu termasuk bantu selenggarakan turnamen internasional, seperti kualifikasi Piala Dunia atau Piala AFF. FIFA juga tawarkan program pengembangan, misalnya pelatihan pelatih bersertifikat atau bantuan dana untuk infrastruktur. Dukungan ini sudah terbukti, karena FIFA pernah beri bantuan jutaan dolar untuk renovasi stadion di Indonesia pasca-bencana.

Pertemuan ini jawab pertanyaan banyak orang: bagaimana Indonesia bisa tingkatkan sepak bola nasional? Dengan kolaborasi seperti ini, pemerintah dan FIFA bisa atasi tantangan seperti kurangnya fasilitas atau minimnya talenta terlatih. Hasilnya, sepak bola Indonesia punya harapan lebih cerah untuk bersinar di panggung dunia, sambil kuatkan ikatan masyarakat dalam negeri.

Advertising

Baca Juga:

PSSI menyelenggarakan Festival Sepak Bola Grassroots di Gorontalo, melibatkan 140 pemain usia dini

TAG :

Suka Artikel ini?

Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×