![]() |
| PSSI menyelenggarakan Festival Sepak Bola Grassroots di Gorontalo, melibatkan 140 pemain usia dini |
Lebih dari 140 anak laki-laki dan perempuan ikut serta. Mereka datang dari puluhan Sekolah Sepak Bola (SSB) di seluruh Kabupaten Pohuwato. SSB adalah tempat latihan dasar untuk anak-anak yang baru belajar sepak bola. Acara ini bukan hanya permainan biasa. Ia juga menyertakan workshop untuk pelatih. Topiknya meliputi Coach Educator dan Safeguarding. Safeguarding berarti cara melindungi anak dari risiko di lapangan. Para pelatih berpengalaman memandu langsung. Di antaranya Bima Sakti, Indra Sjafri, dan Marwal Iskandar. Mereka membagikan pengetahuan mereka kepada anak-anak dan pelatih lokal.
Baca Juga:
Pahami Metode Sederhana untuk Memeriksa NISN Secara Daring
Marwal Iskandar, salah satu instruktur pelatih, berbagi pandangannya. Ia bilang acara ini dirancang untuk latihan menyeluruh bagi anak usia dini. Usia dini di sini berarti anak-anak di bawah 12 tahun. “Materi yang kami ajarkan terdiri dari 10 pos latihan,” katanya. Pos-pos itu mencakup passing, latihan dasar, game workshop, dan analisis permainan. Anak-anak bergiliran di setiap pos. Waktu per pos sekitar 7 menit. Jadi, total waktu latihan mereka mencapai 70 hingga 80 menit. Pendekatan ini membuat anak-anak tetap fokus. Advertising Mereka belajar keterampilan dasar sepak bola tanpa bosan. Contohnya, di pos passing, anak-anak berlatih umpan bola sederhana. Ini membantu mereka paham kerjasama tim.
Indra Sjafri, mantan pelatih Timnas U-16, U-19, U-20, dan U-23, memuji potensi Gorontalo. Ia melihat banyak bakat di sepak bola usia dini. “Alhamdulillah, hari ini kita di Provinsi Gorontalo untuk Grassroots Football Festival,” ujarnya. Acara ini bagian dari rencana PSSI. Mereka akan gelar festival serupa di setiap provinsi. Gorontalo jadi yang pertama. Pilihan ini menunjukkan komitmen PSSI untuk wilayah timur Indonesia. “Banyak potensi hebat yang kita temui, termasuk di sini,” tambah Indra. Ia terkejut lihat anak usia 12 tahun ke bawah. Mereka punya kemampuan luar biasa. PSSI janji bantu bina bakat itu. Caranya dengan bangun infrastruktur lapangan yang baik. Latih pelatih agar kompeten. Dan buat kurikulum belajar yang pas. Ini penting karena sepak bola usia dini butuh fondasi kuat. Tanpa itu, bakat bisa hilang.
Baca Juga:
Rencana Pembentukan 5 Kabupaten dan Kota Baru Menuju Era yang Baru
Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI, menekankan tekad organisasi. PSSI ingin bawa sepak bola ke pelosok negeri. “Alhamdulillah, PSSI gelar Grassroots Football Festival di Gorontalo,” katanya. Anak-anak tampak antusias. Semoga ini awal untuk sepak bola Indonesia go global. Dan benar-benar ada di setiap sudut tanah air. Acara kali ini di Kabupaten Pohuwato, wilayah terpencil di Gorontalo. PSSI pegang prinsip teguh. Sepak bola harus merata di Indonesia. “Kami harap dukungan ini lahirkan anak bangsa dari pelosok,” tutupnya. Termasuk dari Gorontalo. Mereka bisa jadi bintang tim nasional nanti. Festival seperti ini jawab pertanyaan banyak orang. Mengapa PSSI fokus ke daerah terpencil? Karena bakat ada di mana-mana. Hanya butuh kesempatan dan bimbingan. Dengan 140 peserta dari 30 SSB, acara ini tunjukkan langkah nyata PSSI. Ia bangun masa depan sepak bola Indonesia dari bawah.
Baca Juga:
Sidang PBB, Presiden Prabowo Memberikan Pidato Sebagai Urutan Ketiga
TAG :
Suka Artikel ini?














