![]() |
| Sidang PBB, Presiden Prabowo Memberikan Pidato Sebagai Urutan Ketiga |
Acara ini bagian dari Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Setiap tahun, lebih dari 190 negara ikut serta. Mereka tangani masalah seperti perubahan iklim dan kemiskinan. Pidato presiden biasanya soroti kebijakan negara masing-masing.
Prabowo tiba di markas PBB pagi itu. Ia bertemu dulu dengan Sekjen Antonio Guterres. Pertemuan singkat ini bahas kerja sama bilateral. Lalu, giliran pidato dimulai.
Baca Juga:
Rencana Pembentukan 5 Kabupaten dan Kota Baru Menuju Era yang Baru
Urutan ketiga berarti Prabowo bicara setelah presiden Brasil dan Uni Eropa. Ia naik ke panggung dengan tenang. Di depan ribuan delegasi, suaranya tegas. Pidato itu tekankan peran Indonesia di Asia Tenggara.
Ia sebut soal stabilitas kawasan Laut China Selatan. Contohnya, konflik kapal nelayan sering terjadi di sana. Prabowo ingatkan pentingnya dialog damai antarnegara. Ia juga soroti isu pangan global. Indonesia, sebagai pengekspor beras besar, tawarkan bantuan untuk negara miskin.
Data PBB tunjukkan, 828 juta orang kelaparan pada 2023. Pidato Prabowo hubungkan hal itu dengan pertanian berkelanjutan. Ia janjikan program bantuan Indonesia ke Afrika. Langkah ini perkuat posisi Indonesia di mata dunia.
Baca Juga:
TNI AL berhasil menggagalkan upaya penyelundupan kayu ilegal di Surabaya
Para pengamat nilai pidato itu kuat. Seorang ahli hubungan internasional bilang, "Prabowo tunjukkan Indonesia siap pimpin isu regional." Pidato berakhir dengan tepuk tangan meriah. Ia turun panggung dan langsung wawancara media.
Mengapa urutan ketiga penting? Itu beri Prabowo waktu pikir setelah pidato pembuka. Delegasi lain catat poin-poinnya dengan teliti. Acara lanjut ke sesi diskusi. Indonesia bangga atas penampilan presidennya di panggung dunia.
Baca Juga:
TAG :
Suka Artikel ini?














