![]() |
| PBB harus mengirimkan pasukan perdamaian untuk menghentikan tindakan Israel |
Pencapaian kedua yang tak kalah penting adalah hasil investigasi Komisi Penyelidik PBB. Laporan tersebut secara tegas menyatakan bahwa Israel telah melakukan tindakan genosida terhadap rakyat Palestina. Pernyataan ini menggarisbawahi pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan berkelanjutan.
Presiden JDF Asia Pasifik, Dr. Jazuli Juwaini, yang juga seorang Anggota DPR RI, menyampaikan pandangannya pada Jumat, 19 September 2025. Ia menegaskan bahwa pengakuan kemerdekaan Negara Palestina dan putusan PBB mengenai genosida Israel bukanlah akhir dari perjuangan. "Namun demikian, JDF Asia Pasifik juga menegaskan bahwa pengakuan PBB terhadap kemerdekaan Negara Palestina dan putusan PBB yang menyatakan Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina, harus segera diikuti dengan langkah konkret ini berupa pengiriman pasukan perdamaian guna mencegah dan menghentikan agresi Israel," ujar Dr. Juwaini.
Baca Juga:
Persik Kediri Berkomitmen untuk Memperpanjang Tren Kemenangan di Markas Bhayangkara FC
Menurut beliau, tanpa kehadiran pasukan perdamaian internasional, seluruh resolusi, pengakuan formal, dan kecaman terhadap kejahatan yang dilakukan Israel tidak akan menghasilkan dampak yang berarti. Dampak yang signifikan diperlukan untuk menghentikan siklus kekejaman dan penindasan Israel yang telah berlangsung lama terhadap rakyat Palestina. Beliau menekankan bahwa tindakan militer ini harus sah secara hukum internasional. Ini berarti harus melibatkan pasukan dari negara-negara yang berkomitmen pada kemanusiaan dan perdamaian global.
"Tidak ada jalan lain, kebiadaban Israel harus dihentikan melalui jalan militer yang sah secara internasional. Yaitu dengan mengirimkan pasukan dari negara-negara yang pro kemanusiaan dan kedamaian dunia," ungkapnya.
Namun, pengiriman pasukan perdamaian PBB menghadapi kendala besar. Proses ini membutuhkan persetujuan dari Dewan Keamanan (DK) PBB. Sayangnya, persetujuan ini sering kali terhambat oleh hak veto yang dimiliki oleh Amerika Serikat, sekutu dekat Israel. Situasi ini menciptakan kebuntuan politik yang melumpuhkan upaya perdamaian.
Baca Juga:
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan catatan negatif pada perdagangan hari ini
Oleh karena itu, JDF Asia Pasifik secara tegas mendesak seluruh negara anggota PBB untuk bersama-sama memperjuangkan reformasi Dewan Keamanan. Reformasi ini sangat penting agar keputusan-keputusan DK PBB dapat dilaksanakan secara adil dan efektif. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tindakan nyata dapat diambil dalam menghentikan agresi Israel yang terus berlanjut.
Dr. Juwaini juga menekankan bahwa komunitas internasional tidak dapat lagi bersikap pasif. Agresi Israel tidak boleh dibiarkan terus berlangsung tanpa intervensi yang substantif. Beliau menyerukan kepada semua negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan untuk bersatu padu. Tujuannya adalah mendorong langkah-langkah tegas dari PBB. Langkah ini krusial untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Palestina.
Perlu diketahui, Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik merupakan sebuah forum lintas negara. Forum ini didirikan dengan komitmen kuat untuk memperjuangkan prinsip-prinsip keadilan, demokrasi, dan perdamaian. Perjuangan ini tidak hanya terbatas di kawasan Asia Pasifik, tetapi juga meluas hingga ke kancah internasional. Keberadaan forum ini menjadi bukti adanya gerakan global yang aktif mencari solusi damai dan berkeadilan.
Baca Juga:
Cegah Alergi, Dokter Mengkampanyekan Agar Anak-Anak Mengonsumsi Makanan Alami
TAG :
Suka Artikel ini?














