Musi Rawas, Perssilam News - Sekretaris Jenderal DPP Projo Freddy Alex Damanik memberikan penjelasan mengenai potongan video yang beredar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi sedang berbicara tentang kemungkinan terjadinya percepatan pemilu. Dalam rekaman itu, Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi terlihat duduk di sebelah Budi Arie. Potongan video tersebut kemudian menimbulkan beragam tanggapan. Sebagian pihak menilai pernyataan Budi Arie mengarah pada wacana perubahan jadwal Pemilu 2029. Namun, Freddy menegaskan bahwa rekaman yang beredar tidak menampilkan pembicaraan secara utuh. Menurut Freddy, Budi Arie saat itu sedang menyampaikan sejumlah kemungkinan mengenai kondisi politik dan kebangsaan. Pernyataan tersebut tidak berdiri sendiri karena disampaikan dalam diskusi yang membahas berbagai perkembangan nasional. "Video tersebut bukan merupakan video utuh, tetapi sebenarnya sedang memaparkan berbagai kemungkinan," kata Freddy dalam keterangan yang diterima pada Selasa, 25 Agustus 2026. Freddy menjelaskan, pernyataan itu disampaikan dalam acara silaturahmi Jokowi bersama para relawan. Pertemuan tersebut digelar dalam rangka memperingati bulan kemerdekaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan itu juga diisi pembahasan singkat mengenai situasi bangsa yang sedang berkembang. Dalam pertemuan tersebut, para relawan menyampaikan sejumlah pandangan. Mereka membicarakan persoalan yang muncul di tengah masyarakat, termasuk keresahan yang berkembang di sejumlah daerah. Masukan itu kemudian dibahas untuk mencari gambaran mengenai masalah dan langkah perbaikan yang bisa ditempuh. "Berbagai masukan untuk menyikapi situasi saat ini dibahas oleh para peserta untuk bisa memetakan persoalan dan solusi perbaikannya," ujar Freddy. Ia mengatakan, hasil pembahasan tersebut disampaikan para relawan kepada Jokowi. Para relawan berharap berbagai masukan itu dapat diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto. Dengan begitu, pandangan dari masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memperbaiki kondisi bangsa pada masa mendatang.
Tuesday, 25 August 2026
Projo memberikan klarifikasi mengenai video viral Budi Arie yang membahas skenario politik untuk tahun 2029
Musi Rawas, Perssilam News - Sekretaris Jenderal DPP Projo Freddy Alex Damanik memberikan penjelasan mengenai potongan video yang beredar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi sedang berbicara tentang kemungkinan terjadinya percepatan pemilu. Dalam rekaman itu, Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi terlihat duduk di sebelah Budi Arie. Potongan video tersebut kemudian menimbulkan beragam tanggapan. Sebagian pihak menilai pernyataan Budi Arie mengarah pada wacana perubahan jadwal Pemilu 2029. Namun, Freddy menegaskan bahwa rekaman yang beredar tidak menampilkan pembicaraan secara utuh. Menurut Freddy, Budi Arie saat itu sedang menyampaikan sejumlah kemungkinan mengenai kondisi politik dan kebangsaan. Pernyataan tersebut tidak berdiri sendiri karena disampaikan dalam diskusi yang membahas berbagai perkembangan nasional. "Video tersebut bukan merupakan video utuh, tetapi sebenarnya sedang memaparkan berbagai kemungkinan," kata Freddy dalam keterangan yang diterima pada Selasa, 25 Agustus 2026. Freddy menjelaskan, pernyataan itu disampaikan dalam acara silaturahmi Jokowi bersama para relawan. Pertemuan tersebut digelar dalam rangka memperingati bulan kemerdekaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan itu juga diisi pembahasan singkat mengenai situasi bangsa yang sedang berkembang. Dalam pertemuan tersebut, para relawan menyampaikan sejumlah pandangan. Mereka membicarakan persoalan yang muncul di tengah masyarakat, termasuk keresahan yang berkembang di sejumlah daerah. Masukan itu kemudian dibahas untuk mencari gambaran mengenai masalah dan langkah perbaikan yang bisa ditempuh. "Berbagai masukan untuk menyikapi situasi saat ini dibahas oleh para peserta untuk bisa memetakan persoalan dan solusi perbaikannya," ujar Freddy. Ia mengatakan, hasil pembahasan tersebut disampaikan para relawan kepada Jokowi. Para relawan berharap berbagai masukan itu dapat diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto. Dengan begitu, pandangan dari masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memperbaiki kondisi bangsa pada masa mendatang.
Tuesday, 23 December 2025
Jokowi Menanggapi Tuduhan Ijazah Palsu Melalui Digital Forensik: "Bawa ke Jalur Hukum"

Indonesia, Polemik soal ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, kembali ramai di media sosial. Isu bahwa ijazahnya palsu sempat disebar oleh beberapa tokoh. Kini tudingan itu berlanjut ke pengadilan.
Kelompok bernama Pemuda Patriot Nusantara melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Pusat. Mereka libatkan nama besar seperti Roy Suryo, politikus yang sering bicara soal teknologi. Lalu ada dr. Tifauzia Tyassuma, atau dr. Tifa, dokter yang aktif di medsos. Juga Rismon Hasiholan Sianipar, ahli forensik digital. Dan Rizal Fadillah, yang ikut dorong isu ini.
Jokowi tak tinggal diam. Tim kuasa hukumnya laporkan balik ke Polda Metro Jaya. Jokowi izinkan penyidik lakukan digital forensik pada ijazahnya. Digital forensik ini periksa dokumen secara ilmiah. Pakai alat khusus untuk cek tanda palsu, seperti pola tinta atau editan digital.
"Kalau diperlukan, ya silakan (digital forensik). Yang jelas, sudah kita bawa ke ranah hukum," kata Jokowi. Ia bicara saat jumpa wartawan di Mapolda Metro Jaya. Itu Rabu, 30 April 2025.
Rismon Hasiholan Sianipar, salah satu yang dilaporkan, beri tanggapan. Ia bilang analisis keaslian dokumen harus ikut aturan sains dan akademik. Bukan cuma tuding-tudingan.
"Ada ilmunya, analisis dokumen palsu, audio palsu, gambar palsu, dan video palsu. Ini kerja ilmiah, dan kalau tak suka hasilnya, lawan dengan kajian ilmiah juga," ujar Rismon. Pernyataan itu di program Rakyat Bersuara. Acara tayang di YouTube iNews, Selasa, 29 April 2025.
Isu ijazah Jokowi ini pernah muncul sejak ia jadi presiden. Tokoh oposisi sering ragukan gelar sarjananya dari UGM. Sekarang kasus jadi bentrokan narasi politik lawan bukti sains. Banyak warganet tanya, apa hasil forensik bisa redam perdebatan ini? Digital forensik sering jadi penentu di kasus serupa. Misal, cek video editan atau foto manipulasi. Apakah kali ini bukti ilmiah menang? Semua tunggu putusan hukum.(Red)
Baca Berita dan Artikel lainnya di :
Tuesday, 7 April 2026
Hukum : Tuduhan bahwa JK mendanai isu ijazah Jokowi sebesar Rp5 miliar, Rismon Sianipar telah dilaporkan ke Bareskrim

Indonesia, Perssilam - Kuasa hukum Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Abdul Haji Talaohu, datang ke Bareskrim Polri pada Senin, 6 April 2026. Mereka laporkan Rismon Sianipar atas dugaan pencemaran nama baik dan sebarkan berita bohong. Langkah ini tegas. Laporan muncul karena pernyataan Rismon. Dia sebut ada "pejabat elite" di balik gerakan soal ijazah Presiden Joko Widodo. Isu ijazah Jokowi ini sudah lama ramai.
Wednesday, 28 January 2026
Politik : Isu perombakan kabinet, Prabowo kembali menyingkirkan 'orang Jokowi'

Indonesia, Isu reshuffle Kabinet Merah Putih makin kencang. Presiden Prabowo Subianto disebut siap rombak susunan menterinya. Kabar ini pecah usai retreat di Hambalang pada Selasa, 6 Januari 2026. Retreat itu kumpulkan para menteri untuk bahas strategi pemerintahan. Rombakan direncanakan jatuh pada Februari 2026. Targetnya posisi kunci. Termasuk Menteri Luar Negeri. Juga Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, disingkat PMK. Jabatan Menko PMK urus pendidikan, kesehatan, dan budaya nasional.







.png)

