
Indonesia, Polemik soal ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, kembali ramai di media sosial. Isu bahwa ijazahnya palsu sempat disebar oleh beberapa tokoh. Kini tudingan itu berlanjut ke pengadilan.
Kelompok bernama Pemuda Patriot Nusantara melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Pusat. Mereka libatkan nama besar seperti Roy Suryo, politikus yang sering bicara soal teknologi. Lalu ada dr. Tifauzia Tyassuma, atau dr. Tifa, dokter yang aktif di medsos. Juga Rismon Hasiholan Sianipar, ahli forensik digital. Dan Rizal Fadillah, yang ikut dorong isu ini.
Jokowi tak tinggal diam. Tim kuasa hukumnya laporkan balik ke Polda Metro Jaya. Jokowi izinkan penyidik lakukan digital forensik pada ijazahnya. Digital forensik ini periksa dokumen secara ilmiah. Pakai alat khusus untuk cek tanda palsu, seperti pola tinta atau editan digital.
"Kalau diperlukan, ya silakan (digital forensik). Yang jelas, sudah kita bawa ke ranah hukum," kata Jokowi. Ia bicara saat jumpa wartawan di Mapolda Metro Jaya. Itu Rabu, 30 April 2025.
Rismon Hasiholan Sianipar, salah satu yang dilaporkan, beri tanggapan. Ia bilang analisis keaslian dokumen harus ikut aturan sains dan akademik. Bukan cuma tuding-tudingan.
"Ada ilmunya, analisis dokumen palsu, audio palsu, gambar palsu, dan video palsu. Ini kerja ilmiah, dan kalau tak suka hasilnya, lawan dengan kajian ilmiah juga," ujar Rismon. Pernyataan itu di program Rakyat Bersuara. Acara tayang di YouTube iNews, Selasa, 29 April 2025.
Isu ijazah Jokowi ini pernah muncul sejak ia jadi presiden. Tokoh oposisi sering ragukan gelar sarjananya dari UGM. Sekarang kasus jadi bentrokan narasi politik lawan bukti sains. Banyak warganet tanya, apa hasil forensik bisa redam perdebatan ini? Digital forensik sering jadi penentu di kasus serupa. Misal, cek video editan atau foto manipulasi. Apakah kali ini bukti ilmiah menang? Semua tunggu putusan hukum.(Red)
Baca Berita dan Artikel lainnya di :













