
Indonesia, Perssilam - Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon, atau UNIFIL, kembali jadi sasaran serangan. Insiden itu terjadi di wilayah selatan Lebanon. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL mengalami luka-luka. Menteri Luar Negeri Sugiono sampaikan kabar ini secara langsung.
"Saya sudah terima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka," katanya pada Sabtu, 4 April 2026. UNIFIL saat ini sedang selidiki penyebab serangan itu. Hal serupa pernah terjadi sebelumnya. Tim mereka kumpulkan bukti di lapangan.
Sugiono tegas minta PBB lakukan investigasi penuh. Pemerintah Indonesia desak itu untuk semua insiden yang rugikan prajurit TNI. Indonesia juga kirim utusan ke Markas PBB di New York, AS. Mereka kutuk keras serangan terhadap pasukan perdamaian ini. "Pada rapat luar biasa Dewan Keamanan PBB, kami kutuk keras serangan terhadap penjaga perdamaian UNIFIL," ujarnya. "Kami tuntut investigasi menyeluruh. Ini misi penjaga perdamaian."
Serangan pada pasukan seperti ini tak bisa diterima. Mereka jalankan mandat PBB untuk jaga perdamaian. Sugiono dorong jaminan keamanan bagi personel di mana saja. "Mereka penjaga perdamaian, bukan pencipta perdamaian," katanya. "Mereka tak punya alat untuk cipta damai. Tugas mereka jaga situasi damai sesuai mandat PBB." UNIFIL berdiri sejak 1978. Tujuannya awasi gencatan senjata antara Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan. Indonesia kirim kontingen TNI ke sana sejak 2006. Ribuan prajurit Indonesia sudah bertugas. Mereka bantu stabilkan kawasan rawan konflik. Serangan berulang tunjukkan risiko tinggi tugas ini.
Suasana duka dalam menyambut tiga jenazah prajurit TNI yang gugur di Lebanon. Mereka tewas saat misi perdamaian. Isak tangis keluarga pecah saat peti jenazah tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Itu terjadi Sabtu sore, 4 April 2026. Prosesi di ruang VIP bandara penuh khidmat. Upacara militer hormati pengorbanan mereka. Keluarga datang langsung. Istri, orang tua, dan anak-anak tak tahan air mata. Mereka peluk peti jenazah. Kesedihan terasa di setiap sudut.
Advertising
Upacara ini jadi penghormatan terakhir dari negara. Setelah itu, jenazah diberangkatkan ke daerah asal masing-masing. Sebelum berangkat dari Indonesia, ada prosesi pelepasan di Bandara Rafic Hariri, Beirut. Komandan UNIFIL pimpin sendiri. Itu bentuk penghargaan atas tugas mulia.
Keluarga prajurit TNI di Lebanon diminta tenang. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Darat, sampaikan pesan itu. Dia bicara di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu, 4 April 2026.
"Tidak usah risau. Mereka tahu apa yang harus dilakukan," ujarnya. Konflik di sana eskalasi. Risiko selalu ada. "Yang penting doakan saja. Mudah-mudahan semua lancar."
Advertising
TNI berduka atas gugurnya ketiga prajurit itu. Mereka prajurit pilihan untuk misi damai. Maruli harap Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan rencanakan tindak lanjut. "Mudah-mudahan penyelesaian ini jelas," katanya. "Kita ingin tahu bagaimana peristiwa itu bisa terjadi."
Prajurit TNI di UNIFIL latih tangguh hadapi ancaman. Mereka patroli harian, bantu warga lokal, dan pantau perbatasan. Insiden seperti ini ingatkan betapa berbahayanya tugas mereka. Indonesia bangga kontribusi ini untuk dunia. Pemerintah janji lindungi anak bangsa di medan tugas. Doa dan dukungan keluarga jadi kekuatan utama.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











