Advertising
Banjir ini timbul dari hujan deras yang tak henti. Sungai Tuntang meluap deras. Akibatnya, beberapa tanggul jebol di daerah rawan. Data sementara tunjukkan pengungsi tersebar di banyak tempat. Misalnya, 200 jiwa kumpul di Masjid Babu Rohim, Dukuh Solondoko.
Lalu, 500 jiwa di Masjid Rodhotul Janah, Dukuh Solowere. Kantor Kecamatan Guntur jadi tempat 119 jiwa. Kawasan Tanggul Gobang lindungi 400 jiwa. Pengungsi lain ada di balai desa, mushola, madrasah, dan rumah warga. Pendataan masih jalan untuk lokasi-lokasi itu. Beberapa orang sakit ringan. Dinas kesehatan setempat sudah tangani mereka dengan cepat.
Tanggul jebol di Kecamatan Guntur. Di Desa Trimulyo, dua titik rusak. Dukuh Solondoko panjang 30 meter. Dukuh Solowere 10 meter. Di Desa Sidoharjo, jebol 15 meter.
Advertising
Air genang tinggi di Desa Trimulyo dan Desa Ploso. Tinggi air 100 sampai 150 sentimeter. Jalan di Desa Trimulyo sulit dilalui mobil kecil.
Limpasan air banjir juga merata ke Desa Turitempel dan Desa Sumberejo di Kecamatan Guntur. Lalu ke Desa Solowire dan Desa Sarimulyo di Kecamatan Kebonagung. Kondisi di sana masih aman relatif.
Advertising
Kepala BNPB, Suharyanto, perintahkan timnya koordinasi dengan BPBD Jawa Tengah. Tujuannya cari kebutuhan darurat. Personel BNPB sudah turun ke lapangan. Mereka dampingi warga dan percepat penanganan banjir di Demak.
Kaji cepat BNPB ungkap banjir sasari delapan desa. Desa-desa itu ada di empat kecamatan. Yaitu Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung. Warga butuh bantuan cepat agar pulih dari musibah ini.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











