
Indonesia, Perssilam - I Gusti Ketut Astawa, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan di Badan Pangan Nasional (Bapanas), menyatakan harga pangan pokok di pasar sudah turun. Harga mulai stabil sekarang. Stok pangan juga aman dan cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Dia bilang, "Saya rasa semua pangan pokok stabil. Stok aman. Jadi semoga memasuki Lebaran dengan pemantauan pasar, harganya bisa turun lagi. Walaupun bervariasi di tiap daerah, tapi trennya sudah turun dan stabil." Pernyataan ini dia sampaikan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu lalu. Pemerintah pantau ketat volatilitas harga pangan pokok strategis sejak minggu pertama Ramadan 1447 Hijriah. Volatilitas berarti naik turun harga yang cepat. Hal ini penting agar harga tidak berubah-ubah terlalu liar. Daya beli masyarakat pun bisa tetap stabil. Masyarakat bisa beli pangan tanpa khawatir harga melonjak tiba-tiba.
Advertising
Stok pangan aman di seluruh negeri. Pemerintah yakin harga tetap terjaga hingga Idul Fitri nanti. Ketut beri contoh dari peninjauan di Pasar Senen, Jakarta. Sebagian besar pangan pokok strategis ada di rentang Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) untuk konsumen. HET adalah batas harga maksimal yang ditetapkan pemerintah. HAP jadi patokan harga wajar di pasar. Harga daging sapi stabil di kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kg. Daging ayam Rp40.000 per kg. Cabai rawit merah Rp100.000 per kg, sudah turun dari Rp110.000 kemarin. Telur ayam bervariasi, ada Rp29.000 dan Rp30.500 per butir atau kemasan. Data ini tunjukkan harga mulai terkendali meski Ramadan berlangsung. Untuk kendalikan naik turun harga, pemerintah gerakkan program intervensi pangan. Bapanas kerja sama Perum Bulog lakukan langkah ini terus-menerus. Intervensi seperti operasi pasar dan cadangan stok.
Tujuannya jaga harga tetap wajar. Program stimulus ekonomi juga jalan. Ada bantuan pangan dan beras subsidi harga. Ini bantu masyarakat miskin hadapi beban ekonomi. Bantuan ini seperti bantalan saat harga naik sedikit. Ketut jelaskan, "Bantuan pangan didorong tahun ini untuk 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dibagikan mulai Maret. Semua sudah disiapkan. Program ini akan jalan lancar." Total anggaran Rp11,92 triliun untuk bantuan beras dan minyak goreng. Jumlah penerima naik drastis jadi 33.244.408 orang di Indonesia. Lima provinsi terbesar: Jawa Barat 6.093.530 penerima. Jawa Timur 5.638.478 penerima. Jawa Tengah 5.071.126 penerima. Sumatera Utara 1.756.846 penerima. Banten 1.298.597 penerima. Data ini tunjukkan fokus pada Jawa yang penduduknya banyak. Wilayah timur Indonesia juga dapat tambahan. Maluku tambah 142.978 penerima, total 266.500. Maluku Utara tambah 55.017, total 112.428. Papua tambah 50.973, total 118.076. Papua Barat tambah 30.197, total 74.044. Papua Barat Daya tambah 35.030, total 78.965. Papua Pegunungan tambah 112.805, total 265.356. Papua Selatan tambah 26.041, total 73.601. Papua Tengah tambah 55.997, total 228.654. Tambahan ini pastikan daerah terpencil pun terjangkau bantuan.
Advertising
Bapanas harap bantuan beras dan minyak goreng sokong kebutuhan Ramadan. Penerima bisa hemat uang untuk pangan. Uangnya alih ke kebutuhan lain, seperti sekolah anak atau tabungan. Ini bantu ekonomi keluarga berpenghasilan rendah. Bapanas juga pastikan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras jalan sepanjang 2026. SPHP artinya program jaga stok dan harga beras stabil. Sebelumnya, program 2025 diperpanjang sampai akhir Februari 2026. Mulai Maret 2026, program lanjut. Anggaran Rp4,97 triliun. Cukup untuk subsidi 828 ribu ton beras yang dibeli masyarakat. Ini beli murah dari Bulog, harga terkendali. Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tegas. "Tidak boleh ada yang buat anomali harga pangan saat Ramadan 1447 Hijriah. Semua sektor pangan pokok ikut regulasi harga. Jangan ganggu rakyat." Pernyataan ini ditegaskan terpisah.
BACA JUGA:Internasional : Trump menyatakan ketidakpuasan terhadap hasil perundingan dengan Iran
BACA JUGA:Internasional : Trump menyatakan ketidakpuasan terhadap hasil perundingan dengan IranBadan Pusat Statistik (BPS) catat data hingga minggu ketiga Februari 2026. Masih ada 23 provinsi alami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH). IPH ukur perubahan harga barang secara keseluruhan. Tapi hanya 7 provinsi kenaikan di atas 2 persen. Jawa Tengah 2,23 persen. Jawa Barat 2,39 persen. Jawa Timur 3,13 persen. Bali 3,23 persen. DI Yogyakarta 3,61 persen. Kepulauan Bangka Belitung 4,57 persen. Nusa Tenggara Barat 5,47 persen tertinggi. Data BPS ini beri gambaran. Meski ada kenaikan, pemerintah sudah antisipasi dengan programnya. Harga pangan pokok strategis seperti beras, minyak, daging, cabai, dan telur jadi prioritas. Pemantauan harian bantu deteksi masalah cepat. Masyarakat bisa tenang belanja menjelang Lebaran. Stok berlimpah dari impor dan produksi lokal. Intervensi pemerintah tekan harga tetap rendah. Bantuan langsung capai jutaan keluarga. Semua ini dukung Ramadan lancar tanpa beban harga tinggi.

Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :













