
Indonesia, Perssilam - Makanan tradisional dari Palembang, Sumatera Selatan, namanya ragit, selalu jadi incaran warga saat berbuka puasa di bulan Ramadhan. Hidangan ini laris manis karena rasanya yang khas dan cocok untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa. Banyak orang rela antre panjang demi semangkuk ragit hangat. Ragit Palembang beda banget dengan kari biasa dari Timur Tengah. Kuncinya ada di rempah-rempah yang campurannya rumit dan kaya rasa. Lalu, tambahan potongan kentang empuk, daging kenyal, taburan bawang goreng renyah, serta cabai hijau iris tipis. Semua itu ciptakan ledakan rasa pedas tapi gurih, plus sensasi segar di mulut. Bayangkan gigitan pertama: pedas menyengat, gurih meresap, dan segar bikin lidah dansa.
Advertising
Warga Palembang yakin banget. Pembuat ragit paling enak datang dari komunitas Arab di sekitar Pasar Kuto atau Sayangan. Mereka punya resep turun-temurun yang rahasia. Biasanya, produksi mereka skala besar cuma saat momen spesial. Seperti Ramadhan yang penuh berkah, atau acara hajatan besar seperti pernikahan. Di luar itu, jarang banget mereka jual banyak.
Ragit Palembang intinya roti jala lembut berkuah kari kental. Roti jala ini mirip jaring laba-laba tipis, gampang sobek dan serap kuah. Kali ini, kita buat versi resep sederhana. Cepat prosesnya, tak sampai sejam selesai. Cocok buat ibu rumah tangga sibuk atau yang suka masak praktis. Bahan-bahannya gampang dicari di pasar dekat rumah. Ayo, kita coba langkah demi langkah.
Bahan untuk ragit atau roti jala:
250 gram tepung terigu protein sedang.
50 gram tepung beras, biar tekstur lebih halus.
500 mililiter air dingin.
1 butir telur ayam, untuk ikat adonan.
2 sendok makan minyak goreng.
Garam secukupnya, sekitar 1 sendok teh.
Minyak tambahan untuk oles teflon.
Bubuk kunyit sedikit, opsional untuk warna kuning cerah.
Advertising
Cara buat ragit:
Tuang semua bahan ke mangkuk bersih. Aduk kuat pakai whisk sampai halus, tak ada gumpalan. Kekentalannya seperti adonan kulit risol, bisa mengalir tapi tak terlalu encer.
Diamkan sebentar. Lalu saring adonan supaya mulus. Pindah ke botol saus corong kecil atau piping bag. Alat ini bantu cetak pola jala rapi di teflon.
Nyalakan api sedang. Panaskan teflon anti lengket sampai panas merata.
Oles tipis minyak di seluruh permukaan teflon pakai kuas.
Tuang adonan dari corong. Buat pola abstrak seperti jaring laba-laba, zig-zag atau spiral.
Diamkan 1-2 menit. Tunggu pinggir kering dan tengah matang. Balik tak perlu, langsung angkat.
Tiriskan di piring bertumpuk tisu. Setelah agak dingin, lipat jadi tiga bagian bentuk segitiga. Sisihkan di wadah.
BACA JUGA:Hukum : DPR Bersiap Memanggil Jaksa Penuntut untuk Kasus Kematian ABK Fandi
BACA JUGA:Hukum : DPR Bersiap Memanggil Jaksa Penuntut untuk Kasus Kematian ABK FandiUlangi sampai adonan habis. Hasilnya bisa 20-25 lembar ragit tipis.
Sekarang kuah kari versi simpelnya. Praktis pakai bahan instan, tapi rasa tetap mantap. Bahan kuah kari: 3 kemasan santan instan, larutkan dalam 700 mililiter air hangat.
3 bungkus bumbu kari instan bubuk, pilih merek favorit seperti Indofood atau merk lokal.
½ kilogram dada ayam segar, potong dadu ukuran 2 cm.
½ kilogram kentang baru, potong dadu sama besar.
2 batang serai segar, geprek kasar.
Daun kari segenggam, cuci bersih.
Garam, gula pasir, dan penyedap rasa secukupnya.
Cabai merah atau hijau iris, opsional untuk pedas extra.
Cara masak kuahnya:
Campur santan encer dengan bubuk kari. Aduk sampai larut sempurna, tak ada tonjolan.
Masukkan potongan kentang dan ayam ke dalamnya. Aduk rata biar bumbu meresap.
Tambah garam 1 sendok teh, gula 1 sendok makan, penyedap ½ sendok teh. Sesuaikan selera.
Lempar daun kari dan serai geprek. Ini kasih aroma wangi khas.
Panaskan di api sedang. Aduk pelan supaya santan tak pecah. Masak 20-25 menit sampai kentang lunak dan ayam empuk.
Tambah cabai iris di menit akhir. Aduk sebentar.
Cicipi rasa. Kalau pas, matikan api. Biar kuah istirahat sebentar.
Ragit Palembang siap hidang. Ambil tiga lembar ragit segitiga ke mangkuk dalam. Siram panas dengan kuah kari melimpah. Taburi cabai hijau potong dan bawang goreng garing. Rasa pedas gurihnya langsung meledak. Sajikan saat masih hangat untuk nikmat maksimal. Cocok buat 4-6 porsi keluarga. Selamat mencoba..!

Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :













