
Indonesia, Presiden Bernardo Arévalo telah memberlakukan status darurat selama 30 hari setelah delapan polisi kehilangan nyawa dan puluhan sandera diambil di tiga penjara.
Pemerintah Guatemala secara resmi menetapkan status darurat nasional selama 30 hari sebagai respons yang tegas terhadap gelombang kekerasan mematikan yang dilakukan oleh geng kriminal.
Krisis ini dimulai ketika narapidana yang terhubung dengan geng kriminal menyandera 46 orang di tiga penjara yang berbeda di seluruh negara.
Advertising
Aksi tersebut merupakan bentuk protes dan tuntutan agar para pemimpin geng yang ditahan dipindahkan kembali ke fasilitas dengan tingkat keamanan yang lebih rendah.
Presiden Guatemala, Bernardo Arévalo, dalam pernyataan resminya, mengonfirmasi bahwa otoritas keamanan telah berhasil mengambil alih kendali penuh atas ketiga penjara tersebut pada hari Minggu, 18 Januari 2026, waktu setempat.
‘‘Langkah ini diambil untuk menghadapi kelompok kriminal yang berusaha merongrong kedaulatan hukum kita,‘‘ ujar Presiden Arévalo saat mengumumkan dekrit darurat tersebut.
Menteri Dalam Negeri, Marco Antonio Villeda, menegaskan bahwa serangan terhadap polisi merupakan tindakan balasan dari kelompok yang ia sebut sebagai ‘‘teroris‘‘.
‘‘Pembunuhan ini dilakukan oleh para teroris sebagai respons atas tindakan tegas yang diambil negara terhadap mereka,‘‘ ungkap Villeda dalam sebuah konferensi pers.
Meskipun langkah ini tergolong drastis, pemimpin oposisi sekaligus Presiden Kongres, Luís Contreras, menyerukan persatuan nasional di tengah periode yang ia sebut sebagai ‘‘salah satu momen paling menyakitkan dalam sejarah negara‘‘.
Pada Minggu dini hari waktu setempat, kepolisian yang didukung oleh militer melakukan serbuan ke penjara keamanan maksimum Renovacion I di Escuintla.
Advertising
Dengan menggunakan kendaraan lapis baja dan gas air mata, petugas berhasil membebaskan para penjaga penjara dalam waktu singkat tanpa adanya korban jiwa tambahan dalam operasi tersebut.
Kelompok ini, bersama dengan rivalnya Mara Salvatrucha (MS-13), telah lama ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat karena peran mereka dalam perdagangan narkoba dan kekerasan sistemik di Amerika Tengah.
Dengarkan
Berita dan Artikel lainnya di :
Tag :
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)






.png)








