
Indonesia, Perssilam - Persaingan kelas Moto3 musim 2026 semakin panas menjelang seri Catalunya. Balapan ini akan berlangsung pada 15 sampai 17 Mei di Sirkuit Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol. Nama Maximo Quiles jadi pusat perhatian banyak orang saat ini. Pembalap muda ini datang dengan rasa percaya diri tinggi. Ia punya ambisi besar untuk meraih hasil maksimal di tanah Spanyol. Quiles adalah salah satu calon terkuat juara dunia tahun ini. Ia akan menjalani seri keenam setelah tampil hebat di Le Mans, Prancis. Saat itu, kondisi lintasan sangat basah dan licin. Quiles tampil dominan sejak lampu hijau menyala. Ia mampu menjaga posisi depan sampai garis finis. Tidak ada pesaing yang bisa mengganggu ritme balapnya. Kemenangan di Le Mans membuktikan bahwa ia sangat konsisten musim ini.
Advertising
Hasil di Prancis membuat koleksi kemenangan Quiles menjadi tiga kali. Sebelumnya, ia sudah naik podium tertinggi di Brasil dan Spanyol. Pencapaian ini membuat posisinya di puncak klasemen sementara semakin aman. Ia kini jadi kandidat utama peraih gelar juara dunia Moto3 2026. Suasana positif menyelimuti langkah Quiles menuju Catalunya. Kemenangan di Le Mans memberi dorongan mental yang kuat. Namun, ia tidak mau jemawa. Quiles sadar bahwa rival lain masih punya peluang menang. Baginya, persaingan di lintasan masih sangat terbuka bagi siapa saja.
Quiles merasa puas dengan hasil di Prancis. Tapi, fokus utamanya sekarang adalah menjaga kestabilan performa. Ia ingin menjalani setiap balapan dengan langkah bertahap. Hal ini penting agar tenaganya tidak habis di tengah musim. Kerja sama tim juga jadi kunci utama. Ia percaya dukungan kru mekanik membantu menjaga momentum positifnya. Saya sangat senang menang di Prancis, kata Quiles lewat laman resmi Aspar Team. Saya tiba di Barcelona dengan motivasi tinggi dan ingin hasil lebih. Ia juga mengaku bahwa ambisi besar butuh kerja keras. Konsentrasi penuh harus ada sejak sesi latihan pertama. Setiap detail kecil saat persiapan sangat menentukan hasil akhir. Kunci suksesnya adalah tetap fokus di setiap tahap lomba.
Advertising
Saya harus fokus dan melakukannya selangkah demi selangkah untuk menambah catatan positif, tambah Quiles. Saya akan bekerja bersama tim dengan cara yang sama di setiap sesi. Pernyataan Quiles memberi peringatan bagi pembalap lain. Salah satu rival yang patut diwaspadai adalah Veda Ega Pratama. Rookie asal Indonesia ini tampil menjanjikan sejak awal musim. Veda membela Honda Team Asia. Ia datang ke Catalunya dengan modal bagus setelah finis posisi keempat di Le Mans. Sebagai pendatang baru, Veda sangat konsisten. Ia rutin masuk posisi 10 besar di hampir semua balapan. Veda juga pernah naik podium saat lomba di Brasil. Hal ini membuat namanya harum sebagai rookie paling berbakat di grid 2026. Hanya ada satu hasil buruk yang ia alami. Saat itu ia kecelakaan di Circuit of The Americas, Amerika Serikat, sehingga gagal finis.
Sorotan pada Quiles makin tajam setelah ia bicara dengan pengamat MotoGP, Manuel Pecino. Quiles menegaskan tidak akan mengendurkan ambisinya meski sedang dominan. Ia menolak ide untuk istirahat di tengah musim. Legenda Angel Nieto pernah melakukan itu saat masa kejayaannya. Tapi Quiles merasa zaman sekarang sudah berbeda. Ia ingin terus balapan untuk memecahkan rekor dan bikin sejarah baru.
Advertising
Saya tidak ingin berhenti karena ini era yang berbeda, ujar Quiles yang dikutip dari Motosan. Saya ingin memecahkan rekor dan menciptakan sejarah. Itu target saya dan saya ingin tampil beda.Ambisi besar Quiles membuatnya jadi pusat perhatian di Moto3 Catalunya 2026. Kecepatan dan mental juaranya akan diuji di sirkuit ikonik ini. Nama Maximo Quiles kini menjadi ancaman nyata bagi semua rival di lintasan.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











